
Oleh: M. Adib Shofwan
Sering kita dengar peribahasa Gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan tampak. Peribahasa ini berarti kebenaran seseorang yang jelas ada tidak dibicarakan namun kesalahan yang sangat kecil dibesar-besarkan. Mengenal kejelekan diri sendiri itu lebih utama daripada mengetahui kekurangan dan kejelekan orang lain.
Kebanyakan manusia lebih mudah melihat kejelekan orang lain yang berada di luar diri kita. Sedangkan untuk mengenal esensi diri dan jiwa kita, perlu menyelam dan muhasabah.
Imam Nawawi menerangkan ada 4 cara untuk melihat kekurangan pada diri kita, yaitu:
1. Memohon bimbingan pada seorang guru yang waskita (tahu tentang sisi-sisi kekurangan manusia, dapat melihat penyakit-penyakit hati yang samar disertai adanya isyarah dari mujahadahnya).
2. Mencari seorang kawan yang jujur dan baik agamanya, lalu memintanya sebagai pengawas untuk meneliti perilaku kita. Jika dia melihat hal buruk pada ahlak dan perilaku kita, maka dia akan mengingatkannya.
3. Mempelajari diri sendiri dari ucapan-ucapan musuh. Sesungguhnya rasa benci dari seorang musuh akan memperlihatkan keburukan kita, sayangnya watak manusia tidak mempercayai ucapan musuh, tapi orang yang bening mata hatinya akan mengambil pelajaran dari ucapan musuh.
4. Berkumpul dengan khalayak umum. Apa yang menjadi cacian masyarakat mintalah diri untuk menghindarinya karena seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.
Disadur dari berbagai sumber.