Ijtihad Islam Nusantara: Mendalami Islam di Era Globalisasi

...

Diera globalisasi dan liberalisasi informasi yang kian deras, Islam diharapkan dapat menjadi benteng yang kuat untuk tetap berpegang teguh pada ajaran-ajarannya. Tetapi ajaran-ajaran Islam tidak harus dipahami secara kaku dan ditafsirkan dengan sempit. Sebaliknya kontekstualisasi ajaran Islam sangat penting dilakukan di era yang sudah serba maju seperti ini.

Konsep refleksi pemikiran dan kontekstualisasi ajaran Islam di era globalisasi dan liberalisasi informasi ditulis dengan apik oleh Prof Dr. H. Abdul A'la, M.Ag pada bukunya berjudul "Ijtihad Islam Nusantara: Refleksi Pemikiran dan Kontekstual Ajaran Islam di Era Globalisasi dan Liberalisasi Informasi" tersebut dijelaskan secara mendetail mengenai upaya kontekstualisasi Islam agar benar-benar bisa hadir sebagai agama yang membawa kemaslahatan bagi manusia dan rahmat bagi alam semesta.

Secara lebih mendalam buku ini juga akan memberikan wawasan kepada pembaca untuk memahami kembali ajaran-ajaran Islam yang dikembangkan di bumi Nusantara melalui peran Walisongo. Pembaca diingatkan kembali bahwa konsep Walisongo dalam menyebarkan agama Islam ialah berdakwah dengan damai dan menyesuaikan diri dengan masyarakat.

Alhasil, Islam menjadi agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat yang ada di Indonesia tanpa melalui suatu proses pemaksaan, penipuan atau manipulasi apapun dari para Walisongo.

Pembahasan dalam buku ini juga mengajak pembaca untuk mengenal kembali makna jihad yang dapat dilakukan pada masa kini. Jihad yang dilakukan juga dapat disesuaikan dengan konteks kehidupan yang dinamis serta beragam di Indonesia tanpa mengurangi makna jihad yang dimaksud oleh Islam. Diharapkan pemikiran Islam Nusantara yang tertuang pada buku ini juga dapat menjadi acuan dan dikembangkan bagi negara-negara lain.

Data buku :
Judul Buku : Ijtihad Islam Nusantara: Refleksi Pemikiran & Kontekstual Ajaran Islam di Era Globalisasi dan Liberalisasi Informasi.
Penerbit. : PW LTN NU Jatim dan Muara Progresif
Tahun terbit : 2018
Tebal : 189 halaman
Info : 082135050118

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close