Oleh: Moh. Muzakka Mussaif
Khutbah I
?????????? ???? ???????? ????????? ???? ???????? ????????????? ???????? ???????? ??????????????? ?????????? ??????????????? ???? ??????????? ???????????? ???????? ???? ??? ?????? ?????? ????? ???????? ??? ???????? ????? ?????????? ????? ?????????? ???????? ???????????? ???? ??? ??????? ????????. ??????????? ????? ????????? ????? ???????? ?????????????? ????????????????? ??????? ????? ?????????? ????????????? ????? ?????? ????? ??????? ????? ??????????? ??????? ????????? ????? ?????? ????? ??????????????. ????? ????? ???????? ???? ????????? ??????????? ?????? ????? ??????????? ???????????. ??? ???????? ?????? ????? ????????? ????? ????? ????????? ????? ??????????? ?????? ?????????? ????????????
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Sebelum saya menyampaikan khutbah dengan tema “Jihad Melawan Hawa Nafsu”, terlebih dahulu marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu memberikan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita dapat hadir berkumpul di masjid ini untuk melaksanakan shalat Jumat bersama-sama. Selain itu, shalawat serta salam semoga selalu Allah limpahkan kepada Rasululllah SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya, khususnya kita yang hadir di masjid ini. Amin ya robbal ‘alamin. Selaku khatib, saya juga berwasiat kepada diri saya dan hadirin untuk selalu menguatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan cara meningkatkan ketaatan kita pada Allah SWT, yakni melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Jangan sekali-kali hati kita lalai kepada-Nya, janganlah kita mati kecuali dalam keadaan iman dan berserah diri pada-Nya.
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Besok pagi bangsa Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia. Sebab, bangsa Indonesia telah memperoleh kedaulatannya sebagai sebuah negara merdeka pada 17 Agustus 1945. Pemerolehan kemerdekaan RI ini sejarahnya sangat berbeda dengan negara-negara yang dimerdekakan oleh penjajahnya atau hadiah dari penjajahnya, seperti India, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, dan sebagainya. Namun, kemerdekaan RI ini diperoleh dengan perjuangan panjang dan susah payah dari rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda dan Jepang dengan mengorbankan ribuan hingga jutaan nyawa para pejuang dan harta yang tak terhitung jumlahnya dari para pejuang bangsa. Dengan semangat perjuangan bangsa dari berbagai penjuru Nusantara dan atas berkah dan rahmat Allah Allah Yang Maha Kuasa, maka rakyat Indonesia dapat memperoleh kemerdekaannya. Oleh karena itu, di samping kita mengucapkan puji syukur pada Allah SWT, kita juga harus menghargai dan mendoakan para pahlawan bangsa yang telah gugur seraya berjuang untuk mewujudkan cita-cita luhur mereka menjadikan negeri ini menjadi negeri yang gemah ripah lohjinawi, negeri yang adil makmur, dan baldatun thoyyibatun wa Rabbun ghofuur.
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Ungkapan syukur pada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan ini adalah kita sebagai anak-anak bangsa tentunya harus mempertahankan kemerdekaan ini dengan sekuat-kuatnya baik aspek kedaulatan teritorialnya, ideologinya, politik dan ekonominya, sosial budayanya, maupun aspek pertahanan dan keamanannya. Sebab, Indonesia dengan kekayaan sumberdaya alamnya yang melimpah dan sumberdaya manusianya yang baik dan banyak sangat potensial menjadi negara besar. Namun, sayangnya banyak anak bangsa yang mengelola negeri ini dengan tidak bijaksana. Kekayaan negeri yang melimpah ini kurang dikelola dengan baik, tetapi malah dijadikan rebutan kelompok-kelompok dan individu-individu untuk keuntungan kelompok mereka dan pribadi-pribadi mereka. Hal demikian inilah yang banyak merasuki hawa nafsu anak-anak bangsa. Mereka berebut kekuasaan sekaligus berebut asset-aset potensial negara. Banyak di antara mereka melupakan tujuan kemerdekaan dan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Hadirin, musuh-musuh kita saat ini bukanlah musuh-musuh yang tampak yang harus dihadapi dengan senjata dan alat perang. Namun, musuh-musuh besar kita saat ini adalah hawa nafsu yang bersemayam pada diri kita. Sebab, hawa nafsu yang berkobar itu akan mendorong setiap individu untuk melakukan banyak pelanggaran dan kemaksiatan.
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Musuh-musuh yang tampak dapat kita halau atau kita tepis dengan kekuatan fisik kita dan aparat keamanan kita, tetapi musuh-musuh yang tidak tampak, yakni hawa nafsu, justru sangat sulit dilawan. Sebab, para hadirin hawa nafsu yang bersemayam dalam diri kita itu selalu bertarung dengan hati kita yang fitrah. Di sinilah kemudian Rasulullah SAW menyampaikan bahwa perang yang paling berat adalah perang melawan hawa nafsu. Hal ini pernah ditegaskan Rasulullah SAW kepada kaum muslimin setelah selesai berperang melawan kaum kafir, “kita kembali dari perang/jihad yang kecil menuju perang yang besar”, seorang sahabat bertanya perang besar apa ya Rasulullah? Jawab Nabi “perang melawan hawa nafsu”. Dari hadist tersebut tampak bahwa perang melawan musuh atau penjajah yang tampak itu dikategorikan sebagai perang kecil yaitu perang yang mudah dihadapi dengan kekuatan fisik dan alat perang sedangkan perang melawan hawa nafsu atau musuh yang tidak tampak dikategorikan sebagai perang besar yakni perang yang sangat sulit untuk diatasi dan diselesaikan.
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Hawa nafsu merupakan sebuah daya dan kekuatan internal individual yang luar biasa yang muncul pada mahluk hidup termasuk manusia untuk melakukan aktivitas tertentu. Lebih-lebih lagi kondisi semacam itu dipicu dengan faktor internal seperti berita dan tayangan-tayangan media cetak dan elektronik yang menggoda serta tayangan sadistis, pornoaksi, dan pornografi yang kian merebak. Dorongan keinginan yang kuat tersebut bagi manusia pada umumnya dapat menutup intelektualitas, moralitas, bahkan spiritualitas. Akibatnya, kobaran hawa nafsu tersebut menguasai manusia untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma sosial, susila, dan agama. Kobaran hawa nafsu tersebut menjadikan manusia melakukan perbuatan-perbuatan keji seperti mabuk-mabukan, mencuri, manipulasi, korupsi, kolusi, nepotisme, suka menghasut, memeras, memfitnah, mengadu domba, dan masih banyak lagi. Naudzubillah min dzalik.
Pendeknya para hadirin, kobaran nafsu tersebut terus menjajah dan menguasai manusia sehingga dapat menutup telinga, mata, dan hati manusia dari hal-hal yang baik. Oleh karena itu para hadirin, sebagai muslim yang beriman kita harus berjuang melawan hawa nafsu tersebut dengan cara meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Mulailah dari diri kita sendiri, keluarga kita, lingkungan kecil kita, dan lingkungan yang lebih luas lagi sehingga negeri kita dan alam semesta, terutama kaum muslimin menjadi aman, damai, dan sejahtera.
?????? ???????????? ?????????????? ??????
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Sebab dalam diri kita terdapat dua sifat yang saling bertentangan yaitu dorongan untuk berbuat keji dan berbuat takwa.
????????????? ??????????? ?????????????
Artinya: Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya (QS. Assyams: 8).
Oleh karena itu, para hadirin, sebagai orang yang beriman kita harus memilih jalan takwa. Sebab, semakin kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah maka dorongan untuk berbuat keji itu dapat direduksi atau ditepis, tetapi jika kita mengikuti hawa nafsu atau dorongan berbuat keji, maka secara otomatis kadar ketakwaan kita semakin lenyap.
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Kita tahu, sering sekali persoalan politik bangsa belum bisa lepas dengan saling fitnah dan adu domba. Dampak darinya itulah yang selalu menimbulkan gejolak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Gejolak kecil maupun gejolak besar yang muncul diberbagai tempat itu, tidak terlepas dari dorongan nafsu anak-anak bangsa untuk berebut kekuasaan, kedudukan, dan harta benda. Akibatnya, kita menjadi lengah ketika ada pihak ketiga yang ingin mengacaukan negara kita dan ingin menjajah kita. Melihat fenomena semacam itu, kita harus waspada. Sebagai hamba Allah dan warganegara yang baik, kita harus waspada dan berpikir keras dalam melihat fenomena disintegrasi bangsa dan berbagai masalah isu SARA yang muncul di negeri ini baik yang pernah terjadi dan yang masih terjadi di penjuru negeri. Terlebih lagi di tengah persoalan politik kita yang menghangat pasca Pemilu dan menjelang Pilkada serentak di negeri kita. Kejadian semacam itu amat mudah terjadi di negeri majemuk ini dan akan terus berlangsung sepanjang diri manusia masih dikuasai oleh kobaran nafsunya. Bila hal itu terus berkembang dan tidak teratasi, maka negeri ini menjadi tidak aman dan tidak kondusif bagi penduduknya maupun bangsa lain yang akan berkunjung di negeri ini.
Hal demikian pasti akan berdampak buruk, yakni negara kita akan hancur dan kemerdekaan bangsa pun akan lenyap. Oleh karena itu, sebagai muslim yang cerdas, kita harus berhati-hati, cerdik, dan arif dalam menyikapi persoalan bangsa yang besar ini. Hilangkan negative thinking (su’udzon) serta hindari perbuatan saling tuduh dan fitnah. Janganlah sekali-kali kita memandang negatif saudara kita sendiri sebab Islam senantiasa mengajarkan keselamatan, cinta kasih, dan perdamaian. Ingatlah kita tak akan dapat memerangi tukang fitnah dan provokator kalau kita juga menjadi tukang fitnah dan provokator. Ingatlah bahaya fitnah dan dosa fitnah yang sangat besar sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Alquran:
?????????? ??????? ???? ????????
(Sesungguhnya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan).
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Siapakah sebenarnya yang berdiri di balik itu semua? mereka itulah manusia yang dikuasai oleh hawa nafsunya, mereka itulah kaum imperialis yang ingin menguasai dunia dengan cara-cara keji. Oleh karena itu, sebagai bangsa yang berdaulat, dan sebagai muslim sejati kita harus bersatu padu untuk berjihad melawan hawa nafsu kita sendiri dengan berpegang teguh pada ajaran Allah SWT. Ingatlah firman Allah :
?????????????? ???????? ??????? ????????? ?????? ????????????
Artinya: Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan janganlah bercerai-berai. Di samping kita bersatu merapatkan barisan, para hadirin, kita juga harus bergotong royong, tolong menolong, dan mengajak kepada sesama anak bangsa untuk selalu berbuat baik, bekerja produktif, serta mencegah perbuatan-perbuatan zalim dan kontraproduktif. Pendeknya kita harus tolong-menolong untuk membangun karakter bangsa dan memperbaiki citra bangsa ini. Allah berfirman:
????????????? ????? ???????? ????????????? ? ????? ??????????? ????? ????????? ??????????????
Sebab para hadirin, kondisi negeri yang kurang kondusif ini tidak akan bisa menjadi kondusif apabila kita sebagai anak bangsa berpangku tangan, bermalas-malasan, lebih-lebih lagi terpancing gejolak hawa nafsu, maka cita-cita luhur pendiri bangsa yang agung itu pun tidak akan tercapai. Allah menegaskan dalam Alquran yang berbunyi:
????? ??????? ??? ????????? ??? ???????? ?????? ???????????? ??? ???????????????
Artinya: Sungguh Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum (bangsa) sebelum mereka berusaha merubah keadaan yang ada pada diri mereka (QS. Arra’du:11).
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Sebagai penutup khutbah pertama ini, marilah kita berintrospeksi secara individual maupun kolektif. Sebagai hamba Allah dan warga negara yang baik, sudahkah kita melakukan yang terbaik buat bangsa ini, sudahkah kita berjuang untuk bangsa ini dengan sebaik-baiknya, sudahkah kita berupaya untuk memerangi tindakan-tindakan kotor dan keji pada diri kita, sudahkah kita berupaya menundukkan hawa nafsu yang bersemayam dalam diri kita?. Kalau belum mari bersegeralah sebelum kita benar-benar merugi
??????? ???? ??? ???????? ??? ?????????? ???????????? ??????????? ???????????? ??????????? ???? ????? ???????? ??????????? ??????????? ????? ?????? ?????????? ??????????? ????????? ???? ??????????? ??????????? ?????????? ??????? ????? ????????????? ????? ?????????? ??????? ???? ?????????? ??????????