Oleh: Muhammad Umar Said
Tidak terasa puasa kita sudah sampai pada setengah bulan lebih di bulan Ramadan 1442 H ini, dan akan tibalah kita di malam tanggal 17, yaitu malam diturunkannya Alquran atau disebut dengan malam Nuzulul Qur'an.
Sebagaimana kita maklum, Nuzulul Qur'an berarti turunnya Alquran yang merupakan kitab suci pedoman hidup kaum muslimin. Pada malam 17 Ramadan, seluruh kaum muslimin di Indonesia memperingati malam yang penuh keberkahan itu.
Tentang turunnya Alquran, para ulama ahli tafsir seperti Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-qur'an al-Adlim, beliau membagi turunnya Alquran menjadi 2 tahap, yaitu:
Tahap pertama, Alquran diturunkan oleh Allah SWT dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar, sebagaimana tersebut dalam Firman Allah:
??? ??????? ?? ???? ?????
"Sesungguhnya Aku turunkan Al-qur'an di malam Lailatul Qadar".
Pada tahap pertama ini Alquran diturunkan 1 kali sekaligus. Selanjutnya tentang malam Lailatul Qadar, Allah merahasiakan kapan terjadinya, sehingga para ulama berselisih pendapat tentang masalah ini. Ada yang mengatakan Lailatul Qadar terjadi di malam tanggal ganjil sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadan. Ada juga yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur'an itu terjadi sejak malam tanggal 1 Ramadan hingga bulan Ramadan selesai.
Tahap kedua, Alquran diturunkan oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril AS dari Baitul Izzah (langit dunia) kepada Nabi Muhammad SAW pada malam tanggal 17 Ramadan saat beliau sedang berada di gua Hira. Pada tahap kedua ini Alquran diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun, ketika Nabi SAW berada di Mekkah dan Madinah.
Adapun mengenai peringatan Nuzulul Qur'an, masing-masing Negara berbeda-beda dalam memperingatinya. Di negara-negara Timur Tengah ada yang memperingati pada malam Lailatul Qadar seperti di Mesir misalnya memperingatinya setiap tanggal 27 Ramadan. Sedangkan di Indonesia, umat muslimin memperingatinya setiap tanggal 17 Ramadan. Hal tersebut dilakukan karena selain untuk memperingati Nuzulul Qur'an, juga memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Ramadan bertepatan dengan tanggal 17 Agustus.
Terlepas dari permasalahan tersebut di atas, malam Nuzulul Qur'an ini marilah kita jadikan momentum refleksi diri kita masing-masing. "Apa benar kita sudah mencintai Alquran, berapa kali kita menyentuh dan membacanya, sudahkah kita memahami isinya, dan sudahkah kita memedomaninya dalam kehidupan sehari-hari?". Jika belum kita lakukan, marilah kita hampiri ia, kita sentuh ia, kita baca ia, syukur kita pegang erat-erat dan kita cium ia, sebagai tanda cinta kita kepadanya. Jangan-jangan selama ini kita terlalu sombong dan egois, karena kesibukan dunia, kita jarang membacanya. Padahal kita tahu, Alquran yang kita baca akan menjadi penerang di alam kubur dan dengan seizin Allah akan memberikan syafaat bagi kita yang mencintainya di alam akhirat. Namun, jika kita berpaling dari Alquran, Allah akan menjadikan mata kita buta, dan tidak dapat melihat apa-apa. Inilah kesedihan yang akan menimpa orang-orang di akhirat kelak, yaitu bagi orang yang berpaling atau tidak pernah melihat dan membaca Alquran.
Lalu pertanyaannya, bagaimana bisa membaca Alquran sedangkan sebagian orang ada yang belum bisa membacanya?. Jawabannya adalah tetaplah berusaha belajar membaca Alquran, meskipun terbata-bata. Atau jika sudah merasa sulit membaca Alquran, ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu, bacalah atau hafalkan surat-surat pendek dalam Alquran, seperti surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan Annas. Sebagaimana sabda Nabi SAW dari Abu Hurairah RA: "Barangsiapa membaca surat Al-Kafirun pada malam hari, ia sebanding dengan membaca seperempat Alquran, dan barangsiapa membaca surat al-ikhlas setiap malam, maka ia sebanding dengan membaca sepertiganya". (Al-Adzkaar: 129).
Oleh karena itu, marilah kita baca Alquran menurut kemampuan kita masing-masing dengan niat mendapatkan ridho dari Allah SWT. Amin.
(Tulisan singkat ini dipersembahkan dalam rangka memperingati Malam Nuzulul Qur'an, 17 Ramadan 1442 H.)

Penulis adalah Ketua PC Pergunu Kabupaten Kendal