Oleh: MH Athoillah
???? ?????? ????????? ????????? ??????? ????? ???????? ????? ????????????
Menyambut bulan suci Ramadan 1443 H, tempat-tempat ibadah umat Islam seperti musala dan masjid mulai berbenah. Warga sekitar musala atau masjid ramai-ramai kerja bakti membersihkan tempat ibadah mereka agar tampak cantik dan terasa nyaman untuk beribadah. Tempat ibadah yang bersih dan nyaman tentu akan menambah semangat dan kekhusyu'an dalam beribadah selama bulan suci Ramadan. Adapun beberapa hal yang perlu dipersiapkan takmir atau pengurus musala dan masjid, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Persiapan tempat ibadah. Kebersihan tentunya menjadi hal rutin yang harus dilakukan oleh pengurus tempat ibadah. Terlebih menjelang Ramadan. Hal-hal detil semisal plafon, tempat imam, tempat wudu serta pojokan-pojokan yang jarang tersentuh diupayakan untuk dibersihkan. Harus diingat bahwa tidak hanya bersih tapi juga suci. Karena suci adalah syarat mutlak dari ibadah. Fasilitas semisal kipas angin, AC dicek agar hawa panas tidak menggangu kekhusyu'an beribadah. Tempat wudu, kloset juga dipastikan dari sekarang untuk bisa berfungsi maksimal. 2. Persiapan ilmu Ini adalah hal yang paling penting. Tidak semua anggota jamaah "concern" tentang hal ini. Tidak semua terbiasa dan menghafalkan kaifiyah beribadah di bulan Ramadan. Oleh karenanya, sangat perlu untuk dikhususkan lagi mengaji kembali bab Ramadan. Dari kaifiyah puasa wajib sejak rukun, sunah, yang membatalkan dan lain-lain sampai dengan fadhoilul amal yang baik untuk dikerjakan di bulan Ramadan. Sehingga tidak terjadi kesia-siaan beribadah, karena menjalankan ibadah tanpa ilmu.????? ?? ???? ??? ??????
Termasuk ilmu adalah pembenahan mental jamaah, sehingga tidak hanya ibadah fisik yang dikerjakan, tapi juga essensi dari ibadah itu sendiri.????? ?? ???? ???? ?????
Hal ini menjadi tugas takmir yang biasanya diisi oleh ahli ilmu dilingkungan setempat untuk memberikan peringatan dan pemahaman. 3. Persiapan acara Takmir masjid atau musala yang sudah lama, biasanya sudah mempunyai orang-orang tertentu yang bertugas diposisi masing-masing. Ada yang berjalan dengan terprogram baik, ada yang sudah berjalan tanpa jadwal. Keduanya sangat baik, keduanya punya kelebihan dan kelemahan. Akan tetapi, tidak ada salahnya melakukan persiapan. Terlebih menghadapi situasi yang bisa berubah mendadak saat ini, adanya pengganti dari petugas utama sangat perlu untuk disiapkan. Baik sekali untuk diadakan rapat khusus membahas jadwal di bulan Ramadan. Imam 5 waktu dan imam salat tarawih, jadwal kultum atau kuliah subuh, sangat baik dipersiapkan dari saat ini (bulan Rajab). Hal ini juga memudahkan petugas dalam rangka mempersiapkan diri, waktu serta materi. Standarisasi bacaan misalnya bacaan bilal cukup penting untuk dilakukan untuk meminimalisir potensi kebingungan jamaah karena perbedaan hal kecil yang mungkin muncul akibat kurangnya persiapan. Paling tidak, persiapan yang matang bisa menambah potensi kesuksesan amaliah dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Walhasil, dawuh Rasulullah Muhammad SAW dalam kitab Durrotun Nasihin yang tertulis diawal tulisan ini, "Siapa yang berbahagia memasuki bulan Ramadan, Allah haramkan jasadnya dari api neraka," bisa kita jalankan dan kita dimasukkan Allah ke dalam golongan tersebut. Wallahu a'lam