Khutbah Jumat: Pemimpin yang Ideal

...

Oleh: Moh Muzakka Mussaif

Khutbah I

????????? ????? ???????? ???????????? ??????? ?????????????? ???????????? ??????????? ???????????? ??????????????? ???????????????? ??????????? ???????????? ?????????????. ???????? ???? ??? ?????? ??????????? ???????? ??????????? ???? ?????????? ???? ?????????? ???????? ???????????? ?????????? ????????. ????? ????? ????????? ????????? ????? ?????????? ????????? ??????? ????? ?????????? ??????????????? ??????????????. ?????? ??????? ????? ??????? ????????????? ???????????? ?????????? ????????? ????? ??????????? ??????????? ????????????. ??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ????? ????????? ????? ?????????? ?????? ?????????? ???????????? ????????????? ??????? ?????? ???????? ?????????? 

?????? ????? ????? ???????? ??? ????????? ??????????? ???????? ??????? ???? ???????????? ???????????? ?????? ????? ??????????? ???????????:??????? ???????? ???? ??????? ?????? ?????? ?????? ?????? ?????? ??????? ????????? ???????????? ???? ???????? ??????? ???????? ????????????? ?????? ????????????? ??? ????????? ??????? ???????? ??????????? ????? ??????? ????? ??????? ??????? ?????????????????. ,??????? ?????? ????? ???????? ?????????: ????????? ????? ??????????? ?????????? ???? ???????????. ?????? ????? ??????????? ???????? ?????????? ?????????? ??????????? ???????? ????? ?????? ???? ?????????????? ???????????????? 

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Sebelum saya menyampaikan khutbah dengan tema Mencari Pemimpin yang Ideal, marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat, hidayat, dan kenikmatan yang tiada terhingga kepada kita sehingga sampai sekarang ini kita masih dapat berkumpul di masjid ini untuk menunaikan shalat Jumat secara berjamaah semoga kenikmatan Allah ini senantiasa tercurah kepada kita hingga akhir hayat kita. Selawat dan salam semoga tetap terlimpah kepada penghulu umat manusia, Rosulullah SAW, keluarganya, para sahabatnya, para pengikutnya, terutama yang hadir di tempat suci ini.

Di samping itu, selaku khatib saya juga akan berwasiat kepada diri saya sendiri dan jamaah ini untuk senantiasa meningkatkan kadar ketaqwaan kepada Allah SWT kapan saja dan dimana saja kita berada. Yaitu dengan cara menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, serta janganlah kita mati kecuali dalam keadaan iman dan Islam.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Sebagai umat Islam sekaligus warga negara yang baik, kita mempunyai tanggung jawab, hak dan kewajiban yang sangat besar untuk ikut menentukan dan memilih figur calon pemimpin di semua lapisan masyarakat. Sebab, jika kita cuci tangan dan tidak peduli terhadap persoalan tersebut berarti kita tidak mempunyai arti apa-apa di negeri ini. Sebab, dengan menentukan atau memilih pemimpin yang baik berarti kita telah memberikan langkah awal yang baik untuk membangun daerah dan negeri kita yang lebih baik, maju, dan makmur di masa yang akan datang. Akan tetapi sebaliknya jika kita tidak peduli terhadap proses tersebut, bahkan menganggap sepele atau main-main dalam menentukan pemimpin ini, maka kita termasuk kategori umat Islam dan warga negara yang tidak bertanggungjawab, bahkan bisa jadi kelak kita akan dituding anak cucu kita sebagai orang-orang yang menghancurkan negeri ini. 

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah

Syarat utama pemimpin yang mayoritas penduduknya muslim adalah kader bangsa yang muslim dan mukmin. Sebab, kader tersebut tentu dalam mengambil kebijakan akan senantiasa dilandasi oleh keimanan dan keislamannya. Sebaliknya, kita dilarang oleh Allah memilih pemimpin dari kaum kafir terlebih juga zalim. Sebab, dapat dipastikan pemimpin tersebut akan mengambil kebijakan dengan caranya sendiri bahkan bisa diprediksikan kebijakan tersebut akan merugikan orang-orang mukmin. Hal itu ditegaskan oleh firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 28, yang berbunyi:

??? ????????? ??????????????? ????????????? ???????????? ???? ?????? ???????????????? 

Artinya: Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir sebagai wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin.

Hadirin rahimakumullah,

kita wajib bersyukur bahwa para calon pemimpin kita yang akan kita pilih semuanya kader-kader bangsa yang mukmin dan muslim. Oleh karena itu, meskipun kader-kader bangsa tersebut muslim, sebagai muslim tentu kita harus memilah-milah, menimbang-nimbang, dan menilai secara objektif sehingga kita dapat menentukan yang terbaik di antara mereka. Bukan coba-coba memilih pemimpin dengan berdasarkan like and dislike, suka tak suka.

Kita wajib memilih tokoh berdasarkan kapasitas, kapabelitas, visi dan misi, serta akhlaknya. Hal tersebut sangat berkaitan dengan kebijakannya nanti dan cara kerjanya di masa yang akan datang. Kalau kita memilih pemimpin yang kurang baik, maka agama dan dan pendukungnya pun pasti menjadi taruhannya. Sebab, bisa jadi tokoh muslim tersebut akan diolok-olok oleh orang-orang kafir dan orang-orang di luar sana. Bukankah kita tidak menginginkan pemimpin kita menjadi bahan olok-olok sehingga agama kita juga menjadi bahan ejekan orang-orang kafir.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Untuk mendapatkan figur terbaik di antara mereka, kita bisa mengacu standar pemimpin ideal kaum muslim yaitu Rasulullah SAW. Beliau adalah sosok pemimpin yang disayangi kaum muslimin, dihormati dan disegani oleh kaum kafir. Sebab beliau adalah tokoh yang cerdas, amanah, adil, jujur, politikus dan negarawan yang santun, yang senantiasa  mengayomi umatnya, pemimpin agama dan negara yang demokratis, dan masih banyak lagi predikat terbaik lainnya. Pendeknya, dialah uswah hasanah, teladan yang baik. Hal itu ditegaskan oleh Allah dalam Alquran Surat Al-Ahzab, ayat 21 yang berbunyi:

?????? ????? ?????? ???? ???????? ??????? ???????? ???????? 

Artinya: Sungguh apa yang ada pada diri Rosulullah adalah contoh teladan yang baik bagimu.

Hadirin, memang untuk memilih pemimpin sekelas Rasul itu tidak mungkin. Akan tetapi, sekurang-kurangnya kita dapat memilih tokoh yang mendekati karakter Rasul atau sahabat-sahabatnya. Sebab figur demikian pasti mengikuti jejak Rasul.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Syarat kedua pemimpin bangsa yang ideal adalah pemimpin yang membawa rahmat bagi alam semesta. Pemimpin yang demikian pasti akan mengayomi, melindungi, memelihara, dan memperhatikan sumber daya manusia dan alam semesta serta tidak akan berbuat aniaya bagi keduanya. Pemimpin pengayom rakyat ini harus kita dapatkan sebab pemimpin ini akan menyayangi rakyat sehingga membuat rakyat menjadi tenang, aman, dan damai.

Dengan cinta kasih sayang dari pemimpin tersebut maka kesadaran rakyat akan tumbuh besar untuk bahu-membahu, tolong-menolong  membangun daerah ini dengan senang dan ikhlas tanpa ada paksaan dan kekerasan.

Dengan kesadaran yang tinggi dari rakyat tersebut pemimpin akan menjadi cukup ringan dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa. Begitu pula pemimpin yang menyayangi sumber daya alam, tentu mereka tidak sewenang-wenang melakukan eksploitasi alam besar-besaran hanya untuk meningkatkan pendapatan negeri atau bahkan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Namun sebaliknya, ia akan mempertimbangkan masak-masak dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Pemimpin yang mempertimbangkan kedua hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pemimpin pembawa rahmat, yakni pemimpin yang mengikuti jejak Rasul sebab Rasululullah diutus di muka bumi ini untuk membawa rahmat bagi alam semesta. Hal itu ditegaskan Allah SWT dalam Alquran Surat Al-Anbiya, ayat 107 yang berbunyi:

????? ???????????? ?????? ???????? ???????????????

Artinya: Dan Aku (Allah) tidak akan mengutus kamu (Muhammad) kecuali untuk menjadi rahmat bagi alam semesta.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Satu lagi yang menjadi syarat pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bukan penguasa, yakni pemimpin yang berjiwa pengabdi dan pelayan masyarakat. Pemimpin yang demikian ini pasti akan sangat arif dan bijaksana dalam mengatur rakyatnya; pemimpin yang sangat demokratis; pemimpin yang mampu merangsang rakyatnya untuk maju. Selanjutnya, pemimpin yang demikian ini bisa diprediksikan tidak akan menguasai rakyatnya dengan kekuasannya, tidak akan bertindak otoriter, tidak akan menindas rakyatnya. Pemimpin demikian juga tidak akan emosional dalam merespon persoalan-persoalan besar. Konsep kepemimpinan demikian adalah kepemimpinan islami. Contoh kepemimpinan tersebut ada pada Rasulullah dan para sahabatnya.

Konsep semacam itu tampak jelas dalam karakter imam dan makmum dalam shalat. Makmum wajib mengikuti gerakan imam, makmum akan selalu patuh dan tunduk pada imam sepanjang imam tersebut masih berjalan dalam rel yang benar, sebaliknya makmum akan mengingatkan imam dengan cara yang baik apabila imam melakukan kesalahan atau lupa.

Konsep semacam itu sebenarnya dapat dijadikan pedoman bagi pemimpin daerah ini, kalau pemimpin berjalan dalam rel yang benar insya Allah rakyatnya akan mengikuti langkah-langkah kebenaran tersebut. Tetapi sebaliknya, jika pemimpin berjalan di luar jalur yang benar maka rakyat akan terpecah belah, satu kelompok akan mengikuti kesalahannya bahkan bisa berjalan seenaknya tanpa kendali dan kelompok lain akan berontak melawan pemimpinnya. Hal ini tentu tidak kita harapkan terjadi di daerah ini.

Hadirin rahimakumullah,

Konsep keteladanan pemimpin semacam ini sebenarnya juga tercermin dalam konsep pendidikan kita seperti yang dirumuskan  Ki Hadjar Dewantara, ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.  Artinya: jika seseorang (pemimpin) berada di depan maka harus memberikan keteladanan bagi rakyatnya; jika berada di tengah maka harus membangun dan menampung kehendak dan aspirasi rakyatnya; tetapi jika berada di belakang  maka harus memberikan dorongan penguatan bagi rakyatnya.

Hadirin sekalian,

kita dapat membayangkan, betapa damai dan sejahteranya daerah ini jika dipimpin oleh pemimpin yang demikian. Semoga kita segera mendapatkan pemimpin yang mendekati ideal pada pilkada yang akan datang amin-amin-amin ya Rabbal ‘alamin.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Akhirnya, melalui khutbah ini saya mengajak hadirin untuk bersama-sama menyukseskan pemilihan umum, pilkada, pilkades, dan sejenisnya dengan penuh suka cita. Sebab pemilihan pemimpin publik dalam berbagai jenjang sangat penting bagi pembangunan di masa yang akan datang. Janganlah sekali-kali kita mengharapkan sesuatu yang tidak jelas, janganlah sekali-kali nilai keimanan dan keislaman kita ditukarkan dengan uang dan jabatan yang tidak seberapa.

Berdoalah kepada Allah mohon petunjuk-Nya sehingga kita diberikan jalan yang benar dalam menentukan pilihan.

??????? ???? ??? ???????? ??? ?????????? ???????????? ??????????? ???????????? ??????????? ???? ????? ???????? ??????????? ??????????? ????? ?????? ?????????? ??????????? ????????? ???? ??????????? ??????????? ?????????? ??????? ????? ????????????? ????? ?????????? ??????? ???? ?????????? ??????????

Khutbah II

?????????? ???? ????? ??????????? ??????????? ???? ????? ???????????? ???????????????. ?????????? ???? ??? ?????? ?????? ????? ??????? ???????? ??? ???????? ???? ?????????? ???? ?????????? ?????????? ???????? ???????????? ????????? ???? ???????????. ???????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ????????????? ????????? ??????????? ????????

?????? ?????? ????? ???????? ???????? ?????????????? ??????? ?????? ???????????? ?????? ????? ???????????? ????? ????? ?????????? ???????? ?????? ?????? ?????????? ???????? ?????? ???????? ?????????? ??????? ???????? ????? ????? ?????????????? ??????????? ????? ???????? ?? ???????? ?????????? ???????? ???????? ???????? ???????????? ???????????. ???????? ????? ????? ?????????? ????????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? ??? ?????????? ????????? ??????? ???????????? ?????????? ???????????? ???????????????? ??????? ????????? ???? ???????????? ?????????????? ????? ?????? ??????? ?????????? ??????? ?????? ????????? ???????????? ???????????????? ?????????? ?????????????? ?????? ??????????? ??????????? ????????? ??????? ?????? ???????? ???????????? ??? ???????? ??????????????

????????? ??????? ???????????????? ???????????????? ????????????????? ???????????????? ??????????? ???????? ?????????????? ???????? ??????? ???????????? ????????????????? ????????? ????????? ????????????????? ????????? ????????? ????????????????? ????????? ???? ?????? ????????? ????????? ???? ?????? ??????????????? ?? ??????? ????????? ????????? ??????? ??????????? ????? ?????? ?????????. ???????? ??????? ?????? ?????????? ???????????? ?????????????? ??????????? ???????? ??????????? ??????????? ??? ?????? ??????? ????? ?????? ???? ????????? ????????????????? ??????? ????????? ???????????? ??????????????? ??????? ??? ????? ??????????????. ???????? ?????? ??? ?????????? ???????? ????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ????????. ???????? ????????? ??????????? ?????? ???? ???????? ????? ????????????? ????????????? ???? ??????????????. ???????????? ! ????? ????? ??????????? ??????????? ?????????????? ?????????? ??? ?????????? ????????? ???? ??????????? ????????????? ?????????? ?????????? ??????????? ????????????? ??????????? ????? ??????????? ???????????? ????????????? ????? ???????? ?????????? ?????????? ????? ????????

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close