Keutamaan Dzikir dan Shalawat

...

Oleh: Moh. Muzakka Mussaif

Salah satu fungsi shalawat Nabi SAW adalah sebagai pembuka hijab langit atas doa yang kita panjatkan pada Allah SWT. Artinya, dengan shalawat doa yang kita panjatkan akan sampai pada Allah, tetapi jika tidak bershalawat doa itu akan kembali ke pelakunya.

Terkait dengan hal ini, dalam kitab Durrotun Nasihin diceritakan bahwa ada seorang shaleh yang saat tasyahud (membaca tahiyat) dalam salat lupa membaca shalawat, maka orang shaleh itu bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Rasulullah bertanya, "Mengapa engkau lupa membaca shalawat padaku?". Orang itu menjawab, "Aku lupa karena aku sibuk memuji Allah dan beribadah kepada-Nya". Rasulullah bersabda, "Apakah engkau tak mendengar sabdaku, bahwa semua amal itu diberhentikan dan semua doa itu ditahan hingga orang itu bershalawat kepadaku? Rasulullah pun bersabda lagi, Meskipun seorang hamba datang pada hari kiamat nanti dengan membawa kebaikan-kebaikan amal di dunia, tetapi tidak ada di dalamnya shalawat padaku maka semuanya tertolak dan tidak dikabulkan".

Dari sabda itulah bila ingin segala amal dan doa kita diterima dan dikabulkan Allah, jangan lupakan bershalawat Nabi dalam berbagai aktivitas kita sehari-sehari. Sebab, kalau kita ingin jadi manusia yang dimuliakan Allah maka harus memperbanyak bershalawat Nabi.

Terkait hal itu, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya orang yang paling utama di sisiku pada hari kiamat nanti adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku".

?? ???? ????? ??? ??????? ?? ?????? ??? ????

Terkait keutamaan shalawat ini ada dua buah cerita yang akan saya tuliskan di sini. Keduanya berasal dari Kitab Durrotu Nashihin yang asalnya dari kitab Zubdatul Waidhin. Kisah pertama adalah kisah tentang mimpinya seorang zuhud yakni seorang yang meninggalkan urusan dunianya untuk menggapai akhirat yang terbaik dan kisah kedua tentang mimpinya seorang imam besar yang lahir pada abad 21 H yang bernama Imam Hasan Albashry.

Pada kisah pertama diceritakan bahwa ada seorang zuhud mimpi bertemu Rasulullah SAW. Ia menghadap Rasulullah, tetapi Rasulullah tidak mau memandangnya. Ia bertanya, "Ya Rasulullah, apakah Baginda murka denganku?". Rasul pun menjawab, "Tidak". Ia bertanya lagi, "Apakah Baginda tidak mengenalku, aku adalah orang yang zuhud". Rasul pun menjawab singkat, "Aku tidak mengenalmu". Ia bertambah penasaran dan bertanya lagi, "Aku mendengar para ulama berkata bahwa Rasulullah itu mengenal umatnya seperti kedua orang tua mengenal anak-anaknya". Rasul pun menjawab, "Betul perkataan ulama itu, aku lebih mengenal umatku daripada orang tua mengenal anaknya". (Yaitu umat Rasul yang mengucapkan shalawat sesuai kemampuannya, jika tidak mau bershalawat, tentu Rasul tak bakal mengenal orang tersebut).

Pada kisah kedua diceritakan bahwa ada seorang perempuan menghadap Imam Hasan Albashry bahwa ia ingin bertemu anak perempuannya yang telah meninggal dunia. Ia menghadap imam yang alim dan zuhud itu untuk memberikan amalan sehingga ia bisa bermimpi bertemu anaknya. Imam Hasan mengajarkan amalan berupa membaca shalawat Nabi. Setelah amalan itu dijalankan, perempuan tadi pun bermimpi bertemu anaknya. Ia melihat anaknya sangat celaka karena berbaju yang terbuat dari cairan timah, leher terbelenggu, dan kakinya terlilit api. Melihat kejadian ini ia pun terbangun menangis hingga pingsan. Setelah sadar ia pun menghadap Imam Hasan dan menceritakan perihal itu. Mendengar cerita itu, Sang Imam dan para sahabatnya pun menangis.

Beberapa saat setelah itu, Imam Hasan bermimpi bertemu seorang perempuan berpakaian mewah dan memakai mahkota yang indah. Perempuan itu memanggil Sang Imam, "Ustadz, apakah Engkau tak mengenalku?". Imam pun menjawab, "Aku tak mengenalmu". Perempuan itu lalu mengenalkan dirinya bahwa ia adalah anak seorang perempuan yang mendatanginya dan diajarinya membaca shalawat. Sang Imam pun heran melihat kemuliaan perempuan itu. Imam bertanya, "Dengan apa kau mendapat derajat tinggi ini?". Perempuan itu menjawab, "Saya dan 550 orang yang ada di kubur ini awalnya mendapat azab Allah yang sangat berat. Namun, suatu hari ada seorang laki-laki datang ke kuburan ini membaca shalawat dengan tulus yang ditujukan pada kami. Dari shalawat orang itulah kami semua mendapat kemuliaan ini.

Dua kisah itu menguatkan firman Allah dan banyak hadis Nabi terkait dengan pentingnya membaca shalawat Nabi. So, mari hiasi mulut kita dengan dzikir shalawat Nabi di samping dzikir-dzikir yang lain.

????? ?? ??? ????? ????

Ngaji ba'da subuh di Majid Baitun Nikmah Kendal


Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close