Sebelum kau menjadi kau
Kau siapa?
Gelap tanpa cahaya
Hambar tanpa rasa
Tak seorangpun merindukan kehadiran kau
Tidak ayah kau
Tidak pula ibu kau
Karena mereka belum menjadi mereka
Namun ….
Setelah kau menjadi kau
Tiba tiba ….
Kau mendeklair diri menjadi aku
Merebut dari penguasa kau
Lalu dengan jumawa kau nafikan selain kau
Kau hinakan selain kau
Wahai kau ….
Dengan ke akuan kau
Kau bukan lagi kau
Wong Gunung