Haflah Akhirussanah MDTU NU 06 Galih, Momentum Syukur dan Tegaskan Peran Madin


Gemuh, pcnukendal.com - Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Nahdlatul Ulama (MDTU NU) 06 Hidayatul Mubtadiin Desa Galih, Kecamatan Gemuh, menggelar Haflah Akhirussanah sekaligus tasyakuran pelepasan santri, Ahad (1/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut menjadi penanda berakhirnya tahun ajaran 1446/1447 Hijriah.

Haflah Akhirussanah diikuti para santri, dewan asatidz, serta wali santri. Turut hadir jajaran Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama beserta badan otonom, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) XVII yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Kepala MDTU NU 06 Hidayatul Mubtadiin, Kiai Mudzakir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan pendidikan di madrasah diniyah. Menurutnya, kemajuan madrasah tidak bisa dilepaskan dari kebersamaan dan kepedulian masyarakat.

“Saya berharap sinergi antara pengelola madrasah, masyarakat, dan organisasi keagamaan terus terjalin demi masa depan generasi penerus yang berakhlakul karimah. Madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membentengi anak-anak dari pengaruh negatif zaman,” tuturnya.

Ia menegaskan, pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Acara Haflah Akhirussanah juga dikemas dengan pengajian umum yang menghadirkan mubaligh asal Singorojo, KH Nasikin. Dalam mauidhah hasanahnya, ia mengingatkan para wali santri tentang pentingnya memberikan pendidikan agama kepada anak sejak usia dini, meskipun harus melalui proses dan pengorbanan.

“Hidup ini penuh inspirasi, bukan halusinasi. Menyekolahkan anak ke madrasah itu terasa sulit, tapi kalau sudah dijalani, manfaatnya luar biasa, baik untuk dunia maupun akhirat,” ujar KH Nasikin dengan gaya penyampaian yang sederhana dan membumi.

Ia juga menekankan bahwa kemampuan mengaji merupakan anugerah besar yang patut disyukuri. Menurutnya, meskipun seseorang merasa tidak memiliki banyak kemampuan, namun bisa membaca Al-Qur’an dan memahami ajaran agama adalah keistimewaan yang tidak dimiliki semua orang. (Auliya Rizqi AS/muf)

Informasi Berita Lainnya

Mahasiswa KKN STIK Kendal Edukasi Sikat Gigi...

Gemuh, pcnukendal.com - Upaya menanamkan pola hidup bersih dan sehat sejak usia dini dilakukan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi...

Unggul Mutlak, Ferhad Bisgovic Satha Terpilih...

Kaliwungu, pcnukendal.com - Ferhad Bisgovic Satha resmi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Krajankulon,...

Bupati Kendal Luncurkan Buku "Kaliwungu dalam...

Kendal, pcnukendal.com - Upaya merawat ingatan kolektif dan meneguhkan identitas sejarah Kaliwungu diwujudkan melalui peluncuran buku Kaliwungu...

Menuju Konferancab, PAC GP Ansor Brangsong...

Brangsong, pcnukendal.com - Menjelang pelaksanaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor...

Advertisement

Press ESC to close