Tujuh Nasihat Ali Bin Abi Thalib yang Harus Kita Renungkan

...

Oleh: Kyai Kiswanto (PC LBM NU Kendal)

Sayyidina Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai seorang sahabat Nabi Muhammad yang pemberani, alim, berwawasan luas, dan cerdas. Di samping itu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang adil dan tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan status sosialnya. Ia menganggap, semua manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tidak peduli apakah dia seorang budak, bekas budak, atau merdeka.

Berikut tujuh nasehat beliau yang harus kita renungkan:

1. Jangan bicara tentang hartamu di hadapan orang miskin

Membicarakan harta yang kita miliki dihadapan orang miskin sama saja dengan sombong. Kita merasa lebih unggul dari orang miskin karena memiliki harta yang jauh lebih banyak. Secara tak sadar, kita juga sudah menyakiti perasaan orang miskin tersebut.

2. Jangan bicara kesehatanmu di hadapan orang sakit

Saat bertemu orang sakit, jangan bicarakan soal kesehatanmu di depannya. Sebab perkataanmu akan menyakiti perasaan orang sakit. Perlu diingat, orang yang sakit sedang belajar menghargai betapa nikmatnya sehat itu dan mereka sedang digugurkan dosanya oleh Allah bila ikhlas menerima semua penyakitnya. Maka dari itu, berilah semangat kepada orang sakit.

3. Jangan bicara kekuatanmu di hadapan orang lemah

Membicarakan keunggulan fisikmu, kecerdasanmu, kemampuanmu di depan orang yang kamu anggap lebih lemah dari kita juga termasuk perbuatan sombong. Kamu secara tidak sadar ingin disanjung dan disegani oleh orang lemah itu agar kamu ditakuti.

4. Jangan bicara kebahagiaanmu di hadapan orang yang sedih

Jika ada orang sedih mengajakmu berbicara, jangan sampai kamu membicarakan soal kebahagiaanmu seolah kamu mengejek orang sedih itu. Hiburlah mereka dengan menyemangati mereka bahwa semua kesedihan yang kita alami pasti akan digantikan dengan kebahagiaan.

5. Jangan bicara kebebasanmu di hadapan orang yang terpenjara

Tak semua orang bisa merasakan kebebasan, sebagian ada yang merasa terpenjara karena pekerjaannya atau permasalahan hidupnya. Jangan sampai kamu membicarakan tentang kebebasanmu kepada orang yang merasa terpenjara, karena hal itu bisa membuat orang tersebut berkecil hati.

6. Jangan bicara tentang anakmu di hadapan orang yang tidak mempunyai anak

Sebagian orang ada yang tidak dikaruniai anak, baik itu karena mandul atau memang belum ada kehendak dari Allah. Kehadiran anak bagi mereka sangat dinanti-nanti, kadang mereka sangat sedih karena tak kunjung punya anak. Jadi, jangan sampai kamu berbicara soal anak di depan orang yang tidak mempunyai anak karena itu akan menyakiti perasaannya.

7. Jangan bicara tentang orangtuamu di hadapan anak-anak yatim Nasihat terakhir Ali adalah jangan membicarakan tentang orangtuamu di hadapan anak-anak yatim. Sebab perkataanmu akan menyakiti perasaan anak yatim yang sudah tidak bisa lagi merasakan hangatnya pelukan orangtua.

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close