Khutbah Idulfitri: Berbagi Peduli di Hari nan Fitri

...

Oleh: Moh. Muzakka Mussaif  Khutbah I

  ????? ???????? (×?) ????? ???????? (×?) ????? ???????? (×?) ?? ??????? ????????? ????? ???????? ?????????? ??????????? ??????? ?????????? ??????????? ????? ???????? ???????????? ???????? ?????? ????? ??????? ????????? ????? ???????? ????????? ?????????? ???????? ??????? ???????? ??????? ?????????? ???????? ??????????? ????????? ??????????? ??????????????. ???????? ???? ????????? ??????????? ???????? ??????????? ???? ???????? ?????? ?????????? ??????????????? ?????????? ????? ?????????? ???????????? ?????????? ???????? ???????????? ?????????? ????? ?????????? ??????????????. ?????????? ????? ????????? ????????? ????? ?????????? ?????????? ??????? ????? ????????????? ?????? ?????????? ??????????? ????? ?????? ?????????. ?????? ?????? .??????????????????????????? ??????????????? ???????????? ?????????? ????????? ????? ?????? ????? ?????????????. ??????????? ????? ????? ????????? ???????????????? ?????? ?????????? ???????????? . ????? ????? ????????:  ??????? ??????? ?????? ???????????? ??????? ???????? ?????????????????? ?????????? ?????? ??????????? ???????? ????????? ???????????? ???? ????????? ????? ?????? ????????? ????? ?????? ????????????? ?????? ???????? ??????? ????????? ????????? ??????? ??????? ???????? ???? ??????????? ?????? ?????? ???????????? ????? ??????????? ??????????

Hadirin jamaah salat Idulfitri rahimakumullah, Marilah kita panjatkan puji syukur pada Allah SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan pada kita terutama nikmat iman dan Islam, nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga pada pagi  ini kita dapat berduyun-duyun ke masjid, musala, atau tempat lainnya dengan menggemakan takbir, tasbih, dan tahmid untuk menjalankan salat Idulfitri bersama-sama setelah kita sebulan penuh berpuasa Ramadan. Meskipun lebaran kali ini dapat berlangsung dengan sangat meriah dibanding dua tahun lalu yang dicekam pandemi global, tetapi kita tidak boleh euforia apalagi jumawa setelah mengikuti program vaksinasi tiga kali sekalipun. Namun demikian, kita harus tetap  berikhtiar semaksimal mungkin diiringi doa yang khusyu’ agar wabah ini benar-benar berlalu dari negeri kita tercinta. Oleh karena itu, untuk mendapatkan perlindungan dan keselamatan dari beragam wabah dan bencana itu, sebagai hamba Allah yang beriman, kita harus selalu berdoa, bermunajat, dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh agar wabah dan bencana lainnya tidak menimpa diri kita lagi. Karena sudah cukup panjang dan berat ujian Allah yang diberikan pada kita ini, maka kita harus selalu meningkatkan ketaatan dan ketakwaaan pada Allah SWT.  Sebab, Dialah yang berkuasa atas semua mahluknya; Dia pulalah yang menurunkan dan mengangkat semua wabah dan bencana yang terjadi di jagat ini. Jadi, sekali lagi berdoa dan ikhtiar harus selalu kita panjatkan dan kita lakukan agar hidup kita kian membaik dalam ridho Allah SWT. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd Lebaran memang harus disyukuri dengan sepenuh hati karena kita telah mampu menyelesaikan gemblengan Ramadan sebulan penuh. Ungkapan rasa syukur bukanlah identik dengan pesta pora dan bergembira ria. Namun, ungkapan rasa syukur itu wujudnya sangat beragam seperti meningkatnya ketaatan pada Allah, meningkatnya kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama, saling memaafkan kesalahan, dan tumbuhnya sifat kesabaran. Jadi para hadirin, seharusnya kalau kita menghayati faedah puasa, maka kita bisa menghadapi lebaran ini dengan mengendalikan diri pasca-Ramadan. Sebab, selama Ramadan kita telah mampu mengendalikan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dan hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa. Sebab, menurut Sulthanul Ulama’ Syaikh Izzuddin Abdussalam dalam kitab Maqashidush Shaumi halaman 3 menyebutkan ada 7 keutamaan puasa bagi orang yang menjalankan puasa, yakni (1) mengangkat derajatnya, (2) meleburkan dosa-dosanya, (3) melemahkan syahwatnya, (4) memperbanyak peluang bersedekah, (5) meningkatkan ketaatan pada Allah, (6) mensyukuri beragam kenikmatan, dan (7) mengendalikan berbuat maksiat dan perselihan bagi pelakunya. Jadi, para hadirin jika kita selama sebulan penuh dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan pengharapan pada ridho Allah, insyaallah kita dapat menjadi hamba Allah yang yang lebih bertakwa dan taat pada Allah. Sangat rugi besarlah kita kalau lebaran tahun ini kita tidak mampu memetik fadhilah-fadhilah puasa yang luar biasa tersebut Sebab, Rasulullah dalam hadisnya sangat tegas memperingatkan kita bahwa banyak umatnya yang berpuasa, tetapi  tidak mendapat apa pun dari puasanya kecuali lapar dan dahagia.

???? ???? ??????? ?????? ???? ???? ????????? ?????? ???????? ???????????

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd Setelah berpuasa sebulan penuh ini, maka kita telah kembali ke fitrah kita, yakni menjadi hamba yang baik, suci tanpa dosa,  peduli sesama, pemaaf dan penyayang, serta selalu bersyukur pada Allah dalam berbagai kondisi. Kondisi fitri pada momen Idulfitri ini dapat kita jadikan langkah awal untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama di negeri kita tercinta. Oleh karena itu, kita harus duduk bersama memecahkan berbagai persoalan yang menyebabkan ketimpangan sosial dan kemiskinan yang melanda bangsa lebih fokus dengan menghilangkan sifat egois, individualis, rasis, partisan, dan seterusnya. Sebab, sebagai bangsa yang satu kita harus tolong menolong dan bekerja sama untuk membangun bangsa. Ingatlah selalu firman Allah surat Almaidah ayat 2 yang berbunyi,

?????????????? ????? ???????? ????????????? ????? ???????????? ????? ????????? ?????????????? ?

Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu sekalian dalam kebaikan dan takwa dan jangan tolong-menolonglah kamu dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd Untuk meningkatkan kepedulian sosial dalam membangun bangsa ini, Idulfitri telah mengajarkan kita lewat tradisi-tradisi Islami seperti tradisi saling mengunjungi (silaturahmi), tradisi saling mendoakan, tradisi saling berbagi, tradisi halal bihalal, dan sebagainya. Tradisi saling mengunjungi harus kita giatkan lagi pascapandemi, sebab silaturahmi adalah perintah Allah dan Rasulullah. Hal itu ditegaskan dalam beberapa ayat Alquran, misalnya tampak dalam QS. Annisa’: 1

?????????? ??????? ???????? ?????????????? ???? ??????????????

Artinya: Dan takwalah kamu sekalian pada Allah yang kamu sekalian meminta dan sambunglah tali silaturahmi. Terkait silaturahmi ini Rosulullah juga menegaskan dalam banyak hadis, di antaranya yang populer adalah

 ???? ????? ???????? ??????? ??????????? ??????????? ?????????? ????????

“Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka sambunglah tali silaturrahim”. Hadis shahih itu menegaskan pada kita bahwa silaturahmi itu sangat penting. Efeknya tidak hanya pada kemaslahatan umat saja, tetapi juga pada keimanan kita pada Allah. Saking pentingnya, perintah silaturrahim ini, Rasulullah mengancam pada orang-orang yang memutus tali silaturahmi itu dengan tidak akan masuk surga. Hal itu ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidhi dan Imam Bukhori:

??????????? ??????????? ??????? ?????????

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturrahim”. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd  Tradisi saling memaafkan harus selalu kita budayakan, sebab perilaku tersebut sangat terpuji, yakni akan menghilangkan penyakit dendam, iri, dan benci. Sebab, tidak akan meraih kembali nilai fitri itu mana kala masih banyak berbuat salah pada sesama. Ungkapan maaf yang disertai doa dan kasih sayang yang tulus pasti akan menimbulkan nilai kepedulian sosial. Hal seperti itu sangat ampuh untuk merajut persatuan bangsa sekaligus dapat menghilangkan benih pertikaian dan perpecahan. Terlebih lagi jika saling memaafkan itu dilakukan oleh antar elit politik, antar pimpinan, juga kaum elit pemimpin terhadap rakyatnya, insyaallah akan menimbulkan kepedulian sosial yang tinggi untuk membangun negeri ini. Sebab, pada dasarnya penghuni negeri ini menyadari bahwa mencintai negerinya merupakan manifestasi rasa keimanannya terhadap Allah SWT (hubbul wathan minal iman). Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd Satu hal terpenting dalam momen Idulfitri terkait peningkatan kepedulian sosial, khususnya pengentasan masyarakat dari kemiskinan, adalah gerakan berbagi, baik sedekah sunah maupun zakat dari yang berpunya (aghniya’) kepada yang kekurangan (dhuafa’). Namun sayang pemberdayaan sedekah dan zakat belum optimal karena di samping pengelolaannya yang belum mengarah pada pemberdayaan ekonomi bagi fakir miskin, juga masih kurang sadarnya para aghniya’ dalam pengentasan kaum duafa dari jurang kemiskinan. Mereka kurang menyadari bahwa zakat itu hukumnya wajib sebagaimana salat dan puasa. Mereka juga kurang menyadari bahwa dalam kekayaan harta yang mereka miliki ada hak orang miskin yang harus diberikan. Allah berfirman dalam Alquran Surat Adzdzariyat ayat 19, ??????? ????????????? ????? ?????????????? ??????????????? Artinya: “Dan pada harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta-minta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. Di sinilah kita dituntut untuk membenahi manajemen pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar penyalurannya tepat sasaran, terutama untuk memberdayakan ekonomi kaum duafa. Oleh karena itu, melalui mimbar ini khatib mengajak hadirin semuanya untuk berbagi peduli di hari nan fitri ini dengan menyalurkan zakat dan sedekahnya pada lembaga amil zakat dan atau badan amil zakat di sekitar kita. Insyaallah zakat dan sedekah hadirin sekalian akan disalurkan dan di-tasharruf-kan dengan sebenar-benarnya. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd Mengakhiri khutbah Id pertama ini marilah kita berdoa mohon ampun pada Allah SWT atas segala dosa yang telah kita lakukan, moga Allah menerima ibadah puasa dan amal-amal saleh kita, moga Allah memberikan kesehatan, keselamatan, dan kebahagiaan pada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga Allah segera menghilangkan beragam wabah dan bencana dari negeri kita tercinta, dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang menang dan kembali ke fitri. Amin, amin, amin ya Robbal ‘aalamiin.

????????? ????? ???????????? ???? ?????????????? ???????????????? ???????????????????? ????????????? ???????????? ??? ???????? ????????? ??????????????? ???????? ??????? ????? ????????????? ???? ??? ????????? ???????????????? ??????????? ??????????????? ????????????????? ?????????????? ??????? ??????????????? ???????????

Khutbah II

  ????? ???????? (×?) ????? ???????? (×?) ????? ???????? ?? ??????? ????????? ????? ???????? ?????????? ??????????? ??????? ?????????? ??????????? ????? ???????? ???????????? ???????? ?????? ????? ??????? ????????? ????? ???????? ????????? ??????????. ?????????? ???? ????? ?????????????? ???????? ???? ?? ?????? ?????? ????? ?????????? ????? ?????????? ???????? ?????? ?????????? ????? ????????? ????? ?????????? ????????? ??????? ????? ?? ???????? ????????????. ?????? ?????? : ????? ???????? ???????? ? ???????? ????. ??? ???? ?????: ??????? ??????? ???? ???????????? ??????????? ??? ???????? ?????????? ???????? ????????? ????? ????? ????????? ????? ??????????? ?????? ?????????? ???????????? . ??????? ????????: ????? ????? ??????????????? ??????????? ????? ??????????? ??? ???????? ?????????? ???????? ??????? ???????? ???????????? ???????????. ??????????? ????? ????? ?????????? ?????????? ?????? ????? ???????? ?????????? ??????? ??? ?????????? ?????????? ??????? ????????????? ?????????? ??????????????? ????????????????? ??????? ????????? ???? ???????????? ??????????????: ????? ?????? ???????? ??????????? ???????? ?? ???? ????????? ???????????? ???????????????? ????????? ??????????????? ?????? ??????????? ????? ?????? ?????????? ??????? ?????? ???????? ???????????? ??? ???????? ?????????????? ?????????? ??????? ???????????????? ????????????????? ????????????????? ????????????????? ???????????? ???????? ?????????????. ?????????? ??????? ?????? ?????????? ???????????? ?????????????? ??????????? ???????? ????????? ??????????? ??? ?????? ??????? ????? ??????? ???? ????????? ???????????????? ????? ????????? ????????? ???????????? ??????????????? ????????? ???????? ??????????????. ???????? ?????? ??? ?????????? ???????? ????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ???????? . ????????? ??????? ?????? ??????????? ??????????? ????? ???????????? ???? ?????????????? ??????????????? ????? ????? ????????? ????????. ??????????? ???? ????? ????????????? ??????? ?????? ????? ????? ???????? ??????????? ?????????????? ??????????? ??? ?????????? ????????? ???? ???????????? ????????????? ???????????? ?????????? ??????????? ?????????????? ??????????? ????? ??????????? ????????????? ????????????? ????? ???????? ????????????? ?????????? ????? ????????

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close