
Oleh: M Adib Shofwan
Pengertian Nifas
Nifas yaitu darah yang dikeluarkan wanita setelah lahirnya seluruh bayi.
Sedangkan darah yang dikeluarkan pada waktu terasa akan melahirkan, dan darah yang dikeluarkan bersamaan dengan bayi hukumnya tafsil (diperinci ) sebagi berikut :
- Jika bersambung dengan haid sebelumnya, maka juga dihukumi haid;
- Jika tidak bersambung dengan haid, dihukumi istihadhoh. Contoh yang bersambung dengan haid sebelumnya adalah bila ada wanita hamil belum terasa akan melahirkan, mengeluarkan darah selama 24 jam, kemudian terasa akan melahirkan, dan darahnya tetap keluar, maka darah yang dikeluarkan baik sudah terasa atau belum dihukumi haid.
Adapun contoh yang tidak bersambung dengan haid sebelumnya adalah bila ada wanita belum terasa akan melahirkan, mengeluarkan darah 23 jam. Kemudian terasa akan melahirkan dan darahnya tetap keluar, maka darah yang dikeluarkan baik sudah terasa atau belum keseluruhan dihukumi istihadloh (penyakit).
Lamanya Nifas
Nifas paling sedikit 1 tetes (sebentar, walaupun basahnya darah tidak sampai mengalir). Umumnya Nifas adalah 40 hari. Sedangkan Nifas paling lama selama 60 hari 60 malam dihitung dari lahirnya bayi. Misal wanita melahirkan pada tanggal 1, mulai keluar darah tanggal 11, genapnya 60 hari 60 malam dihitung dari tanggal 1 (tidak dari tanggal 11). Sedangkan yang dihukumi nifas (yang diharamkan salat dan sebagainya) mulai tanggal 11. Antara kelahiran dan keluarnya darah dihukumi suci. Maka diwajibkan salat, halal digauli dan sebagainya.
Perlu diperhatikan bahwa:
1. Antara kelahiran bayi dan keluar darah Nifas maksimal 15 hari. Jika keluarnya darah setelah jarak 15 hari dari kelahiran maka disebut haid (bukan nifas).
2. Jika wanita melahirkan 2 bayi kembar atau lebih, yang dihukumi nifas adalah lahirnya bayi yang terakhir.
3. Jika wanita melahirkan kemudian mengeluarkan darah terputus-putus, maka hukumnya diperinci sebagai berikut :
a). Jika darah yang keluar belum melebihi 60 hari dari kelahiran bayi dan putusnya tidak sampai 15 hari berturut-turut, maka keseluruhan waktu mengeluarkan darah dan waktu putus yang berada disela-selanya dihukumi nifas. Tapi setiap kali putus, dia diwajibkan mandi dan sebagainya seperti orang yang suci. (seperti yang terdapat pada aturan ibadah wanita yang haidnya terputus-putus). Sebagai contoh: Setelah melahirkan, seorang wanita mengeluarkan darah 5 hari, kemudian putus 14 hari, keluar 10 hari, putus 13 hari, keluar lagi 8 hari, maka keseluruhan darah yang dikeluarkan beserta putus yang ada disela-selanya (50 hari) semua dihukumi nifas. Pada waktu putus darah yang pertama dan yang kedua wanita tersebut diwajibkan mandi dan sebagainya.
b). Jika darah yang putus masih dalam lingkup 60 hari dari kelahiran dan darah yang setelah putus mulai keluar sesudah jarak 60 hari dari kelahiran, maka darah yang sebelum putus dihukumi Nifas walau hanya sebentar (di bawah 15 hari) Sebagai contoh: Setelah melahirkan, seorang wanita mengeluarkan darah 60 hari, kemudian putus 1 jam, keluar lagi 10 hari, maka darah yang 60 hari dihukumi Nifas, yang 10 hari dihukumi haid, dan putus 1 jam dihukumi suci yang memisah antara nifas dengan haid.
c). Jika putusnya sampai 15 hari atau lebih secara berturut-turut, maka darah yang keluar sebelum putus dihukumi Nifas, dan darah yang setelah putus dihukumi haid, meskipun masih dalam lingkup 60 hari dari kelahiran, dan putusnya dihukumi suci. Sebagai contoh: Setelah melahirkan, seorang wanita mengeluarkan darah 10 hari, kemudian putus 15 hari, keluar lagi 12 hari, maka darah yang 10 hari dihukumi Nifas, yang 15 hari dihukumi suci yang memisah antara nifas dan haid. Wallohu a’lam.
4. Suci yang memisah antara nifas dengan nifas, dan suci yang memisahkan antara haid dan nifas (baik lebih dahulu haidnya atau lebih dahulu nifasnya) tidak disyaratkan mencapai 15 hari 15 malam (berbeda dengan minimal suci antara haid dan haid berikutnya) bahkan jika lebih dahulu haidnya tidak disyaratkan ada waktu suci pemisahnya (dapat bersambung dengan nifas).
Contoh suci yang memisah antara nifas dengan nifas, misal ada seorang wanita yang baru melahirkan melakukan hubungan suami istri hingga mengakibatkan kehamilan lagi, kemudian pada waktu nifasnya genap 60 hari darahnya putus 1 hari. Lalu melahirkan kehamilan yang kedua, dan mengeluarkan nifas lagi, maka putus selama 1 hari tersebut dihukumi suci yang memisahkan antara nifas denagn nifas.
Contoh suci antara nifas dengan haid yang keluarnya lebih dahulu, misal:
- Seorang wanita mengeluarkan darah 5 hari (haid) kemudian putus 4 hari lalu melahirkan, dan keluar darah nifas. Maka putus selama 4 hari tersebut dihukumi suci yang memisahkan antara haid dengan nifas.
- Seorang wanita yang hamil mengeluarkan darah selama 7 hari, lalu dia terasa akan melahirkan, dan darahnya tetap keluar sampai setelah keluarnya anak. Maka darah yang keluar mulai permulaan darah 7 hari sampai keluarnya anak dihukumi haid dan setelahnya dihukumi Nifas. Berarti tidak ada waktu suci yang memisahkan antara haid dengan nifas.
Contoh suci yang memisahkan antara haid dengan nifas yang keluarnya lebih dahulu, misal ada seorang wanita yang nifasnya sudah genap 60 hari, putus selama 1 hari, lalu mengeluarkan darah lagi 10 hari ( haid ), maka putus selama 1 hari tersebut dihukumi suci yang memisah antara nifas dengan haid.