Muhammadiyah itu NU ! (Dokumen Fiqih yang Terlupakan )

...

Dokumen fiqih Muhammadiyah terbitan 1924 itu seolah membeku di peti es. Membaca kitab itu serasa dihujani jarum. Menulis ulang kitab itu serasa tertusuk sembilu. Ada ranjau yang bisa menjebak hawa nafsu. Namun, juga bisa menyatukan warga Muhammadiyah dan NU.

Buku ini meskipun menyimpan dilema, ingin menyodorkan fakta sejarah yang terlupakan. Bahwa dulu Muhammadiyah sama persis dengan NU, demikian pula sebaliknya. Lalu, mengapa kini menjadi sangat berbeda?. Buku ini menjelaskan dengan ringkas.

"Ada dua pernyataan terkait sejarah. Jangan sekali- kali meninggalkan sejarah, membuat kita kehilangan orentasi. Jangan sekali-kali memberhalakan sejarah, membuat kita terpenjara masa silam. Penulis buku ini mampu mengkritisi dan memaknai kembali sejarah," (Mustofa W. Wasyim, Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PP Muhammadiyah, Ketua Majlis Ilmu Nahdlatul Muhammadiyah, Anggota Dewan Redaksi Suara Muhammadiyah).

"Buku ini menarik dibaca secara kritis, terutama terkait kaifiat ibadah dan madzab. Perlu disadari bahwa Muhammadiyah adalah sebuah gerakan yang terus berubah dan berkembang," (Abdul Munir Mulkan, Budayawan, mantan Wakil Sekretaris PP Muhammadiyah).

Data Buku :
Judul : Muhammadiyah itu NU ! (Dokumen Fiqih yang Terlupakan)
Penulis : Muhammad Ali Shodiqin
Penerbit : Noura Books (PT Mizan Publika)
Tebal : 309 halaman
Info : 081388618077

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close