Kata Insyaallah dan Penggunaannya

...

Oleh: M. Adib Shofwan Kata Insyaallah sangat sering kita gunakan dalam aktivitas dan keseharian kita. Secara harfiyah, arti insyaallah (  ???? ????? ????? ) adalah “Jika Allah menghendaki”. Dalam konteks ini ada perubahan makna syarat menjadi sebuah makna doa dan harapan sehingga maknanya menjadi “Semoga Allah menghendaki”. Penggunaan kata insyaallah bila ditinjau dari beberapa maqam (situasi dan kondisi) dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Ketika kita akan melakukan sesuatu pada masa yang akan datang dan belum mengerjakannya maka penggunaan ???? ????? ????? sebagai doa semoga kita bisa melaksanakannya. Demikian pula ketika kita berjanji pada orang lain, ada kesanggupan untuk mengerjakan, namun kita senantiasa berharap pada takdir dan kehendak Allah sebagaimana disebutkan dalam Alquran surat Al-Kahfi 23 :

???? ?????????? ???????? ?????? ??????? ?????? ????? ???? ???? ??????? ???????

Artinya: “Dan jangan sekali-kali kamu berkata pada sesuatu sesungguhnya saya akan mengerjakannya besok kecuali dengan menyebut insyaallah”.
  1. Dalam konteks tata krama dan adab dengan menyandarkan semua perkara kepada Allah walaupun itu hal yang sudah pasti akan terjadi seperti kematian. Seperti yang dilakukan Rasulullah SAW ketika masuk komplek pemakaman beliau menyampaikan salam:

??????????? ?????????? ????? ?????? ???????????? ???????? ???? ????? ????? ?????? ???????????

Assalamu’alaikum rumah kaum yang beriman dan sesungguhnya saya insyaallah akan bertemu dengan kalian semua. Meskipun kematian adalah hal yang pasti dan tidak disangsikan lagi, tapi Rasulullah tetap menyebut asma Allah sebagai tabarruk mengambil keberkahan dari penyebutan asma Allah.
  1. Ketika ada orang bertanya, “Apakah engkau beriman kepada Allah?”, maka dijawab, “Ya, saya beriman ???? ????? ????? “.
Kondisi tersebut apakah berarti kita menyangsikan iman kita kepada Allah atau masih ada keraguan?. Hal ini dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, antara lain:
  • Kekhawatiran apakah iman yang kita miliki akan kita bawa mati sampai akhirat. Maka penyebutan insyaallah tersebut sebagai doa dan harapan agar iman kita terbawa sampai mati.
  • Kekhawatiran apakah iman yang kita punya telah sempurna atau belum. Dalam hal ini bukan pokok iman yang dipertanyakan akan tetapi kesempurnaan iman.
Tujuh puluh cabang iman yang diantaranya terdapat sifat sabar, qana’ah, tawakkal, ikhlas menjadi sesuatu yang dikhawatirkan keberadaannya mengingat sifat munafiq sangat mudah masuk dan mengikis iman dalam diri seorang mukmin. Pada keadaan ini menghadirkan insyaallah menjadi sangat patut sebagai doa dan harapan agar iman kita menjadi lebih baik.
  1. Sebagai jalan agar tidak timbul kesombongan dan memuji pada diri sendiri.
Diceritakan, ada seorang ahli tafsir ditanya oleh seseorang, “Apakah engkau seorang ahli tafsir?”. Ia menjawab, “Ya, insyaallah seperti yang engkau katakan”. Pada situasi ini, kata insyaallah dihadirkan agar tidak muncul sifat memuji pada diri sendiri, memiliki dan merasa lebih dari yang lain. Karena hakikatnya, apa yang kita punya hanya titipan dari Allah SWT. Memuji pada diri sendiri, meskipun benar tetapi merupakan kejujuran yang hina sebagaimana disebutkan dalam Alquran surat An-Najm ayat 32:

????? ?????????? ????????????

Artinya: “Maka janganlah kalian memuji pada diri kalian”. Wallahu a’lam bisshawab Disarikan dari pengajian kitab Ihya’ Ulumiddin di Kantor MWC NU Patebon.

Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Anak-Anak Al-Amin Kebonharjo, Patebon, Kendal.

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close