Oleh: Faza Alta Dilya (Juara 1 Puisi Religi Tingkat MI Porsema XI Kabupaten Kendal)
Aku
Bocah tengil yang berdiri di bawah naungan NU
Aku
Bocah ingusan yang berteduh di bawah kibaran panji NU
Aku
Aku yang sering mendengarmu dimaki
Aku yang sering melihatmu dihina
Dengan berbagai macam tuduhan yang hina
Bukan saja musuh yang menghina
Hujatan itu melesat dari mulut saudaramu sendiri
Akan tetapi, semua itu tak mengubahmu menjadi sesuatu yang hina
Tak pula, membuatku terhina bersamamu
Bahkan kau tampakkan jiwa kesatriamu
Kau doakan mereka
Mereka yang belum mengerti apa yang kau yakini
Sirnalah gelap terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahya
Ayunkan langkah, pukul genderang
Segala rintangan mundur semua
Tiada laut sedalam iman
Tiada gunung setinggi cita
Sujud kepala kepada Tuhan
Tegak kepala lawan derita
Aku anak kemarin sore yang belum paham arti cinta
Tapi sudah jatuh ke dalamnya
Jatuh cinta kepada Nahdlatul Ulama
Kau dihina, kau tetap menjadi idola
Kau dicaci, kau dimaki, kau tetap kokoh berdiri
Kau dituduh ini itu, malah membuat aku dan kamu semakin bersatu
Nahdlatul Ulama hari ini,
Aku cinta padamu
Aku NU padamu
Penulis adalah siswa MI Trimulyo Sukorejo, Kabupaten Kendal