Oleh: Muhammad Umar Said, Ketua PC PERGUNU Kendal
Dalam Al-Qur'anul Karim disebutkan ada 4 kriteria anak, yaitu sebagai berikut :
- Anak sebagai Perhiasan ( ????)
Yang dimaksud perhiasan yaitu, bahwa anak merupakan kesenangan dan sekaligus kebanggaan orang tua. Namun demikian, karena disebut sebagai perhiasan, maka bersifat sementara, yaitu hanya di dunia. Ibarat seseorang yang memakai cincin, gelang atau kalung, sifat nya sebentar, habis itu pasti dilepas juga. Seperti memiliki anak yang pandai, jadi sarjana, jadi dokter, insinyur, pengusaha, pejabat dan lain-lain. Semua itu hanya perhiasan yang bersifat sementara, yaitu kesenangan ( ????) di dunia. (Lihat Q.S. Al-Kahfi : 46).
- Anak sebagai Musuh ( ???)
Anak disebut sebagai musuh, karena anak tidak diajarkan ilmu agama yang cukup, akhirnya anak tumbuh sebagai anak yang tidak taat kepada Allah, suka berbuat onar, maksiat, durhaka kepada orang tua. Berani kepada orang tua, sering menyakiti bahkan banyak anak yang tega membunuh orang tuanya. (Lihat Q.S. At-Taghabun : 14).
- Anak sebagai Fitnah.
Hadirnya anak seringkali menjadi fitnah (cobaan) bagi orang tua. Demi sayang dengan anak, orang tua siang malam banting tulang mencari rejeki buat anak, hingga orang tua lupa beribadah, tidak melakukan shalat, kikir dalam beramal. Yang dipikirkan hanya bagaimana bisa mengumpulkan uang sebanyak-banyak untuk diwariskan kepada anak-anaknya, bahkan hingga cucu-cucunya. (Lihat Q.S. At-Taghabun: 15).
Orang tua tersebut termasuk orang yang merugi kelak di hari kiamat.
- Anak sebagai Penyejuk Jiwa (??? ???? ).
Anak seperti inilah sebenarnya yang dikehendaki oleh Allah, yaitu anak shalih yang taat beribadah kepada Allah, dan berakhlak mulia. Sikap dan perilakunya jika dipandang menyejukkan hati, tutur katanya sopan santun, menghormati dan memuliakan siapa saja, lebih-lebih kepada orang tuanya. Anak seperti inilah yang didambakan oleh Nabi Ibrahim AS dengan doanya :
?? ?? ?? ?? ????????
"Wahai Tuhanku, berikanlah kepada hamba anak-anak yang shalih". (Q.S. Ash-Shoffat : 100).
?? ?????? ???? ?????? ??? ???????
"Wahai Tuhanku, jadikanlah kami beserta anak keturunan hamba sebagai penegak shalat.... ".( Q.S. Ibrahim: 40).
Doa Nabi Ibrahim AS yang luar biasa, beliau tidak pernah berdoa untuk anak keturunannya menjadi orang kaya, orang sukses di dunia, tetapi lebih dari semua itu yaitu anak shalih, sebagai penyejuk jiwa dan pemimpin bagi orang-orang bertaqwa. (Lihat Q.S. Al-Furqan : 47).
Semoga bermanfaat. Amin.