BANYAK NAMA BANYAK BERKAH

Bulan Ramadhan itu memiliki banyak nama, seperti : syahrus shiyam (bulan puasa), syahrul ibadah (bulan ibadah), syahrur rahmah (bulan penuh rahmat), syahrul Qur’an (bulan Al-Quran pertama kali diturunkan) syahrus shobri (bulan kesabaran), syahrul muwàsàh (bulan saling membantu) dan lain sebagainya. Banyaknya nama tersebut menunjukkan keberkahan dan kemuliaan Ramadhan. Ada ungkapan :

???? ??????? ??? ??? ??? ??????

 "Banyaknya nama menunjukkan atas mulianya yang diberi nama"

Saking berkahnya bulan Ramadlon itu, dulu Nabi SAW dan para sahabat, tiga bulan sebelum datang bulan Ramadhan, berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, dengan membaca doa :

????? ???? ??? ?? ??? ?????? ?????? ?????

"Ya Alloh berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlon!"

Oleh karena itu, bulan Ramadlon ini dapat digunakan untuk memperbanyak ibadah, untuk saling menolong, untuk melatih kesabaran, untuk memperolah rahmah dan berkah dari Alloh SWT. Dan yang terakhir ini bisa terbukti, omset barang dagangan meningkat, arus perputaran uang meningkat, laju peningkatan ekonomi meningkat. Itulah yang dimaksud dengan BERKAH.

Pertanyaannya : Kalau ada orang butuh banyak uang untuk memberikan THR, lalu jumlah hutangnya di Bank meningkat, apakah orang itu juga memperoleh Berkah di bulan Ramadlon?.

Jawabannya : Ternyata hukum syariat Islam lebih mengedepankan berlakunya hukum secara mayoritas. Yang minoritas mengikuti yang mayoritas. Maka yang dapat Berkah adalah para penerima THR yang mayoritas itu. Pemberi THR itu kalau mampu menutup hutang ya dapat Berkah, kalau tidak, ya namanya kurang beruntung dari tinjauan ekonomi dan dapat Berkah Pahala dari tinjauan Ibadah.

Hukum mayoritas tadi bersandar kepada kaidah :

??????? ?????? ????? ??? ??????? ??????

"Kepentingan umum (mayoritas) itu dikedepankan atas kepentingan khusus (minoritas)"

Demikian juga Nabi Muhammad SAW punya banyak nama juga banyak berkah,  hingga nama nama beliau digunakan untuk tawassul. Karena apa?, karena Nabi SAW dan Ramadlon itu memang dekat dengan Dzat Pemberi berkah, yaitu Alloh SWT. Berbeda dengan Teroris dan Preman yang punya banyak nama alias, tetapi tidak berkah, malah menjadi malapetaka. Karena apa? Karena jauh dari Alloh. Oleh karena itu, mari dengan puasa Ramadlon, kita mendekat kepada Dzat Pemberi Berkah, Alloh SWT, agar kita benar-benar mendapat BERKAH sebanyak-banyaknya. Amien. (MD Royyan).

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close