Husnudlon kepada Allah

...

Oleh: KH. Mohammad Danial Royyan  

(??? ???? ?????)

????? ?? ??? ?????? ?? ???? "????? ?????" ????? ??????? ??? ????? ?????? ?? ??? ???? "?????" ???? ???? ????? ??????? ?????? ????? ??? ???? ???? ???????? ?????? ???? ?????

Bagi Salik (seseorang yang sedang berjalan menuju ma'rifat kepada Allah) dalam hatinya wajib memiliki sifat berbaik sangka kepada Allah dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Apa pun yang dilihatnya, tidak ada satupun yang tercela, semuanya Indah dan baik. Contoh melihat seseorang yang berwajah tampan, cantik ataupun jelek, baginya semuanya baik dan indah. Sebab semua itu diciptakan oleh yang Maha Indah, Maha Rahman dan Rahim.

Syeikh Ibnu Ajibah membagi husnudzon tersebut menjadi dua bagian, yaitu:

1. Husnudzon bagi golongan khowash (??????)

2. Husnudzon bagi golongan awam (??????)

Husnudzon bagi golongan khowash berarti husnudzon mereka kepada Allah timbul dari hati mereka yang telah benar-benar menyaksikan keindahan dan kesempurnaan sifat-Nya dan mereka melakukannya secara terus-menerus dan tidak ada putusnya (???????), mereka berhusnudzon kepada Allah di dalam segala keadaan. Hal yang demikian itu, baik husnudzon terhadap sifat Jamal-nya Allah maupun Jalal-Nya. Golongan khowash tersebut meyakini, bahwa apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini adalah manifestasi dari rahmah, karom dan jud Allah yang tiada terputus-putusnya serta selalu diberikan kepada semua makhluk-Nya.

Adapun husnudzon bagi golongan awam, mereka melakukannya ketika diberikan kebaikan, anugerah atau musibah dari Allah. Jika mereka ditimpa musibah, baru mereka sadar bahwa yang terjadi merupakan kasih sayang Allah, ataupun jika mereka mendapatkan anugerah  mereka meyakini bahwa semua itu adalah wujud kasih sayang-Nya.

Jadi perbedaan antara golongan Khowash dan Awam adalah jika golongan khowash husnudzon kepada Allah berkaitan dengan sifat-sifat Allah yang berlaku tetap (????) dan tiada terputus. Sedangkan husnudzon bagi golongan awam kepada Allah, berhubungan dengan hal yang  terjadi dan bersifat temporer, seperti ketika seseorang mendapatkan rejeki ataupun musibah, baru mereka ber-husnudzon kepada Allah.

Selanjutnya Syeikh Ibnu Ajibah mengingatkan, bahwa husnudzon golongan awam tersebut sangat lemah, sebab muncul dari  pandangan dan pemikiran yang lemah, bukan husnudzon atas dasar sifat-sifat Allah yang permanen dan berlaku sepanjang masa.

Semoga bermanfaat. Amiin.

(Diambil dari kitab "Iqadhul Himam, Syeikh ibnu Ajibah alHasany, hal. 91)

Diintisarikan oleh: Muhammad Umar Said). 

Informasi Keislaman Lainnya

Ngaji Haid

Oleh: M. Adib Shofwan 1. Pengertian Haid Haid atau haidl yaitu darah yang dikeluarkan seorang wanita dari urat (otot) pangkal rahim secara...

Tafsir Surat An-Nasr

 Oleh: M. Adib Sofwan Surat An-Nasr termasuk golongan Madaniyah, atau Surat yang turun di kota Madinah. Jumlah ayatnya sebanyak tiga dan...

Kisah Nabi Ibrahim as, Perjumpaan Sang Kekasih...

Oleh: M. Adib Shofwan Sebuah kisah, ketika Nabi Ibrahim as duduk sendirian, datanglah seorang tamu serupa laki-laki. Usai berucap dan berjawab...

Keutamaan Air Zamzam

??? ?????? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???? ??? ???? ?? ???????? ??? ???? ??? ?????? ?? ?????? Hendaklah ia memperbanyak salat di Al-Hijir,...

Tiga Cara Membangun Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Oleh: M. Adib Shofwan Kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hal yang wajib kita pupuk dan kembangkan guna kesempurnaan...

Advertisement

Press ESC to close