Oleh: KH Mohammad Danial Royyan
"????? ??????? ??????"
????? ?? ??? ?????? ?? ???? "????? ?????" ????? ??????? ???? ?? ???? ?? ????? ??? ??? ???? "????? " ????? ??????? ??????
????? ??? ???? ???? ???????? ?????? ???? ?????
?????? ??????: ????? ???? ?????? ????
Bagi pencari hakekat yang sedang menempuh perjalanan menuju makrifat kepada Allah harus memiliki cita-cita (passion) yang kuat untuk mencapainya. Yaitu suatu keyakinan untuk mencapai tujuan, hingga munculnya suara gaib (??????) yaitu terbukanya (?????) hati di alam hakekat. Namun hal tersebut dapat dicapai oleh Salik dengan syarat ia sudah dapat meninggalkan segala bentuk perhiasan dunia, termasuk kebaikan dan hikmah yang telah diberikan kepadanya, ia sudah dapat melupakan segala apa yang diperolehnya.
Ketika seorang salik menyaksikan dunia yang terdapat dalam dirinya, maka ia masih disebut sebagai orang sedang berlatih dan sedang menempuh suatu perjalanan spiritual. Tetapi ketika seseorang telah menyaksikan Allah melalui sirr-nya ia disebut salik yang majdzub (orang yang ditarik) ia sudah berada pada maqam fana'.
Dalam maqam fana' tersebut, Syeikh Ibnu 'Athoillah membagi menjadi 3 tingkatan, yaitu fana' dalam perbuatan, fana' sifat dan fana' dzat.
- Fana' dalam perbuatan adalah merupakan tahapan awal yang harus dilalui ole Salik, yaitu apabila ia berbuat kebaikan apa pun, ia lupa terhadap kebaikan yang telah dilakukan. Contoh seseorang menyumbang dana jutaan rupiah untuk pembangunan masjid, tapi ia tidak merasa memberikan apapun, karena apapun yang ia miliki semata-mata hanya milik Allah.
- Fana dalam sifat
Maksudnya sifat kemuliaan apa pun yang diperoleh seseorang ia tidak merasa memiliki kemuliaan apa pun, sebab semua kebaikan dan kemuliaan hanya milik Allah; - Fana' dalam dzat
Artinya seseorang ketika hatinya sudah berada di alam hakekat, ia sudah tidak ingat lagi dimana keberadaan jasadnya, karena yang diingat hanya Allah.
Setelah seseorang berada di maqam fana' ia akan sampai kepada maqam fana' fi alfana', yaitu maqam tertinggi seseorang yang tidak ingat lagi bahwa dirinya pada maqam fana fil fana', sehingga yang nampak dari lahir seseorang yang telah mencapai maqam fana' fi alfana' seperti orang gila yang mengucapkan kata-kata syatahat/???? (ndleming), karena kecintaannya yang begitu mendalam kepada Allah.
Jadi kesimpulannya, bagi orang yang ingin menjalani ilmu tariqah (salik) secara bertahap harus memiliki himmah yang tinggi untuk menempati maqam-maqam tadi, hingga ada suara tanpa rupa (??????) yaitu Allah memberikan Ilham kepadanya dengan mengatakan:
???? ??? ?????
"Apa yang kamu cari, ada di depanmu".
Mendengar suara itu, salik terus berusaha mendekati suara kalimat itu:
???? ???? ?????
"Apa yang kamu cari ada di depanmu" dan seterusnya.
Oleh karena itu, jika seseorang sudah mencapai maqam fana fil fana', ia sudah tidak memiliki rasa takut dan kuatir :
?? ?????? ???? ?? ??? ????? ??? ?? ??????
"Sesungguhnya para kekasih Allah itu, bagi mereka tidak memiliki rasa takut dan tidak pula mereka merasakan kesedihan". Segala doa dan harapannya selalu dikabulkan oleh Allah, sebab begitu dekat dan cintanya mereka para wali Allah.
Allahu 'alam
Semoga bermanfaat.
Diintisarikan oleh Muhammad Umar Said