Kau

...

Sebelum kau menjadi kau
Kau siapa?
Gelap tanpa cahaya
Hambar tanpa rasa
Tak seorangpun merindukan kehadiran kau
Tidak ayah kau
Tidak pula ibu kau
Karena mereka belum menjadi mereka
Namun ….
Setelah kau menjadi kau
Tiba tiba ….
Kau mendeklair diri menjadi aku
Merebut dari penguasa kau
Lalu dengan jumawa kau nafikan selain kau
Kau hinakan selain kau
Wahai kau ….
Dengan ke akuan kau
Kau bukan lagi kau

Wong Gunung

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close