Ada Asa yang Terusir

...

Menggumpal, mengeras dan membatu

Yang semestinya terurai satu-satu

Ada jengah berbalut pasrah

Menanti ujung harapan

Asa yang dengan keangkuhannya

Mengikis ketabahanku

Lelah ....

Saat aku berharap

Mentari bersinar dipagi hari


Saat aku berharap

Hangatnya membelai keriput kulitku

Berlebihankah aku?

Entahlah ....

Mungkin Tuhan punya cara

Untuk aku bisa juara

Wong Gunung

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close