Menggumpal, mengeras dan membatu
Yang semestinya terurai satu-satu
Ada jengah berbalut pasrah
Menanti ujung harapan
Asa yang dengan keangkuhannya
Mengikis ketabahanku
Lelah ....
Saat aku berharap
Mentari bersinar dipagi hari
Saat aku berharap
Hangatnya membelai keriput kulitku
Berlebihankah aku?
Entahlah ....
Mungkin Tuhan punya cara
Untuk aku bisa juara
Wong Gunung