Oleh: M. Adib Shofwan Kata Insyaallah sangat sering kita gunakan dalam aktivitas dan keseharian kita. Secara harfiyah, arti insyaallah ( ???? ????? ????? ) adalah “Jika Allah menghendaki”. Dalam konteks ini ada perubahan makna syarat menjadi sebuah makna doa dan harapan sehingga maknanya menjadi “Semoga Allah menghendaki”. Penggunaan kata insyaallah bila ditinjau dari beberapa maqam (situasi dan kondisi) dapat diuraikan sebagai berikut:
- Ketika kita akan melakukan sesuatu pada masa yang akan datang dan belum mengerjakannya maka penggunaan ???? ????? ????? sebagai doa semoga kita bisa melaksanakannya. Demikian pula ketika kita berjanji pada orang lain, ada kesanggupan untuk mengerjakan, namun kita senantiasa berharap pada takdir dan kehendak Allah sebagaimana disebutkan dalam Alquran surat Al-Kahfi 23 :
???? ?????????? ???????? ?????? ??????? ?????? ????? ???? ???? ??????? ???????
Artinya: “Dan jangan sekali-kali kamu berkata pada sesuatu sesungguhnya saya akan mengerjakannya besok kecuali dengan menyebut insyaallah”.- Dalam konteks tata krama dan adab dengan menyandarkan semua perkara kepada Allah walaupun itu hal yang sudah pasti akan terjadi seperti kematian. Seperti yang dilakukan Rasulullah SAW ketika masuk komplek pemakaman beliau menyampaikan salam:
??????????? ?????????? ????? ?????? ???????????? ???????? ???? ????? ????? ?????? ???????????
Assalamu’alaikum rumah kaum yang beriman dan sesungguhnya saya insyaallah akan bertemu dengan kalian semua. Meskipun kematian adalah hal yang pasti dan tidak disangsikan lagi, tapi Rasulullah tetap menyebut asma Allah sebagai tabarruk mengambil keberkahan dari penyebutan asma Allah.- Ketika ada orang bertanya, “Apakah engkau beriman kepada Allah?”, maka dijawab, “Ya, saya beriman ???? ????? ????? “.
- Kekhawatiran apakah iman yang kita miliki akan kita bawa mati sampai akhirat. Maka penyebutan insyaallah tersebut sebagai doa dan harapan agar iman kita terbawa sampai mati.
- Kekhawatiran apakah iman yang kita punya telah sempurna atau belum. Dalam hal ini bukan pokok iman yang dipertanyakan akan tetapi kesempurnaan iman.
- Sebagai jalan agar tidak timbul kesombongan dan memuji pada diri sendiri.
????? ?????????? ????????????
Artinya: “Maka janganlah kalian memuji pada diri kalian”. Wallahu a’lam bisshawab Disarikan dari pengajian kitab Ihya’ Ulumiddin di Kantor MWC NU Patebon.
Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Anak-Anak Al-Amin Kebonharjo, Patebon, Kendal.