Khutbah Jumat: Menggapai Kekhusyukan dalam Salat

...

Oleh: Moh. Muzakka Mussaif

Khutbah I

?????????? ????? ?????????? ???? ???????? ???????? ???????? ???????????? ????????? ???? ????????????? ???????????? ???????? ???????? ?????????? ???????????? ????? ???????? ?????? ??????????? ?????????????. ???????????? ???????????? ????? ?????????? ???????????? ????????? ?????? ??????????? ??????? ????? ?????????? ?????????? ?????????????? ??????????? ????? ?????? ??????????. ?????? ????? 

????? ??????? ????? ??????????? ??????? ????????? ????? ?????? ????? ??????????????. ????? ????? ???????? ??? ????????? ??????????? ?????? ????? ??????????? ???????????. ??? ???????? ???????? ????????? ????? ????? ????????? ????? ??????????? ?????? ?????????? ???????????? 

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah

Sebelum saya menyampaikan khutbah dengan tema Menggapai Kekhusyukan dalam Salat saya selaku khatib tidak henti-hentinya mengingatkan dan berwasiat pada diri sendiri dan hadirin sekalian untuk senantiasa memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga pada siang ini kita dapat menunaikan salat jumat di masjid ini tanpa kendala apapun.

Selain itu, selawat dan salam semoga tetap tercurah pada uswah kita Nabi Muhammad SAW, dan semoga pula mengalir pada keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya termasuk kita yang hadir di masjid ini.

Ungkapan rasa syukur kepada Allah tersebut mari kita wujudkan dalam bentuk peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab dengan peningkatan kadar iman dan takwa itulah kita dapat menggapai berkah dan rido-Nya. Tiada tolok ukur lain derajat kemuliaan manusia di sisi Allah kecuali derajat ketakwaannya. Hal ini sudah ditegaskan dalam Alquran Surat Alhujurat: 13 yang berbunyi :

????? ???????????? ?????? ??????? ???????????

Artinya : Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu sekalian.

Oleh karena itu, para hadirin, khatib selalu berwasiat agar janganlah sekali-kali kita mati kecuali dalam keadaan iman dan Islam 

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Kita sebagai orang-orang mukmin tentu akan sangat beruntung dan merasa bahagia apabila dapat menggapai salat khusyuk terlebih lagi dapat menjaga salat kita. Mengapa kita beruntung dan bahagia? Sebab, dengan mendapatkan kekhusukan dalam salat dan mampu menjaga salat itu, kita akan dapat mencapai puncak kebahagiaan dan kenikmatan. Sebab, kelak kita akan menjadi pemawaris surga Firdausy, yaitu tingkatan surga yang paling tinggi di hadapan Allah, yakni akan menempati surganya para nabi dan rasul, serta orang-orang saleh.

Terkait dengan itu, Allah telah menegaskan dalam firmannya yaitu pada Alquran Surah Almu’minun ayat 1-2. Pada ayat-ayat tersebut ditegaskan oleh Allah SWT bahwa salah satu kriteria orang-orang mukmin yang beruntung adalah yang khusuk dalam salatnya. Berikut bunyi ayatnya:

???? ???????? ??????????????? ?

?????????? ???? ???? ????? ?????? ???????????

Artinya: (1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang mukmin, (2) Yaitu yang khusyu’ dalam salatnya.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Dari ayat tadi, sangat jelas bahwa orang yang sholatnya khusuk balasannya dari Allah sangat luar biasa tingginya. Persoalannya sekarang, adalah salat khusyuk itu apa dan bagaimana? Apakah salat kita itu sudah khusyuk atau belum?. Inilah yang harus kita pahami bersama.

Berdasarkan makna harfiyahnya khusyu mengandung banyak makna di antaranya adalah tunduk, pasrah, merendah, diam, perlahan, tak bergerak.

Secara istilah khusyu’ mengandung arti: kelembutan dan ketenangan hati yang berfungsi menghindari keinginan yang memperturutkan hawa nafsu, serta kepasrahan di hadapan ilahi yang dapat melenyapkan rasa keangkuhan, kesombongan, dan tinggi hati.

Dari makna harfiyah dan istilahiyah muncullah banyak pendapat dari ahli fikih dan tafsir terkait salat khusuk Kebanyakan mereka mendefinisikan bahwa salat khusyuk adalah kondisi hati yang penuh dengan ketakutan, mawas diri, dan tunduk pasrah di hadapan Allah. Kemudian semua itu membekas dalam gerak gerik anggota badan yang penuh khidmat dan konsentrasi dalam salat, bila perlu menangis kepada Allah sehingga tak mempedulikan yang lain.

Hadirin rahimakumullah,

Setelah kita ketahui pengertian salat khusyuk, muncul pertanyaan berikutnya, bagaimanakah kita menggapai kekhusukan salat itu?. Tentu hal itu bukan perkara mudah para hadirin. Meskipun untuk mencapainya tidak mudah, tetapi sebagai hamba Allah yang beriman dan bertakwa, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk dapat menggapainya.

Hadirin, persoalan kiat-kiat atau teknik menjadikan salat khusuk itu, memang sering dibahas dalam berbagai halaqah di kalangan kaum muslimin, dibahas pula dalam berbagai seminar dan diskusi, bahkan saking getolnya untuk menggapainya, kita sering juga membaca dan atau mendengar iklan kursus-kursus salat khusyuk. Kegiatan itu makin banyak peminatnya, kegiatan itu diselenggarakan mulai dari paket sederhana di majlis taklim, musala, hingga paket mewah yang diselenggarakan di hotel berbintang yang maharnya sampai jutaan rupiah. Dari kegiatan itu, timbul lagi pertanyaan baru lagi, apakah dengan mengikuti kursus itu secara otomatis, begitu selesai kemudian dijamin salatnya khusyuk?. Wallahu a’lam.

Hadirin rahimakumullah,

Meskipun untuk menggapai kekhusyukan dalam salat itu cukup sulit, tetapi kita harus berusaha menggapainya. Hujjatul Islam Imam Ghozali ra dalam kitab Bidayatul Hidayah  menyebutkan 6 metode agar salat kita dapat menggapai kekhusyukan:

  1. Khudhrul qalbi : fokuskan hati untuk Allah saja

2. Tafahhum: memahami makna bacaan-bacaan dalam salat

3. Atta’dhiim: tawadhu’ atau rendah hati, merasa sangat kecil di hadapan Allah

4. Alhaibatu: takjub terhadap kekuasaan Allah, sebab yang ada adalah ciptaan Allah dan milik Allah.

5. Arraja’ : berharap salat dan ibadahnya diterima oleh Allah.

6. Alhaya’: malu atas segala salah dan dosa yang telah dilakukan.

Enam cara itu para hadirin, kalau kita berusaha sekuat hati, rasa, dan pikiran kita, cepat atau lambat insya Allah kita akan dapat melakukan salat khusyuk atau menuju ke khusyuk

Hadirin Sidang Jumat rahimakumullah,

Kalau  kita sudah dapat melakukan salat khusyuk sebagaimana penjelasan tadi apakah dengan serta merta kelak mewarisi surga firdaus?. Jawabannya bisa ya dan bisa tidak. Mengapa? Sebab sholat itu tidak semata-mata dikerjakan pada waktu salat saja, akan tetapi didirikan dan dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, salat khusyuk itu harus terpancar dalam diri pelakunya dalam pikiran, lisan, dan tindakannya. Sebab hakikat orang mendirikan salat itu adalah berzikir kepada Allah. Hal itu ditegaskan Allah dalam Alquran Surah Thoha: 14 yang berbunyi :

???????? ?????????? ??????????

Artinya : Dirikanlah salat, untuk mengingatku.

Dari ayat itu sangat jelas, bahwa perintah salat itu ditujukan kepada kita hamba Allah agar selalu mengingat kepada Allah. Perintah mengingat Allah itu tidak semata-mata pada saat kita melaksanakan salat saja, tetapi  perintah mengingat Allah itu harus dilakukan sepanjang waktu hidup kita. Jadi, kalau kita dapat khusyuk ketika mengerjakan salat, kemudian di luar salat kita melakukan tindakan-tindakan yang dilarang oleh Allah maka kita belum mendapatkan kekhusyukan salat dengan sempurna.

Sebagai ilustrasi, bila ada seseorang yang dalam mengerjakan salatnya dengan khusyuk sampai menangis dan meneteskan air mata, tetapi di dalam kehidupan sehari-harinya tidak dapat menjaga pikiran dan lisannya, sehingga melakukan perbuatan ghibah (membicarakan aib orang lain), namimah (adu domba), mencela orang dan berbuat fitnah maka salatnya masih jauh dari salat khusyuk

Contoh lain, jika ada orang melakukan salat dengan khusuk, tetapi di luar salat mereka melakukan perbuatan-perbuatan munkar seperti mencuri, berjudi, minum khomer, berzina, dan sebagainya, mereka pun tidak dapat menggapai kekhusyukan salat. Sebab, salatnya belum sesuai dengan hakikatnya yakni berzikir kepada Allah.

Di samping itu, juga salatnya belum sesuai dengan fungsinya, yakni mencegah perbuatan keji dan mungkar. Jadi, salat khusyuk itu para hadirin, tidak semata-mata dilakukan pada waktu salat saja, tetapi juga harus tampak dalam pancaran kehidupan sehari-harinya sebagai orang yang bertakwa pada Allah SWT. Sebab, fungsi salat yang sesungguhnya telah ditegaskan Allah dalam Alquran Surah Al-Ankabut: 45 yang berbunyi:

????? ?????????? ??????? ???? ????????????? ????????????? ?

Artinya: Sesungguhnya salat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Salat yang dikerjakan tidak sesuai tujuan dan fungsinya, sekalipun dilakukan dengan tenang hingga menetesakan air mata itu hasilnya sia-sia belaka. Karena orang yang salat demikian ini, berzikir pada Allah hanya pada saat melaksanakan salat saja. Kalau kita menengok Alquran Surah Alma’un: 4-5, orang yang demikian ini termasuk orang yang lalai dalam salat bahkan orang-orang tersebut akan celaka atau dimasukkan dalam neraka Wail.

     ???????? ????????????????? 

?????????? ???? ???? ??????????? ??????????

Terlebih lagi para hadirin, jika salatnya tidak mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar dikategorikan oleh Rasulullah termasuk salat yang tidak diterima oleh Allah.

Dalam hadis Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Barangsiapa yang salatnya tidak dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, tidak menambahnya sholatnya di sisi Allah kecuali menambah murka dan menambah jauh dari Allah SWT.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Akhirnya melalui mimbar ini saya mengajak diri saya sendiri dan hadirin untuk berusaha sekuat hati untuk meningkatkan kualitas salat kita, yakni untuk mendapatkan kekhusyukan yang sempurna, agar kelak menjadi pewaris surganya para nabi dan rasul serta orang-orang saleh. Mari kita makmurkan masjid dengan salat berjamaah, sebelum kita benar-benar merugi.

Khutbah II

????? ???? ????? ??????????? ??????????? ???? ????? ???????????? ???????????????. ?????????? ???? ??? ?????? ?????? ????? ??????? ???????? ??? ???????? ???? ?????????? ???? ?????????? ?????????? ???????? ???????????? ????????? ???? ???????????. ???????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ????????????? ????????? ??????????? ????????

?????? ?????? ????? ???????? ???????? ????????? ????? ??????? ?????? ???????????? ?????? ????? ???????????? ????? ????? ?????????? ???????? ?????? ?????? ?????????? ???????? ?????? ???????? ?????????? ??????? ???????? ????? ????? ?????????????? ??????????? ????? ???????? ?? ???????? ?????????? ???????? ???????? ???????? ???????????? ???????????. ???????? ????? ????? ?????????? ????????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? ??? ?????????? ????????? ??????? ???????????? ?????????? ???????????? ???????????????? ??????? ????????? ???? ???????????? ?????????????? ????? ?????? ??????? ?????????? ??????? ?????? ????????? ???????????? ???????????????? ?????????? ?????????????? ?????? ??????????? ??????????? ????????? ??????? ?????? ???????? ???????????? ??? ???????? ?????????????? ????????? ??????? ???????????????? ???????????????? ????????????????? ???????????????? ??????????? ???????? ?????????????? ???????? ??????? ???????????? ????????????????? ????????? ????????? ????????????????? ????????? ????????? ????????????????? ????????? ???? ?????? ????????? ????????? ???? ?????? ??????????????? ?? ??????? ????????? ????????? ??????? ??????????? ????? ?????? ?????????. ???????? ??????? ?????? ?????????? ???????????? ?????????????? ??????????? ???????? ??????????? ??????????? ??? ?????? ??????? ????? ?????? ???? ????????? ????????????????? ??????? ????????? ???????????? ??????????????? ??????? ??? ????? ??????????????. ???????? ?????? ??? ?????????? ???????? ????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ????????. ???????? ????????? ??????????? ?????? ???? ???????? ????? ????????????? ????????????? ???? ??????????????. ???????????? ! ????? ????? ??????????? ??????????? ?????????????? ?????????? ??? ?????????? ????????? ???? ??????????? ????????????? ?????????? ?????????? ??????????? ????????????? ??????????? ????? ??????????? ???????????? ????????????? ????? ???????? ?????????? ?????????? ????? ???????

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close