Khutbah Jumat: Bahaya Tuturan di Era Digital

...

Oleh: Moh. Muzakka Mussaif, Ketua PC LDNU Kendal
Khutbah I

???????? ???? ???????? ???????? ????????????? ????? ???????? ??????????????? ??????????????? ???????? ?????????? ????? ???????? ???????????????? ????????????????. ???????? ???? ??? ?????? ?????? ????? ????????? ???????? ???????????. ?????????? ????? ?????????? ???????? ???????????? ?????????? ????????? ??????????. ?????????? ????? ???????? ????? ?????????? ???????????? ????????? ???????????? ???????? ??????????????? ??????? ????? ?????????? ???????????????? ????????? ???????????? ?????? ??????? ?????????? ???????????. ?????? ??????

???????? ?????????????? ??????????????? ?????????? ????? ???????????? ?????????? ????????? ?????. ????? ????? ???????? ??? ????????? ???????????: ????? ??????? ??????? ??????? ????? ????????? ???????????? ???? ?????? ??? ??????????

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah, Sebelum saya menyampaikan risalah Jumat yang berjudul “Bahaya Tuturan di Era Digital”, saya selalu mengajak diri sendiri dan sidang pembaca untuk selalu bersyukur pada Allah SWT karena Dialah yang telah memberikan kenikmatan yang tiada tara pada kita. Di antaranya adalah nikmat iman, islam, ikhsan, kesehatan, dan kesempatan sehingga pada hari ini kita dapat menunaikan sholat jumat di masjid tanpa rintangan apapun. Selain itu, shalawat dan salam semoga tetap terlimpah pada uswah kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Ungkapan rasa syukur kepada Allah tersebut para hadirin mari kita wujudkan dalam bentuk peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab dengan peningkatan kadar iman dan takwa itulah kita dapat menggapai berkah dan rido-Nya. Tiada tolok ukur lain derajat kemuliaan manusia di sisi Allah kecuali derajat ketakwaannya. Hal ini ditegaskan Allah dalam Alquran yang berbunyi :

????? ???????????? ????? ??????? ????????????? ? 

Artinya : Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu sekalian. Oleh karena itu, khatib dari atas mimbar selalu berwasiat agar jangan sekali-kali kita mati kecuali dalam keadaan iman dan dalam keadaan berserah diri pada Allah SWT. Ada pepatah Arab terkait dengan lisan yang sering kita dengar “Salamatul Insaan fii hifdzil lisaan”. Ada pepatah Melayu yang menyebutkan bahwa “Lidah itu lebih tajam dari pada pedang” dan “Mulutmu adalah harimaumu”.  Hal demikian juga muncul dalam pepatah Jawa “Ajining diri gumantung saka lathi”. Keempat pepatah itu menekankan pada kita tentang pentingnya lisan.  Sebagai organ yang dapat mengeluarkan tuturan, lisan itu sangat penting dan bermanfaat bagi kita untuk tilawah alquran, dakwah, mengajar, dan berkomunikasi.  Sebaliknya, lisan juga dapat membahayakan kita  ketika lisan itu digunakan untuk mengeluarkan perkataan bohong, hasutan, makian, provokasi adu domba, ghibah, dan fitnah. Saking pentingnya lisan dan efek yang ditimbulkan itu Nabi Muhammad bersabda bahwa orang yang beriman itu tolok ukurnya dapat menjaga lisannya.

?????? ????? ???????? ????????? ??????????? ???????? ????????? ??????? ???? ??????????

Hadits tersebut mengindikasikan bahwa orang dapat dikatakan beriman jika lisannya atau perkataannya berisi kebaikan dan berefek positif bagi pembicara dan lawan bicaranya. Selanjutnya, para hadirin, jika hadits itu kita pahami sebaliknya (mafhum mukhalafah), berarti bahwa orang-orang yang tidak bisa berkata baik  dan atau diam itu maka patut dipertanyakan keimanannya kepada Allah dan hari akhir. Ini menarik untuk kita kaji karena ternyata perkataan seseorang itu sangat terkait dengan akidahnya. Semua Tuturan Dicatat Mengapa tuturan lisan itu dihubungkan dengan keimanan kepada Allah dan hari akhir? Sebab para hadirin segala ucapan yang dikeluarkan manusia lewat lisannya sesungguhnya selalu dalam pengawasan Allah. Ucapan itu dicatat dan dimintai pertanggungjawaban baik di dunia maupun di akhirat. Orang sering lupa pada pesan tuturannya saat berbicara, malahan kebanyakan orang bertutur tanpa mempertimbangkan dampak buruknya bagi lawan bicaranya. Padahal semua itu dilihat Allah dan dicatat malaikat dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Sebab, Allah juga mengutus malaikat khusus untuk mengawasi setiap ucapan kita.

??? ???????? ???? ?????? ?????? ???????? ??????? ???????

“Tak ada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf :18) Bagi banyak orang, mengendalikan lisan itu sulit sehingga dari lisan sering muncul tuturan kebohongan, ghibah atau membicarakan keburukan orang lain, namimah atau adu domba, bahkan sampai fitnah-fitnah yang menjijikkan. Banyak orang melontarkan tuturan kebohongan atau dusta, bahkan sering pula memberitakan kebohongan itu lewat berbagai media untuk membela diri dan menjatuhkan yang lain. Ghibah mungkin bagi sebagian orang asyik sebagai kembang obrolan, namun ia mempertaruhkan reputasi orang lain, memupuk kebencian, serta merusak kepercayaan dan kehormatan orang lain. Namimah atau adu domba kerap dilontarkan seseorang untuk menghancurkan persahabatan dan ukhuwah. Puncaknya adalah fitnah-fitnah keji yang dapat menimbulkan pertengkaran, pembunuhan, bahkan peperangan. Karena efeknya yang sangat buruk itulah Allah menempatkan dosa fitnah itu lebih berat dari pada membunuh orang. Tuturan di Era Digital Di era IT dan digital ini ucapan atau tuturan  itu bentuknya sangat beragam tidak hanya orasi verbal langsung dalam berbagai forum atau bergunjing di mana-mana. Namun, sekarang ini bentuknya bisa rekaman audio dan audiovisual yang diviralkan sehingga penyebarannya tak terbatas. Di samping itu, tuturan  juga dapat berupa tulisan yang berupa status facebook, cuitan di twitter, meme di Instagram, dan media sosial lainnya yang tak terbatas jangkauannya. Walhasil, media sosial ini juga menjadi ajang ramai-ramai berbuat ghibah, fitnah, tebar kebohongan, provokasi kebencian, bahkan sampai ancaman fisik yang membahayakan. Di sinilah kemudian tuturan lisan diubah menjadi tulisan yang tak terbatas pula. Sehingga ketika tuturan kebohongan, berita hoax, ghibah, provokasi adu domba serta fitnah-fitnah keji bermunculan maka dengan sangat mudah untuk membunuh karakter orang, status sosialnya, bahkan nyawanya. Ketika perang dunia digital membentuk kubu-kubu atau kelompok masyarakat tertentu yang berseteru, maka akan berdampak pada pertikaian kolektif bahkan bisa jadi perang saudara di sebuah negeri. Melihat kondisi demikian ini sebagai muslim, kita tentu harus prihatin sebab hal demikian ini sudah terjadi di negeri ini. Bahkan sudah mengancam ukhuwah Islamiyah dan wathoniah di negri kita tercinta. Karena itu, sebagai muslim yang bertakwa, kita seyogyannya berhati-hati dalam bertutur, menulis, atau men-share tuturan  di media sosial. Berpikir cermat dan cerdas harus dilakukan untuk menjamin bahwa apa yang kita tuturkan dan tuliskan  itu bernilai maslahat, atau sekurang-kurangnya tidak menimbulkan mudarat bagi umat. Di samping itu, kita juga harus hati-hati dan waspada ketika membaca berita dan menyebarkan berita sebab berita-berita kebohongan, hoax, ghibah, adu domba, dan nada-nada fitnah banyak menghias di medsos melalui tilpun pintar dan laptop yang kita pegang sehari-hari. Bisa jadi berita-berita itu sengaja dihembuskan oleh kaum pembenci Islam atau pembenci keharmonisan NKRI yang multikultural dengan maksud untuk menghancurkan Islam terbesar  dan negara kepulauan terbesar di dunia. Sebab, mereka telah berhasil menghancurkan negara-negara di timur tengah dengan modus adu domba. Lihatlah Afghanistan, Turkey, Mesir, Siria, Irak, Sudan, Libia, Palestina, dan lain-lain bergejolak dan perang. Siapa yang berdiri di belakangnya? Tentu saja rekayasa dan konspirasi kaum pembenci Islam. Oleh karena itu, bijak dan cerdaslah dalam menyikapi perang digital ini.  Ingatlah firman Allah dalam  QS. Alhujurat ayat 6 yang berbunyi

???????????? ????????? ??????????? ??? ?????????? ???????? ???????? ??????????????? ??? ?????????? ???????? ??????????? ????????????? ?????? ??? ?????????? ?????????? ?

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Sekali lagi, ingatlah bahwa Allah mengutus malaikat khusus untuk mengawasi ucapan kita, baik hasil lisan kita maupun ketikan jari-jari kita di media social. Oleh karena itu, marilah dalam kerangka ibadah pada Allah  dan menggapai ridho Allah, mari kita jaga lisan kita dalam berucap dan tangan kita dalam menyampaikan tuturan di media sosial apapun jenis dan namanya.  Jangan sampai apa yang kita tuturkan menyingung atau bahkan menyakiti hati orang lain. Perlu kiranya kita mengikuti Fatwa MUI tentang “Hukum  dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial”. Akan lebih baik lagi jika waktu luang kita gunakan untuk memperbanyak baca al-Qur’an, berdzikir, mengikuti taklim, dan atau lebih baik diam sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah saw.

??????? ???? ??? ???????? ??? ?????????? ???????????? ??????????? ???????????? ??????????? ???? ????? ???????? ??????????? ??????????? ????? ?????? ?????????? ??????????? ????????? ???? ??????????? ??????????? ?????????? ??????? ????? ????????????? ????? ?????????? ??????? ???? ?????????? ??????????

Khutbah II

?????????? ???? ????? ??????????? ??????????? ???? ????? ???????????? ???????????????. ?????????? ???? ??? ?????? ?????? ????? ??????? ???????? ??? ???????? ???? ?????????? ???? ?????????? ?????????? ???????? ???????????? ????????? ???? ???????????. ???????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ????????????? ????????? ??????????? ????????

?????? ?????? ????? ???????? ???????? ????????? ????? ??????? ?????? ???????????? ?????? ????? ???????????? ????? ????? ?????????? ???????? ?????? ?????? ?????????? ???????? ?????? ???????? ?????????? ??????? ???????? ????? ????? ?????????????? ??????????? ????? ???????? ?? ???????? ?????????? ???????? ???????? ???????? ???????????? ???????????. ???????? ????? ????? ?????????? ????????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? ??? ?????????? ????????? ??????? ???????????? ?????????? ???????????? ???????????????? ??????? ????????? ???? ???????????? ?????????????? ????? ?????? ??????? ?????????? ??????? ?????? ????????? ???????????? ???????????????? ?????????? ?????????????? ?????? ??????????? ??????????? ????????? ??????? ?????? ???????? ???????????? ??? ???????? ??????????????

????????? ??????? ???????????????? ???????????????? ????????????????? ???????????????? ??????????? ???????? ?????????????? ???????? ??????? ???????????? ????????????????? ????????? ????????? ????????????????? ????????? ????????? ????????????????? ????????? ???? ?????? ????????? ????????? ???? ?????? ??????????????? ?? ??????? ????????? ????????? ??????? ??????????? ????? ?????? ?????????. ???????? ??????? ?????? ?????????? ???????????? ?????????????? ??????????? ???????? ??????????? ??????????? ??? ?????? ??????? ????? ?????? ???? ????????? ????????????????? ??????? ????????? ???????????? ??????????????? ??????? ??? ????? ??????????????. ???????? ?????? ??? ?????????? ???????? ????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ????????. ???????? ????????? ??????????? ?????? ???? ???????? ????? ????????????? ????????????? ???? ??????????????. ???????????? ! ????? ????? ??????????? ??????????? ?????????????? ?????????? ??? ?????????? ????????? ???? ??????????? ????????????? ?????????? ?????????? ??????????? ????????????? ??????????? ????? ??????????? ???????????? ????????????? ????? ???????? ?????????? ?????????? ????? ????????

 

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close