Ibadah yang Disenangi Allah

...

Oleh: Drs. H. Moh Makhrus Dalam suatu kesempatan, Nabi Musa A.S. bertanya kepada Allah SWT perihal ibadah yang paling disenangi oleh Allah. Nabinya Bani Israil ini telah melakukan berbagai macam ibadah, mulai salat, zikir, dan puasa. Lalu, dari ibadah- ibadah yang Nabi Musa lakukan, manakah yang paling disukai oleh Allah SWT?. Allah menjawab, salat itu untuk kepentinganmu. Dengan salat, kau akan tercegah dari perbuatan yang merusak dan mungkar. Lalu zikir, juga agar kau bisa hidup tenang, tenteram, harmoni dalam keluargamu. Sedangkan puasa agar dirimu menjadi pribadi yang memiliki rasa kohesitas sosial tinggi, itu juga untuk kepentinganmu. Ibadah yang paling Aku senangi adalah sedekah, infak dan zakat. Saat kau bersedekah pada fakir dan miskin, Aku berada di samping orang fakir dan miskin itu. Begitu pula pada waktu kamu menginfakkan hartamu ke pantai asuhan, pembangunan masjid, musala, pondok pesantren dan lain sebagainya, Allah juga berada di sampingnya karena Allah sangat menyenangi itu. Allah SWT menyebutkan dalam Alquran Surah Al Baqarah ayat 261:

?????? ?????????? ???????????? ????????????? ???? ???????? ??????? ???????? ??????? ??????????? ?????? ????????? ???? ????? ??????????? ???????? ??????? ? ????????? ???????? ?????? ????????? ?????????? ??????? ???????? - ???

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui”.               Ayat di atas menunjukkan betapa Maha Murahnya Allah SWT terhadap hambanya yang melaksanakan ibadah sosial dengan imbalan tujuh ratus persen. Untuk itu, mari kita mencintai fakir-miskin yang ada di sekitar kita. Infakkan sebagian harta kita untuk berbagi pada fakir-miskin karena pada hakekatnya, harta yang kita punya hanyalah titipan dari Allah SWT. Pada harta itu ada hak fakir-miskin. Tidak sulit bagi Allah untuk mengambil kembali harta yang dititipkan kepada kita. Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran Surah Ibrahim ayat 7:

?????? ????????? ????????? ??????? ?????????? ????????????????? ????????? ?????????? ????? ????????? ?????????? - ?

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” Kekayaan juga merupakan ujian, apabila kita tidak bersyukur, tidak derma kepada fakir-miskin, maka Allah akan menimpakan azab baik melalui musibah seperti kebakaran rumah, kebanjiran, perampokan, diberikan sakit parah yang meruntuhkan karir dan membuat harta kita ludes. Sebaliknya, bila kita diuji dengan gelimang harta lalu kita sedekahkan sebagian harta kita sesuai dengan tuntunan agama maka kehidupan kita akan menjadi berkah, dikaruniai keluarga yang harmonis, karir menanjak, anak- anak yang mudah dibimbing, dan hartapun akan bertambah. Lebih Suka Melarat, Malah Bertambah Kaya Pada zaman Rasullullah, sahabat yang tergolong kaya (konglomerat), Abdurrahman ibn Auf ingin agar dirinya menjadi miskin setelah mendengar Rasulullah menyampaikan bahwa di hari kiamat kaum miskin akan masuk surga terlebih dulu daripada orang kaya apalagi konglomerat. Abdurrahman ibn Auf kemudian berniat meludeskan hartanya dengan memborong hasil panen petani kurma yang saat itu mengalami kerugian karena banyak kurma yang busuk. Pada waktu yang sama di negara tetangga, Yaman sedang dilanda pandemi suatu penyakit. Menurut para tabib di Yaman, penyakit tersebut bisa disembuhkan dengan memakan buah kurma busuk. Akhirnya pedagang kurma dari Yaman mendengar bahwa saudagar Abdurrahman Ibn Auf memiliki banyak kurma busuk di gudangnya. Tanpa menawar, para pedagang dari Yaman memborong kurma busuk itu dengan harga dua kali lipat. Akhirnya Abdurrahman tidak jadi miskin, tapi malah bertambah kaya. Rasulullah mengajarkan agar masyarakat Islam kuat, baik secara ekonomi (kaya), budaya, dan ilmu pengetahuan. Kekuatan itu tidak untuk diri sendiri, tapi untuk kemaslahatan umat. Ajaran zakat, infak dan sedekah agar yang kaya berbagi pada yang miskin. Zakat, infak dan sedekah tidak menjadikan seseorang jatuh miskin. Justru akan melambungkan kekayaannya. Bahkan Rasulullah sangat tegas dalam hadisnya, "Jika ada orang yang tidur nyenyak karena kenyang, sementara ada tetangganya yang tidak bisa tidur karena lapar, itu bukan umatku”. Wallahu a’lam bisshawab.

Penulis adalah Pengasuh Majlis Taklim Attuqo Desa Truko Kecamatan Kangkung

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close