Oleh: M. Umar Sa'id
Sebagaimana kita maklum, bahwa tafsir bil isyarah adalah penjelasan tentang makna dan isi kandungan ayat-ayat Alquran berdasarkan isyarat suci dari ahli tasawuf (kaum suci). Berikut ini sebuah tafsir isyari menurut Syeikh Ibnu'Athoillah As Sakandary RA:
??? ???? ?????? ??????
?? ??? ??? ?????? ?? ????
Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?
??. ??? ?? ???? ????? ????? ???? ??? ??? ????? ??? ???? ????? ????
Dia (Musa) berkata, "ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain".
??. ??? ????? ?? ????
Dia (Allah) berfirman, "lemparkanlah ia, wahai Musa !"
?? ???????? ???? ?? ??? ????
Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu , maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
??. ??? ???? ??? ??? ??????? ?????? ??????
Dia (Allah) berfirman, "Peganglah ia dan janganlah takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula".
Tafsir:
Sebagaimana disebutkan dalam kitab Iqadhul Himam, Syeikh Ibnu Athaillah As-Sakandary RA menafsirkan QS. Thoha ayat 17-21 ialah, bahwa tongkat yang berubah jadi ular itu tidak akan membahayakan, jika seseorang berpasrah diri kepada Allah. Ular yang ada di tangan kanan itu merupakan simbol dunia yang dicintai setiap orang dan dengan dunia itu seseorang dapat menggunakan untuk memenuhi segala keperluannya.
Allah mengingatkan, saat seseorang akan beribadah kepada Allah, hendaklah kecintaan seseorang kepada dunia itu, agar ia campakkan sejauh-jauhnya agar hatinya selalu dekat dengan Allah. Sebab jika tidak, maka dunia itu akan membelenggu seseorang hingga ia tidak terasa bahwa ia telah diperdaya oleh dunia.
Selanjutnya, kata Syeikh Ibnu Athaillah, jika hati seseorang sudah merasa tenang beribadah kepada Allah dan tidak akan terpedaya oleh dunia dengan segala perhiasannya, maka hendaklah seseorang tidak perlu takut untuk memiliki dunia. Sebab ia pasti akan bisa menaklukkan, dan tidak akan terpedaya. Allahu 'alam bishawab