
Kendal, pcnukendal.com - Momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama dimanfaatkan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kelurahan Jetis, Kecamatan Kota Kendal, untuk berbagi kepedulian.
Sebanyak 30 paket sembako cinta disalurkan kepada kaum duafa di sela-sela malam tirakatan Harlah ke-100 NU yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jetis bersama badan otonom dan lembaga, Jumat (30/1/2026) malam, di Aula Pertemuan Kelurahan Jetis.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan istighotsah, tahlil, dan doa bersama, yang diikuti warga Nahdliyin setempat dengan penuh khidmat. Selain sebagai ungkapan syukur atas usia satu abad NU, acara ini juga menjadi sarana meneguhkan nilai kepedulian sosial yang selama ini menjadi ciri khas jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Ketua LAZISNU Jetis, Jumain, menjelaskan bahwa puluhan paket sembako cinta tersebut berasal dari hasil pengelolaan kaleng sedekah, yang merupakan program unggulan LAZISNU.
“Pentasyarufan ini murni dari hasil kaleng sedekah warga. Inilah wujud nyata semangat dari umat, oleh umat, dan untuk umat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dana yang terkumpul dari recehan warga ternyata mampu memberikan manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan. Karena itu, LAZISNU Jetis berkomitmen untuk terus menjaga amanah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Salah satu penerima manfaat, Siamu, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, sembako cinta tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Benar-benar sangat bermanfaat bagi saya pribadi dan juga penerima lainnya. Semoga pengurus LAZISNU diberi kesehatan dan bisa istiqamah dalam mengemban amanah,” ungkapnya.
Sementara itu, Rais Syuriyah PRNU Jetis, Kiai Najmus Saqib, dalam sambutannya mengajak warga Nahdliyin untuk terus memegang teguh ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah serta memperkuat tradisi berinfak dan bersedekah melalui LAZISNU.
“Infak dan sedekah melalui LAZISNU bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menguatkan solidaritas sosial warga NU. Dari sinilah keberkahan jam’iyah itu tumbuh,” tuturnya.
Acara malam tirakatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan estafet perjuangan NU. Potongan tumpeng pertama oleh Ketua PRNU Jetis, Siyo, diberikan kepada Ketua IPNU Jetis, Nanda Abdul Ro’uf, sebagai simbol generasi penerus NU. Sementara potongan tumpeng kedua oleh tokoh perempuan NU Jetis, Hj. Mujiyah, diserahkan kepada Ketua IPPNU Jetis, Rara Alisnya At Thohiro. (J/muf)