Oleh: Moh. Muzakka Mussaif Khutbah I
?????????? ????? ??????? ????????? ??????????????? ??????????? ???????????? ??????? ???????????? ??????????????? ??????????? ???????? ???? ?????? ????????? ???????? ??????? ???????????? ????? ?????? ?????????? ?????????? ???????? ?????????? ???????? ????????? ??????????? ????????? ???????????? ???????? ??????????? ??????????? ??????? ??????????? ??????????????? ???????????? ???????? ????????? ????????????? ??????? ????????????. ?????????? ??????? ???????? ???????? ??????????????? ???????????? ??????? ??????? ???? ?????? ????????? ???????????? ???????? ???? ????????? ?????? ???? ???????? ??? ???????? ???? ??????? ????????? ??????????????? ?????????? ????? ???? ??????? ???? ????????? ????? ????????????? ??????? ?????????? ????? ???????? ???????? ??????????. ?????????? ????? ?????????? ???????? ???????????? ???????????? ???? ?????? ????????????? ??????? ?????? ????? ???? ???????? ?????? ???????? ????????????. ?????? ????? ???????? ??????? ?????? ????????????? ?????? ????????? ??????????????. ?????? ??????? ???????? ???????????? ???????????? ????????? ????????? ????? ???????????? ???????????? ??????????? ???????????? ???????????. ????? ????? ???????? ???? ????????? ???????????: ??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ????? ????????? ???? ?????????? ?????? ?????????? ???????????
Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah, Indikator dimuliakannya seorang hamba oleh Allah adalah tingkat ketakwaannya. Oleh karena itu, mengawali khutbah Jumat ini saya berwasiat pada diri saya sendiri dan hadirin untuk senantiasa meningkatkan ketaatan dan ketakwaan kita pada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Yakni menjalankan semua perintah Allah dengan sepenuh hati dengan mengharap ridho-Nya serta meninggalkan semua larangan Allah dengan mohon perlindungan kepada-Nya. Janganlah sekali-kali kita melupakan Allah Yang Maha Kuasa dan janganlah sekali-kali kita mati nanti kecuali dalam keadaan iman dan Islam. Hadiri Sidang Jumat Rahimakumullah, Setelah kita memperoleh nilai-nilai kesucian hasil gemblengan ibadah puasa Ramadan dua bulan lalu, tentu nilai-nilai kesucian itu kini berubah bermacam-macam, ada yang tetap terjaga kesuciannya karena kadar keimanan dan ketakwaan kita meningkat, ada juga yang tercemari sedikit atau banyak karena kontrol kita yang sedikit-banyak kurang diperhatikan, bahkan juga ada yang menjadi sangat kotor karena kita tak mampu menjaganya akibat merosotnya kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sebelum kita benar-benar merugi, kita harus berbenah dan memperbaiki keimanan dan ketakwaan kita pada Allah SWT Di bulan Dzulhijjah yang mulia ini. Mari kita jadikan bulan Dzulhijjah ini sebagai momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan kepada-Nya sebab bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah. Artinya, pada bulan ini jika kita melakukan perbuatan-perbuatan baik maka pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah. Sebaliknya, jika kita melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, dosanya pun akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu para hadirin, di bulan mulia ini kita harus meningkatkan amal-amal saleh dengan cara memperbanyak ibadah salat sunnah, puasa sunah, berzikir, membaca Alquran, bersedekah, serta berkurban jika kita mempunyai kemampuan membeli seekor kambing atau menyisihkan sebagian uang untuk iuran membeli sapi melalui panitia yang ada di lingkungan kita. Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah, Salah satu Ibadah utama di bulan haji ini adalah penyembelihan hewan kurban. Ibadah qurban merupakan ibadah yang hukumnya sunnah muakad, yakni ibadah yang bernilai sunnah yang ditekankan untuk melaksanakannya bagi umat Islam. Dasar hukum perintah untuk berkurban adalah firman Allah dan sabda Rasulullah SAW. Salah satu firman Allah dalam Alquran Surat Alkautsar ayat 1 dan 2 menyebutkan dengan tegas,??????? ????????????? ??????????? ? ??????? ????????? ????????? ?
Artinya: Sesungguhnya Aku (Allah telah memberimu serba banyak, maka dirikanlah sholat untuk Tuhanmu dan sembelihlah kurban. Ayat tersebut menjelaskan pada kita, karena Allah telah memberi rezeki pada setiap hamban-Nya dengan jumlah yang banyak, maka Allah pun memerintahkan kita untuk mendirikan salat dan menyembelih hewan kurban. Ditekankannya ibadah kurban itu karena perintah kurban disandingkan pada perintah Allah tentang ibadah salat yang berhukum wajib atau fardhu. Maka, sangat tepatlah jika para ulama menyimpulkan bahwa sunnah muakad itu adalah mendekati wajib. Terkait ibadah kurban ini pula Rasulullah pun menegaskan dalam hadistnya bahwa orang yang diberi kemampuan menyembelih hewan kurban, tetapi tidak mau melaksanakan ibadah kurban, maka Rasulullah SAW pun melarang umatnya mendekati tempat salatnya.???? ????? ?????????: ????? ??????? ????? ??? ???? ???? ???? ??? : ???? ????? ??? ????? ????? ?????? ???? ?????????? ???????????
Artinya: Dari Abu Hurairah RA, "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, barangsiapa yang mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat sholat kami. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah, Ibadah kurban wujudnya adalah penyembelihan terhadap hewan-hewan yang disyariatkan seperti unta, sapi, kerbau, kambing, dan sejenisnya. Ibadah kurban ini bukanlah dilaksanakan secara formalitas semata, yakni menyembelih kambing, sapi dan lain-lain. lalu membagikannya kepada fakir miskin, dihadiahkan pada sahabat dan kerabat, lalu sebagian digunakan untuk makan-makan bersama keluarga. Akan tetapi ibadah ini sesuai dengan namanya Qurban yang berasal dari kata qaruba-yaqrubu-qarabatan-wa qurbanan yang mengandung arti dekat, karib, kedekatan, dan pendekatan diri. Artinya kurban itu dilakukan sebagai upaya untuk mendekatkan diri pada Allah dengan penuh keikhlasan dan keimanan. Ingatlah kembali, para hadirin, tentang sejarah ibadah mulia ini. Dulu, Nabi Ibrahim As sangat menginginkan lahirnya seorang anak, sebab sudah amat sangat tuanya beliau berumah tangga tidak kunjung dikaruniai anak, beliau berdoa kepada Allah sepanjang hari, bulan, dan tahun hingga akhirnya Allah SWT memberinya seorang anak yang amat cerdas, tampan, dan saleh bernama Ismail As. Namun, ketika Ismail menjelang remaja, Nabi Ibrahim As bermimpi bahkan sampai tiga kali bermimpi mendapat perintah Allah untuk menyembelih putranya yang amat dikasihinya itu. Walhasil, Nabi Ibrahim AS pun melaksanakan perintah itu dengan dukungan dari putranya meskipun akhirnya Allah menggantikan Ismail dengan seeokor domba. Betapa ikhlasnya Nabi Ibrohim AS dan Nabi Ismail AS melaksanakan perintah Allah, jangankan hartanya, nyawa anak satu-satunya bahkan nyawanya sendiri pun mereka serahkan pada Allah SWT. Oleh karena itu para hadirin, karena keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim AS, Nabi Muhammad SAW pun mensyariatkan ibadah kurban sebagai ibadah yang penting dan ditekankan untuk dilaksanakan di bulan Dzulhijjah di tanggal 10 (Idul Adha) dan di hari tasyriq (11,12,13) sebab pahala kurban sangat banyak sebagaimana hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majjah berikut ini, Mereka bertanya kepada Rasulullah, Apakah Qurban itu? Nabi menjawab: Itulah sunnah yang dijalankan oleh Bapak kalian Ibrahim. Mereka bertanya lagi, Apa keuntungan Qurban itu bagi kita? Nabi menjawab: pada tiap-tiap bulunya (hewan Qurban) dhitung menjadi satu kebajikan. Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah, Dari penjelasan tersebut cukup jelas bahwa pelajaran kurban yang terpenting adalah bagaimana kita dapat mendekatkan diri pada Allah SWT dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan sebagaimana contoh keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaaan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As, bukan karena terpaksa dan dipaksa, bukan karena malu dan gengsi, bukan untuk dipamerkan, bukan untuk tujuan-tujuan lain seperti politik, pencitraan, dan lain-lain. Sebab, Allah tidak akan menerima ibadah kurban yang dilakukan dengan cara-cara seperti itu. Hal demikian ini ditegaskan dalam Alquran Surat Alhajj ayat 37.??? ??????? ??????? ?????????? ????? ??????????? ???????? ????????? ??????????? ????????
Artinya: Tiadalah Allah akan menerima daging-daging hewan yang menjadi qurban dan tidak pula darahnya, melainkan Allah akan menerima ketakwaanmu. Dengan mengacu firman Allah tersebut sangat jelas, bahwa keberterimaan ibadah kurban itu bukan pada darah dan daging hewan yang dikorbankan. Namun, keberterimaan ibadah kurban itu hanya pada ketaatan dan ketakwaan pelakunya kepada Allah. Namun sayangnya, banyak orang melaksanakan ibadah kurban ini masih pada sisi formalnya saja. Seyogyanya, jika secara kuantitas pelaku kurban ini meningkat setiap tahunnya, maka kualitas pribadi-pribadi pelakunya kian membaik. Alhamdulillah di sekitar kita kesadaran masyarakat kita meningkat dalam menjalankan ibadah kurban. Namun, kalau kita perhatikan di desa-desa tertentu jumlah masyarakat yang berkurban sangat sedikit. Hal ini menunjukkan tingkat ekonomi mereka barangkali relatif lebih rendah dibanding masyarakat kota atau bisa jadi kesadaran masyarakat desa terhadap ibadah kurban kurang kuat. Padahal selain ibadah kurban sebagai pendekatan pada Allah, ibadah kurban juga mengandung dimensi sosial yakni kepedulian sosial. Oleh karena itu, jika di masjid sekitar kita banyak yang menyembelih hewan kurban alangkah sangat baiknya jika sebagian daging-daging kurban tersebut dibagikan di lingkungan orang-orang miskin di pinggiran kota atau pedesaan. Daging-daging kurban itu pasti sangat dibutuhkan mereka dan dapat menggembirakan mereka di bulan haji. Dengan cara begitu, insyaallah ibadah kurban kita diterima oleh Allah SWT sebab mereka pasti akan ikut mendoakan orang-orang yang telah berkurban. Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah, Sebagai penutup khutbah Jumat ini, melalui mimbar selaku khatib saya mengajak hadirin sekalian untuk meningkatkan amal-amal sholih di bulan haji dan alangkah baiknya jika kita mampu membeli hewan kurban kita dapat melaksanakan ibadah kurban. Semoga Allah melipatgandakan amal-amal kita dan menerima ibadah kurban kita. Aamiin, aamiin, aamiin Ya Robbal ‘aalamiin.??????? ????? ???? ???????? ???? ????? ????????? ???????????? ???????????? ??????????? ????? ?????? ???? ?????????? ????????????? ??????????? ??????????? ?????????? ???????????? ??????????? ??????? ?????????? ???????? ???????????? ??????? ???? ??????????? ???????????? ???????? ???????? ????? ?????????????? ????? ???? ????????? ?????????????????? ??????? ???? ??????????? ???????????
Khutbah II?????????? ????? ??????? ????? ??????. ???????? ???? ????????? ?????? ???? ???????? ??? ???????? ????? ?????? ???? ?????? ????? ????? ?????? ?????????. ?????????? ????? ?????????? ???????? ???????????? ???????????? ????????????? ???????? ?????????????? ???????????????? ?????????????? ???????? ???????????????. ????? ????? ????????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ????????????? ?????? ????? ?????? ???? ??????????????? ??????? ????????? ????????? ???????????? ???????????????. ?????? ??????: ????? ???????? ?????????????? ???????? ??????? ????? ????????? ????????? ???????????? ??? ?????? ??????? ????? ??????. ???????????? ????? ?????????? ?????????? ??????????? ?????????????? ??????????? ?????????? ???????????????? ???????????????. ???????????? ????? ????? ?????????? ???????? ?????? ??????????. ??????? ????????????? ?????????????? ??????????. ?????? ??????? ?????????????? ?????????? ????? ?????????? ??? ???????? ????????? ??????? ??????? ???????? ??????????? ??????????. ????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????? ???? ?????????? ????????? ????? ????????? ????? ?????????? ????????????? ??????? ???? ?????????? ????????????? ????????? ????? ?????????? ????????? ??????? ???? ?????????? ????????? ????? ????????? ????? ?????????? ????????????? ??????? ???? ?????????? ????????????? ???? ????????????? ??????? ???????? ????????. ????? ??????? ???????????????? ???????????????? ????????????????? ???????????????? ????????????? ???????? ??????????????. ????? ??????? ?????? ?????????? ???????????? ???????????? ?????????????? ????????????? ??????????? ????????????? ??????????????? ?????????????? ???????????? ??? ?????? ??????? ????? ??????? ???? ????????? ????? ??????? ?????? ????????? ??????????????? ???????? ??????? ????? ????? ?????? ???????? ??????? ?????? ????? ????? ???????????? ??????????? ?????????????? ??????????? ???? ?????????? ????????? ???? ???????????? ????????????? ???????????? ?????????? ??????????? ?????????????. ???????????? ????? ??????????? ???????????? ?????????? ????? ????????
Moh. Muzakka Mussaif (Wakil Katib Syuriah PCNU Kab.Kendal)