
Singorojo, pcnukendal.com - Semangat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Kaliputih, Kecamatan Singorojo, patut diacungi jempol. Meski baru merintis kembali roda organisasinya, para kadernya tampil percaya diri meramaikan Kirab Hari Santri yang digelar Pengurus Ranting NU Kaliputih, Ahad (9/11/2025).
Kirab yang diikuti santri Madrasah Diniyah dan warga desa itu berlangsung semarak. Di tengah barisan panjang peserta kirab, barisan kader Fatayat NU turut berjalan dengan penuh semangat membawa spanduk dan simbol kebanggaan Banom perempuan muda NU tersebut.
Ketua Ranting Fatayat NU Kaliputih, Mamlatul Hikmah, menyebut keikutsertaan mereka bukan sekadar memeriahkan acara, tetapi juga bagian dari upaya syiar dan pengenalan organisasi.
“Keikutsertaan kader Fatayat ini sebagai bentuk syiar dan pengenalan kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Fatayat di Kaliputih hadir dan siap bergerak bersama NU,” ujarnya.
Mamlatul mengakui, Fatayat di Kecamatan Singorojo umumnya dan Kaliputih khususnya masih perlu penguatan. Karena itu, ia berkomitmen agar setiap kegiatan ke-NU-an menjadi momentum memperkenalkan Fatayat sekaligus menumbuhkan semangat kaderisasi.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Singorojo, KH Khoirul Amin. Menurutnya, keikutsertaan Fatayat dalam kegiatan desa dan NU merupakan strategi awal membangun eksistensi dan kaderisasi yang berkelanjutan.
“Pencarian kader memang dimulai dari pengenalan kepada warga. Dibanding Banom lain, Fatayat di Singorojo memang belum terlihat eksistensinya. Karena itu, langkah-langkah seperti ini menjadi awal yang baik untuk tumbuhnya kader-kader Fatayat baru,” tutur Kiai Khoirul.
Kirab Hari Santri di Kaliputih ini berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Selain menjadi ajang memperkuat tradisi dan cinta tanah air, kegiatan tersebut juga menegaskan semangat perempuan muda NU untuk terus berkhidmah bagi agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama. (anish/muf)