Oleh: Muhammad Umar Sa'id
Orang ahli makrifat melihat Allah dengan ruhnya, sedangkan orang awam melihat-Nya dengan mata lahir. Karena orang ahli makrifat melihat Allah dengan ruh (mata batin), maka ia dapat melihat-Nya baik secara haqiqi maupun majazy. Yaitu ketika ia melihat Allah, dalam waktu bersamaan ia pun melihat makhluk-Nya. Demikian juga ketika ia melihat makhluk-Nya ia juga melihat Allah sebagai Pencipta-Nya.
Hal tersebut berbeda jauh dengan orang awam, karena orang awam melihat Allah dengan mata lahir, ia tidak dapat melihat Allah secara haqiqi, dan jika ia melihat makhluk-Nya pun ia juga tidak melihat Siapa Pencipta-Nya?.
Dalam hal ini diibaratkan oleh Kiai Danial seperti hubungan antara lafadz dengan makna dalam suatu kalimah. Contoh seperti lafadz ??????, ketika orang awam melihat lafadz ??? ia melihat lafadz tersebut, tetapi ia tidak mengetahui makna lafadz itu. Berbeda dengan orang pandai (Bahasa Arab) ketika orang pandai tersebut melihat lafadz ??? secara langsung ia dapat mengetahui maknanya. Jadi orang ahli makrifat ketika ia melihat makhluk, maka ia pun melihat Sang Pencipta. Demikian juga ketika ia melihat Allah, ia pun melihat makhluk-Nya.
Menurut pendapat Syeikh Ibnu 'Athoillah As-Sakandary RA, bahwa penampakan Allah itu ada tiga macam :
Pertama,
????? ????? ??? ???
(Penampakan-Nya dengan segala sesuatu).
Maksudnya adalah bahwa penampakan Allah itu bersamaan dengan wujudnya sesuatu (makhluk). Sebab tidak mungkin Allah itu terhalang (?????) oleh makhluk, sebab Allah sendiri adalah Pencipta-Nya. Jadi dalam hal ini, orang ahli makrifat dapat melihat Allah itu cukup dengan melihat makhluk-Nya. Sebagaimana Hadits Nabi saw :
??? ????? ??? ?????? ???????? ????????? : ?? ??? ???? ??? ??? ???.
"Barangsiapa melihat dirinya, maka sesungguhnya ia melihat Tuhan-Nya".
Kedua,
????? ????? ?? ?? ???
(Penampakan-Nya di dalam segala sesuatu)
Orang ahli makrifat dalam melihat Allah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, siang malam, pagi sore, terbitnya matahari ataupun terbenamnya, dan tidak ada perbedaan di antara makhluk-Nya, muslim-non muslim, shalih-jahat, laki-laki -perempuan, anjing atau kera, perempuan menutup aurat-tidak menutup aurat, bahkan terhadap perempuan telanjang sekalipun. Orang ahli makrifat dalam melihat semua itu, ia tetap berhusnudlan bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah. Karena sesungguhnya Allah Maha Kuasa menampakkan-Nya (?????) dalam bentuk penampakan keagungan (??????) maupun keindahan (??????) kepada semua mahluk- Nya.
Ketiga,
????? ????? ??? ???
(Penampakkan Allah kepada segala sesuatu).
Dalam hal ini Allah Kuasa untuk menampakkan diri-Nya kepada semua makhluk-Nya, baik itu manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Penampakan-Nya berupa pentasbihan (?????) makhluk-Nya kepada Pencipta-Nya, baik yang diucapkan oleh manusia dengan lisannya ( ???? ??????) ataupun yang dilakukan oleh selain manusia, yaitu hewan dan tumbuh-tumbuhan dengan cara menunjukkan isyarat tingkah laku /perilaku (???? ?????).
Sebagaimana Firman Allah swt dalam Q S. Al-Hasyr: 24 :
...???? ?? ?? ?? ??????? ?????? ??? ?????? ?????? ( ?????: ??.
"Bertasbihlah kepada-Nya apa-apa yang ada di langit dan bumi. Dan Dialah Maha Perkasa dan Bijaksana”. (QS. Al-Hasyr: 24)
Semoga bermanfaat.
Ngaji Kitab Iqodlul Himam (????? ?????) Karya Syeikh Ibnu 'Ajibah RA bersama KH. Mohammad Danial Royyan