Kiai Hasan Hanbali dari Limbangan yang sering memberi titel "wong gunung" kepada dirinya sendiri akhir-akhir ini gemar menulis puisi yang kemudian oleh Fahroji dimuat di website pcnukendal.id, salah satu media PCNU Kendal. Penulis puisi biasanya dipengaruhi oleh syair atau puisi yang dibacanya. Dia sangat mengagumi senandung syair yang biasanya dibaca setelah mengkhatamkan al-Qur'an, yang berbunyi sebagai berikut :
???? ???? ?? ??? ?????
Kalâmun qodîmu lâ yumallu samâ’uhu
AlQuran adalah kalamullah yang qadim yang tidak ada kebosanan untuk mendengarkannya
???? ?? ??? ???? ????
Tanazzaha ‘an qoulin wa fi’lin wa niyyati
Yang tersucikan dari ucapan, perbuatan dan kehendak
?? ????? ?? ?? ??? ?????
Bihi asytafî min kulli dâ-in wa nûruhu
Dengan Al quran dan cahayanya itu aku minta kesembuhan dari segala penyakit
???? ????? ??? ???? ??????
Dalîlun liqolbî ‘inda jahlî wa hairotî Ia menjadi petunjuk hatiku ketika aku dalam kebodohanku dan kebingunganku
??? ?? ????? ??? ?????
Fayâ robbi matti’nî bisirri hurûfihi Wahai Tuhanku, anugrahilah aku dengan rahasia dalam huruf-huruf Alquran
???? ?? ???? ????? ??????
Wa nawwir bihi qolbî wa sam’î wa muqlatî Dan berilah cahaya dihatiku, pendengaranku dan mataku berkat Alquran
????? ?????? ???? ??????
Wa yâ robbi yâ fattâh iftah qulûbanâ Tuhanku yang Maha pembuka, bukakanlah hati kami
???? ?? ???? ???? ???????
Wa fahhim bihi qolbî ‘ulûmasy-syarî’ati dan fahamkanlah hati ini akan ilmu-ilmu syariat berkat al-Qur'an
??? ???? ?? ???? ?????
Wa sholli wa sallim yâ ilâhî limundziri Berilah sholawat serta salam ya Tuhanku kepada penyeru (Nabi Muhammad saw)
??? ???? ??????? ???????
‘Adada hurûfin bil qur-âni was-sûroti sebanyak huruf-huruf Alquran dan surat~surat.
Kemudian dia bertanya kepada saya, siapa yang menciptakan senandung tersebut dan kenapa populer di kalangan muslimin Indonesia?.
Kemudian saya memberikan jawaban kepadanya, bahwa senandung itu ditulis oleh Sayyid Nuruddin Ali bin Muhammad bin Ali bin Abdirrohman bin Iroq al-Kinàni, yang populer dengan panggilan Ibn Iroq Al- Kinàni, yang lahir pada tahun 907 H dan wafat pada tahun 963 H. Sejarawan Al-Zarkali menerangkan bahwa Ibn Iroq Al-Kinani adalah orang àlim di bidang fiqih, tasawuf, hadits dan sebagai kritikus sastra. Dia sangat produktif dalam menulis kitab dan syair-syair. Salah satu karya besarnya adalah Senandung Kalamun Qodimun tersebut.
Al-Kinani itu punya silsilah keilmuan sufi yang bersambung kepada Sayyid Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli, penulis kitab kumpulan sholawat yang berjudul "Dalailul Khoirot", kitab yang sangat populer di kalangan kiai dan santri NU.
Al-Jazuli dan Al-Kinani itu penganut madzhab Maliki dalam fiqih dan madzhab Asy'ari dalam ilmu kalam. Keduanya juga penganut Thoriqoh Syadziliyah, yaitu thoriqoh yang didirikan oleh Syekh Abul Hasan Syadzili, thoriqoh yang berkembang pesat di Indonesia. As-Syadzili mempunyai murid Syekh Abul Abbas Al-Mursi. Al- Mursi mempunyai murid Ibn Athoillah As-Sakandari penulis kitab Al-Hikam yang kesohor itu. Kesinambungan Al-Kinani dengan para masyayikh itulah yang menyebabkan senandung Kalamun Qodimun menjadi populer di kalangan muslimin ahlussunnah di Indonesia. (Muhammad Danial Royyan).