Hujan yang senantiasa meruang
Sejak kebangunanku hingga entah kapan
Jenggeret, sejenis serangga, malas belajar paduan suara
Burung-burungpun sembunyi
Menunda ocehannya untuk esok hari
Disini ...
Dari celah dinding rumah
Aku melihat perempuan tua bertaruh nasib hari ini
Dengan langkah gontai
Ikhlas menjajakan dagangan
Tak sedikitpun nampak kemurungannya
Sementara ...
Demi sebungkus rokok
Aku harus menggerutu kepada Tuhan
Lantaran terhalang hujan dari warung sebelah
Bahkan ...
Ke masjidpun mulutku mengumpat, hatiku menggugat
Hujan yang senantiasa meruang.
Kini ….
Kau sibak kemunafikan
Wong Gunung