Oleh: Moh. Muzakka Mussaif Amanat adalah titipan kepercayaan dari Tuhan pada manusia maupun manusia pada sesama. Amanat itu wajib dijaga, ditepati, dan harus ditunaikan oleh yang dititipi sesuai peruntukan barang titipan itu. Kalau amanat itu berupa benda maka harus dijaga jangan sampai berkurang kuantitas maupun kualitasnya. Jika barang itu berkurang baik kualitas maupun kuantitasnya berarti ada indikasi perbuatan khianat dari yang dititipi. Amanat bisa juga berupa nonbenda seperti jabatan misalnya. Jabatan itu amanah yang harus dijaga dan ditepati sesuai peraturan yang berlaku. Jika jabatan itu digunakan tidak sesuai dengan peraturan maka sangat jelas ada indikasi pengkhianatan terhadapnya. Amanat itu hakikatnya sangat berat, tetapi di hadapan manusia seringkali dianggap enteng, disepelekan, bahkan sering dikhianatinya. Terkait beratnya amanat ini dijelaskan oleh Allah dalam QS. Al-Ahzab, ayat 72 dengan jelas. Allah pada mulanya menawarkan amanat itu pada langit, bumi, dan gunung mereka menolaknya karena tidak mampu membawa beban berat itu dan takut terhadapnya. Namun, manusia menerima amanat itu meskipun sesungguhnya manusia sering berbuat sangat aniaya terhadap amanat itu dan berbuat bodoh atau karena kebodohannya. Yang dimaksud amanat dalam ayat tersebut sangat beragam sebagaimana pendapat para mufasir dan ulama. Sebagian ulama menyebutkan bahwa amanat itu adalah tauhid, yakni kalimat syahadat, iman, nuur, dan takwa. Sebagian ulama lain menjelaskan bahwa amanat itu adalah salat lima waktu. Ada juga yang berpendapat seluruh anggota badan sebagai amanat yang harus dijaga dari hal-hal yang haram. Pendapat ulama lain juga menyebutkan bahwa amanat itu adalah Alquran yang harus selalu dibaca, dikaji, dan diajarkan. Pendapat lain menyebutkan puasa Ramadan, zakat, dan ibadah haji. Amanat lain juga disebutkan adalah keluarga dan anak-anak. Jadi, amanat itu memang banyak macamnya yang diberikan Tuhan pada hamba-Nya yang harus dijaga dan ditunaikan dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Sebab, penyimpangan terhadapnya adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanat. Adapun terkait penjelasan macam-macam amanat tersebut, akan ditulis dalam artikel yang lain. Jadi, kita sebagai manusia yang menerima amanat itu dari Allah untuk berhati-hati dalam menjaga dan menunaikan amanat Allah itu. Ngaji Bareng Kitab Durrotun Nashihin Sabtu Pagi bakda Shubuh di Masjid Baitun Nikmah Kendal
Informasi Keislaman Lainnya
Ngaji Haid
Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...
Tafsir Surat An-Nasr
Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...
Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...
Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...
Keutamaan Air Zamzam
??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...
Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW
Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...