
Weleri, pcnukendal.com - Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Anwar Pegeruyung, KH Zaenal Arifin, mengingatkan warga Nahdliyin agar tidak hanya larut dalam keramaian, tetapi juga memahami dan menguatkan nilai-nilai organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Pesan itu ia sampaikan dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Kecamatan Weleri di Gedung MWC NU Weleri, Ahad (1/2/2026).
Dalam tausiahnya, KH Zaenal Arifin menegaskan pentingnya keseimbangan antara berjamaah dan berjam’iyah. Menurutnya, berjamaah hanya bermakna berkumpul secara fisik, sementara berjam’iyah menuntut kesadaran berorganisasi secara sistematis dan berlandaskan aturan.
“Jangan sampai kita ramai hadir di kegiatan NU, tetapi tidak memahami ruh dan aturan jam’iyah. Bahkan ada yang aktif, namun justru memusuhi kebijakan organisasi karena tidak paham sejarah dan tujuan NU didirikan,” tegasnya.
Ia menekankan, warga NU wajib memahami sejarah, khittah, serta nilai-nilai dasar perjuangan organisasi agar loyalitas tidak berhenti pada simbol semata. Pemahaman tersebut, lanjutnya, menjadi kunci untuk membangun kesadaran kolektif dan mencegah perpecahan internal.
“NU ini besar karena nilai dan perjuangannya. Kalau tidak dipahami, yang muncul justru konflik dan saling menyalahkan,” tambahnya.
Puncak peringatan Harlah ke-100 NU ini merupakan rangkaian panjang kegiatan yang telah disiapkan MWC NU Weleri. Sejak awal Januari 2026, pengurus MWC NU Weleri menggelar Safari Istighosah ke 16 ranting NU se-Kecamatan Weleri sebagai upaya menyapa warga sekaligus menguatkan syiar NU di tingkat akar rumput.
Acara tasyakuran tersebut dihadiri oleh Rais Syuriyah MWC NU Weleri KH Maskun, Ketua Tanfidziyah MWC NU Weleri KH Taubat, jajaran pengurus lembaga, serta badan otonom NU.
Dalam sambutannya, KH Taubat mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk mensyukuri usia satu abad NU yang telah dilalui dengan penuh dinamika. Ia menegaskan bahwa menjaga dan membesarkan NU selama 100 tahun bukanlah perkara mudah.
“Tidak terasa NU sudah berusia satu abad. Selama seratus tahun ini tentu tidak mudah menjalaninya. Karena itu, saya berharap dukungan semua pihak untuk menyukseskan program kerja dan kebijakan NU ke depan,” ujarnya. (Baka/muf)