Merokok Sama dengan Menghisap Air Kencing Iblis?

...

Ada diskusi menarik antara dua kiai Nusantara yang sama-sama alimnya di bidang fikih dan tasawuf. Syekh Hadlrami, orang alim berasal dari Yaman itu mengharamkan rokok, bertamu ke pondok pesantren milik kiai alim, pribumi Jawa yang perokok.

Syekh berkata: "Kiai, anda ini orang alim kok merokok, itu kan haram?. Apa gak tahu bahwa daun tembakau yang menjadi bahan bakunya itu tumbuh dari air kencing Iblis yang terkencing-kencing karena ketakutan ketika dilaknat Allah?. Kalau anda merokok maka sama dengan menghisap air kencing Iblis!".

Kiai: "Saya tahu hal itu dari kitab 'Tatsbitul Fu'àd' karangan Imam Al-Haddàd, tetapi saya tetap merokok karena saya berniat membakar air kencing Iblis bukan berniat menghisapnya. InsyaAlloh dapat pahala bukan malah haram!".

Santri-santri yang menyaksikan diskusi itu pada tertawa cekikian mendengar jawaban kiainya yang masuk akal tapi lucu. Mereka sebagai perokok juga merasa senang karena seakan telah menemukan dalil dibolehkannya merokok.

Kedua orang alim itu akhirnya berikhtilaf dalam hukum merokok, tetapi tetap kompak dan rukun dalam mengembangkan Islam Nusantara.

Hukum merokok itu termasuk dhanny, yakni hukum yang boleh diihktilafkan karena berdasarkan ijtihad, bukan qath'i, yakni hukum yang harus disepakati karena berdasarkan nash-nash Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Oleh: Mohammad Danial Royyan Pengasuh Majelis Tashwirul Afkàr 

Informasi Lainnya

Meninggalkan Ramadan dan Idulfitri Antara...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy.,MH Idulfitri memang sudah berlalu digantikan oleh kesibukan aktifitas kita sehari-hari. Namun demikian jangan...

Sholat, Sungai Rezeki yang Tak Pernah Kering

Oleh: Sigit Wagiyanto Dalam kehidupan sehari-hari, hampir setiap orang memikirkan satu hal yang sama: rezeki. Bagaimana mencukupi kebutuhan...

Tadarus Ramadan dan Batas Suara: Menjaga...

Redaksi Bulan Ramadan selalu hadir dengan nuansa religius yang khas. Masjid dan musala hidup sepanjang malam: tarawih, tadarus, hingga sahur...

Resensi Buku: Ramadan di Kampung Halaman

Oleh: M. Azka Ulin Nuha Sebuah bunga rampai ciamik yang ditulis oleh orang-orang maestro lokalisasi Kendal. Esai-esai yang menghimpun fragmen...

Advertisement

Press ESC to close