SHALAWAT NARIYAH

Pertanyaan :

Apa benar Shalawat Nariyah yang sering kita baca mengandung makna syirik? (Nur Kholis 081904369032)

Jawaban :

Yth Pak Nurkholis,

Dalam kitab Khazinatul Asrar (hlm. 179) dijelaskan bahwa salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, maka tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).

Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: “Barangsiapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali dan digunakan sebagai wiridan maka rezekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Menurut kebanyakan ulama, sholawat Nariyah/Kamilah/Tafrijiyah adalah sholawat yang redaksinya disusun oleh Imam Ali Zaenal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib Raddliyallahu Anhum, dan banyak mendapatkan komentar positif dari ulama-ulama besar dari kalangan 4 mazhab (lihat kitab Khozinnatul Asror hal 179). Secara ilmu balaghah (kesusasteraan) redaksi Shalawat Nariyah ini diungkapkan dengan sastra Arab (balaghah) yang tinggi dan telah diakui dan tidak dipermasalahkan oleh ahli bahasa Arab ratusan tahun lamanya, kecuali setelah ada kelompok orang yang berfaham Wahabi mempersoalkannya.

Kelompok Wahabi menganggap shalawat ini mengandung kemusyrikan karena ada shighat tawassul di dalamnya, sama seperti anggapan mereka terhadap bacaan Manaqib. Dan telah diketahui bersama bahwa faham Wahabi itu sangat anti Tawassul. Tetapi faham Wahabi itu telah dibantah oleh ulama-ulama ahlussunah wal jama'ah seperti Imam Taqiyuddin Subki, Syekh Yusuf Nabhani, Syekh Muhammad Alwi Al-Maliki dll.

Hal itu bisa dilihat di buku yang saya tulis berjudul Membedah Intisari Ahlussunnah Wal Jamaah. Dengan demikian tidak mungkin pula SHALAWAT NARIYAH yang menjadi amalan jutaan umat Islam dari kalangan awam hingga ulama yang sudah berlangsung berabad-abad itu mengandung atau terindikasikan SYIRIK.

Kesimpulan saya secara sederhana (sekaligus jawaban), bahwa SHALAWAT NARIYAH itu TIDAK RUSAK redaksinya, dan TIDAK SYIRIK mengamalkannya.

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close