73. Berpaling dari omongan yang tidak berguna
Rasulullah saw bersabda:
???? ????? ???????? ??????? ??????????? ???????? ?????????? ??????? ???? ??????????
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah berkata yang baik atau diam. (HR. Bukhari dan Muslim)
Maksud hadis di atas ialah barangsiapa yang beriman dengan iman yang sempurna kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berbicara mengenai apa saja yang ada manfaat baginya, seperti mengucapkan kalimat yang benar kepada orang yang zalim, atau hendaklah ia diam dari omongan yang sama sekali tidak ada manfaat baginya.
Dikisahkan, ada seorang laki-laki berkata kepada orang yang ahli makrifat, "Berilah aku wasiat!". Beliau berkata: "Buatlah sampul bagi agamamu seperti sampul mushaf agar kamu tidak mengotori agamamu". Laki-laki tersebut bertanya, "Apakah sampul agama itu?". Beliau berkata: "Meninggalkan omongan kecuali omongan yang harus diucapkan, meninggalkan mempergauli manusia kecuali pergaulan yang harus dilakukan, meninggalkan mencari kesenangan dunia kecuali kesenangan yang wajib diambil."
Menurut Imam as-Suhaymi, apabila seseorang dipaksa untuk mengucapkan ucapan yang jelek atau dipaksa diam dari ucapan yang baik, atau takut bencana yang akan menimpa dirinya karena mengucapkan hal yang baik, maka dia diberi udzur dan dimaafkan oleh Allah.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal