Kau, diberi nama Fadli
Bukan tanpa arti
Pengakuan tak terperi
Semburat hati orang tua
Atas anugerah Sang Pemberi
Sudahkah kau menjadi anugerah?
Kau, diberi nama Fadli
Bukan tanpa arti
Harapan tak terhenti
Terus ...
Tersembul dari hati
Orang tua
Menanti penuh harap
Kau yang utama
Kau yang mulia
Sudahkah kau menjadi Pratama?
Namun ...
Dalam sepenggal masa
Kau pupuskan harapan
Kau jungkirkan arti nama
Dengan keculasan
Dan keangkuhan
Menangiskah orang tuamu …
Entahlah?
Wong Gunung