Oleh: Moh. Muzakka Mussaif
Tahlil berbeda dengan tahlilan. Tahlil adalah zikir yang mengesakan Allah, meniadakan ilah-ilah lain selain Allah. Lafal tahlil adalah ?? ??? ??????? yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah". Adapun tahlilan merupakan aktivitas kolektif melafalkan lafaz tahlil yang dirangkaikan dengan ayat-ayat Alquran dan lafaz-lafaz zikir lainnya.
Terlepas dari tahlilan yang akan saya tulis dalam artikel tersendiri, tulisan pendek ini akan menjelaskan tahlil sebagai zikir yang paling utama.
Tahlil sebagai zikir utama dijelaskan dalam banyak hadis bahkan disertai manfaat dan keutamaannya bagi yang berzikir. Saking utamanya, tahlil itu pun disebut juga sebagai kunci surga (miftahul jannah). Mengapa demikian, sebab Rasulullah dalam beberapa hadisnya yang shahih menyebutkan di antaranya sebagai berikut.
???? ????? ??? ?????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????? ?????????
“Siapa yang membaca Laa ilaaha illa Allah dengan murni (dari riya’) dan mukhlis (memurnikan diri dari hal-hal yang dilarang), maka ia akan masuk surga".
Dalam hadis lain disebutkan juga bahwa siapa pun yang mati atau mengakhiri ucapannya dengan lafaz tahlil maka ia akan masuk surga. Hal itu tampak juga dalam hadis shahih berikut ini.
???? ????? ????? ????????? ??? ?????? ????????????? ?????? ?????????
Terkait dengan hadis-hadis yang menyebutkan keutamaan lafaz tahlil ini bisa dilihat dalam kitab Lubbabul Hadits karya Imam Suyuthi sekurang-kurangnya ada sepuluh hadis yang beliau tuliskan untuk menjelaskan keutamaan dan manfaat lafaz tahlil.
Dari keutamaan lafaz tahlil itulah, lafaz tahlil itu pun digunakan sebagai lafaz zikir harian baik secara individu maupun kelompok. Bahkan para ulama dan imam masjid atau musala ketika mengajak berzikir jamaahnya pun menukil hadis Rasulullah juga untuk mengawalinya zikir tahlil yang berbunyi
???? ????? ????? ??? ?? ??? ??? ????
"Sebaik-baik zikir itu, maka ketahuilah sesungguhnya ucapan laa ilaaha illallah"
Ada juga yang menukil hadis
????? ??????? ???? ?? ??? ??? ????
"Perbaharuilah keimanan kalian dengan berzikir Laa ilaaha illallah"
Dari dasar di atas, selanjutnya lafaz zikir tahlil itu pun dirangkai dengan ayat-ayat Alquran yang fadhilah-nya tentu didukung banyak hadis seperti bacaan surat Alfatihah, Alikhlas, Alfalaq, Annaas, Albaqarah bagian awal dan akhir, termasuk ayat kursi, dan beberapa lafaz zikir lain serta doa, maka disebutlah itu sebagai bacaan tahlil lengkap. Karena rangkaian tahlil lengkap biasa dibaca secara kolektif (jamaah) maka aktivitas itu disebut dengan tahlilan.