19. Mengagungkan dan memuliakan Al-Qur’an
Ada beberapa bentuk cara mengagungkan dan memuliakan Al-Qur’an, yakni:
- Membacanya dalam keadaan suci.
- Menyentuhnya hanya ketika dalam keadaan suci saja.
- Bersiwak dan membersihkan gigi ketika hendak membacanya.
- Duduk tegap saat membacanya, kecuali pada saat salat. Jadi seseorang tidak boleh membacanya denganposisi berbaring.
- Membacanya dengan mengenakan pakaian yang baik dan bersih, karena ketika membaca Al-Qur’an sama artinya sedang bermunajat kepada Allah.
- Membacanya dengan posisi menghadap kiblat.
- Berkumur sehabis mengeluarkan dahak.
- Menahan bacaan ketika sedang menguap.
- Membacanya dengan pelan-pelan dan tartil (sesuai kaidah tajwid).
- Memperhatikan setiap hurufnya sesuai dengan makhraj-nya.
- Tidak meletakkannya di sembarang tempat.
- Tidak meletakkan buku lain di atasnya, sehingga selamanya Al-Qur’an akan menjadi kitab suci yang paling mulia dari pada buku-buku lainnya.
- Meletakkannya pada tempat khusus Al-Qu’an saat membacanya atau di atas sesuatu yang tingginya antara kedua tangan. Sehingga tidak meletakkannya di lantai.
- Tidak membuka setiap lembarnya dengan tangan yang dibasahi dengan air ludah, akan tetapi memakai air yang bersih.
- Tidak memakai lembaran Al-Qur’an yang rusak untuk menjaga (menyampuli) buku-buku lain. Namun jika hal yang seperti ini (membuat sampul buku dari lembaran Al-Qur’an yang telah rusak dan usang) dilakukan, maka itu termasuk perbuatan yang sangat keji. Oleh karena itu hendaklah lembaran-lembaran yang telah usang dan tidak bisa dipakai lagi itu dilebur menggunakan air.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal