Ngaji Ilmul Aqsam

...

Oleh: KH M. Danial Royyan

Ilmu ini juga disebut "Aqsàmul-Qur'an" (Sumpah-sumpah di dalam Alquran). Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengarang kitab yang berjudul: ??????? ?? ????? ??????

Di dalam Alquran terdapat banyak sumpah yang difirmankan Allah seperti: Wal-Ashri, Wad-Dhuha, Wal-Laili, Wat-Tiini, Was-Syamsi dan sebagainya. Sesuatu yang dijadikan obyek sumpah disebut "Al-Muqsam Bih" (?????? ??). Sedangkan orang yang menjadi sasaran sumpah disebut "Al-Muqsam Alaihi" (?????? ????).

Mari kita kaji satu qosam saja dalam Alquran , yaitu yang ada dalam surat Ad-Dhuhà yang berbunyi sebagai berikut:

??????? ?????? ??? ???? ?? ???? ??? ??? ???

"(1). Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalan), (2). dan demi malam apabila telah sunyi, (3). Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu."

Ada beberapa faidah yang dapat diambil dari surat ini, yaitu:

  1. Kenapa surat ini dijadikan awal surat yang dibaca dalam khataman Alquran. Karena sebelumnya Nabi SAW pernah lama terhenti tidak menerima wahyu, sehingg kaum musyrikin mengucapkan nyinyiran: "Muhammad telah ditinggalkan oleh Tuhannya dan dibenci-Nya", maka Allah menurunkan surat ini sebagai awal turunnya wahyu setelah masa jeda. Karena alasan itulah, para ulama madzhab Syafi'i dan madzhab Hanbali menjadikan surat ini sebagai awal surat yang dibaca dalam khataman Alquran.
  2. Nabi SAW sebagai "Al-Muqsam Alaihi" dalam surat ini, merasa sedih mendengar nyinyiran kaum musyrikin, maka Allah menurunkan surat ini untuk menyenangkan hati Nabi SAW dan untuk membantah ucapan yang nyinyir dari kaum musyrikin. Ketika menerima wahyu berupa surat ini, Nabi SAW merasa senang dan gembira lalu membaca takbir. Maka karena alasan itulah, para ulama kedua madzhab tersebut mensunnahkan bacaan takbir ketika selesai membaca surat-surat pendek dalam khataman Alquran. Shighat takbir yang lengkap berbunyi sbb:
    ???? ???? ?? ??? ??? ???? ????? ???? ???? ?????
    Hal itu difatwakan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab "Al-Fatàwi Al-Haditsiyah Al-Kubro".
  3. Waktu Dhuha dan Waktu Malam dijadikan "Al-Muqsam Bihi" dalam surat ini, karena keduanya adalah waktu yang sangat penting, sehingga Nabi SAW sebagai As-Syàri', menyariatkan salat duha dan salat malam atau Tahajjud. Hukum kedua salat itu adalah wajib bagi pribadi Nabi SAW, tetapi sunnah mu'akkadah bagi semua umatnya.
    Nabi SAW bersabda: ?? ??? ?? ?????
    "Tidak ada kefakiran yang menyertai salat dhuha".
    Nabi SAW juga bersabda:
    ???? ?????? ??? ?????? ???????? ???? ?????
    "Salat yang paling utama sesudah salat yang diwajibkan adalah salat malam."
  4. Di samping itu, waktu Dhuha dijadikan obyek sumpah oleh Allah karena termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya dan ada kadar kenikmatan di dalam waktu Dhuha yang besar. Matahari pada saat naik di pagi hari (Dhuha) memiliki sinar ultraviolet yang dapat digunakan oleh orang yang berjemur untuk membentuk kekebalan tubuh dari penularan Virus Corona. Hal ini telah disepakati ahli kesehatan di seluruh dunia.
    Demikian juga, waktu malam dijadikan obyek sumpah oleh Allah dalam surat ini, karena pada saat malam telah sunyi ada banyak rahasia yang penting. Rahasia itu di antaranya berupa penyebaran virus di awal malam hari. Di dalam beberapa hadits, virus yang menyebar itu digambarkan sebagai setan atau jin.

Banyak kepala daerah, dalam menanggulangi potensi penularan Virus Corona, melakukan "lock down lokal" dengan menutup jalan-jalan protokol di kota atau daerah dimulai dari pukul 18.00 hingga pukul 06.00. Demikian juga ada tradisi masyarakat yang sudah mengakar di bumi Nusantara, yaitu kalau waktu sudah magrib, pintu dan jendela rumah ditutup. Hal itu ternyata merujuk kepada hadits Nabi berikut ini:

?? ???? ?? ??? ???? ??? ???? ??? ?? ????? ??? ???? ???? ???? ??? : "????? ????? ?????? ????????? ???? ???????????? ????????? ????????????? ? ??????? ???????????? ?????????? ????????? ? ??????? ?????? ??????? ???? ????????? ???????????? ? ???????????? ???????????? ??????????? ????? ??????? ??????? ???????????? ??? ???????? ?????? ????????? ? ?????????? ?????????? ??????????? ????? ??????? ? ??????????? ??????????? ??????????? ????? ??????? ?????? ???? ?????????? ????????? ??????? ?  ???????????? ??????????????"? ???? ??????? ?????

Dari Jabir bin Abdillah RA, bahwa Nabi SAW bersabda: "Jika awal malam telah datang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu syetan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskanlah mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutuplah wadah-wadah air dan berdzikirlah kepada Allah. Tutup pula wadah minuman dan makanan dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian." (Bukhari 3280, Muslim 2012).

Yang dimaksud syetan dalam hadits ini adalah virus penyakit yang menular.

Wallohu A'lamu Bisshowàbi.

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close