Jangan Lihat Kecilnya Dosa Tetapi Kepada Siapa Kau Berbuat

...

Oleh: Muhammad Umar Said Dijelaskan dalam kitab Nashaihul Ibad:

???? ???? ????? ??? ???? ????? ???? ?????? ???? : ??? ????? ???? ????? ??? ???? ??? ???? ????? ??? ?? ????? ??? ???? ????? ??? ???? ??? ???? ??? ???? ????? ??? ?? ????? ???? ???? ???? ??? ?????? ??? ???? ??? ?? ???? ? ??? ??? ???? ??? ???? ??? ?????? ( ????? ??????? ????? :??)

Allah SWT menyampaikan wahyu kepada Nabi Uzair AS: "Apabila engkau melakukan dosa kecil, maka janganlah engkau lihat kecilnya, tetapi lihatlah kepada Siapa engkau telah berbuat dosa, dan apabila engkau melihat kebaikan meskipun sedikit, maka janganlah engkau lihat kecilnya, tetapi lihatlah Siapa yang memberikan kebaikan itu, dan apabila engkau menerima cobaan (musibah), maka janganlah engkau adukan cobaan dari-Ku itu kepada makhluk-Ku, sebagaimana Aku tidak mengadukan engkau kepada malaikat-Ku ketika mereka naik melaporkan keburukan-keburukanmu". Penjelasan: Berdasarkan Firman Allah SWT di atas, dapat diambil pelajaran sebagai berikut: 1. Jika kita melakukan perbuatan dosa sekecil apapun, kita dianjurkan segera beristighfar kepada Allah dan hendaklah tidak diulangi yang kedua dan seterusnya. Sebab meskipun dosa kecil jika dilakukan terus-menerus akan menjadi dosa besar; 2. Jika kita menerima kebaikan (rezeki) sekecil apapun, janganlah kita melihat jumlahnya tetapi lihatlah Siapa Dzat yang memberi rejeki itu. Sebab dengan cara seperti ini kita akan menjadi orang yang senantiasa bersyukur. Contoh kecil, ketika kita makan nasi, hendaknya kita makan hingga tidak tersisa, sehingga tidak mubazir. Sebab nasi 1 butir itu adalah pemberian Allah, dan tidak mungkin ada nasi 1 piring jika tidak ada beberapa butiran nasi itu, dan kita pun tidak akan pernah mampu membuatnya; 3. Jika musibah menimpa kita, hendaklah langsung mengadu kepada Allah, karena Dialah Dzat yang dapat memberikan solusi. Janganlah masalah kita omongkan kepada orang lain yang belum tentu dapat memberikan solusi, seperti mengadu ke twitter, facebook, WhatsApp dan lain-lain. Adukan masalah kita kepada Allah. Kemudian jika memang memungkinkan, adukan masalah itu kepada orang-orang terdekat yang dapat dipercaya, seperti kedua orangtua kita, suami atau isteri atau keluarga kita. Jika masalah kita mau diadukan kepada teman, pilih teman yang dapat dipercaya. Semoga bermanfaat.

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close