Oleh: Muhammad Umar Sa'id
"??? ???? ?? ???????? ??? ??? ?? ???? ??? ?? ??? ?? ?????"
"Istirahatlah dirimu mengatur-atur. Segala sesuatu yang sudah diurus oleh Allah tentang urusanmu, jangan ikut campur".
Pesan yang disampaikan Syekh Ibnu 'Athoillah As Sakandary RA di atas, bahwa seseorang tidak pantas (suul adab) berangan-angan tentang sesuatu yang belum terjadi. Sebab hal itu bukan wilayahnya, tapi wilayah Tuhan. Soal rejeki, nasib dan umur seseorang sudah ditetapkan oleh Yang Maha Mengatur (??????).
Seseorang hanya diperintahkan untuk menjalankan tugas dan kewajibannya. Saatnya ibadah, ibadah, saatnya bekerja, bekerja. "Mengenai upah itu urusan majikan, bukan urusanmu. Sebab angan-anganmu yang panjang itu tidak akan bisa menghentikan takdir. Berhentilah berpikir tentang nasibmu hari esok, nasib anak dan keluargamu. Besok makan apa?, setelah lulus sekolah, anakmu kerja apa? Jalani kewajiban dan tugas sebagai hamba! Jalani dengan ikhlas. Soal kehidupanmu serahkan kepada Allah Yang Kuasa segalanya".
Renungkan! Pernahkah engkau berpikir bagaimana dan kapan dilahirkan? Sebelum engkau lahir, Allah sudah menyiapkan seperangkat kehidupanmu. Jantung, paru-paru, ginjal, liver, usus, otot, daging, kulit serta angin, air dan api. Lalu lebih kuasa mana antara engkau dengan Tuhanmu?
Allahu a'lam bis shawab.
(Diambil dari kitab Matan Hikam, Syeikh Muhammad Sholeh Darat Semarang, halaman 5-6).