Membedah Sastra Jawa Pesantren

...

Buku Membedah Sastra Jawa Pesantren ini adalah buku ilmiah yang langka dan harus diketahui oleh komunitas pesantren. Sebab, buku ini adalah kajian ilmiah yang tidak pernah dilakukan oleh para kiai atau santri.

Mereka hanya melahirkan dan memanfaatkannya secara terbatas dalam pembelajaran di pesantren. Bahkan, diantara merekapun enggan memperhatikannya.

Sedangkan pakar sastra Jawa tidak meliriknya karena keterbatasan penguasaan ejaan dan bahasanya. Bahkan merekapun tak menganggapnya sebagai sastra Jawa karena tidak terlahir dari pusat sastra dan budaya Jawa, yakni kraton.

Hal ini sangat ironis, kata pengarangnya dalam kata pengantar buku.

Buku ini adalah karya akademik yang pantas untuk diapresiasi. Sebab buku ini disusun lebih dari 30 tahun pengumpulan datanya oleh pengarangnya. Ia mulai mengkajinya sejak menulis skripsi (1988) hingga terselesaikannya buku ini.

"Dalam buku ini, pengarang mampu menyuguhkan kajian fundamental terhadap sastra Jawa pesantren, dari kedudukan, fungsi, katagorisasi, revitalisasi, dan dokumentasi hingga kajian mendalam terhadap beberapa judul sastra Jawa pesantren yang tersebar di masyarakat", (Fajrul Falah, Dosen FIB UNDIP).

Judul Buku :Membedah Sastra Jawa Pesantren
Penulis : Moh. Muzakka Mussaif
Penerbit : Fasindo kerjasama dengan Sukarno Pressindo Semarang
Jumlah Halaman : 176 halaman
Ukuran kertas : 24 x 20 cm
TahunTerbit : Cetakan Pertama, Februari 2019

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close