Ada sebuah anekdot yang disampaikan almarhum KH. Hasyim Muzadi mantan ketua PBNU, "Orang Madura kalau ditanya tentang agamanya, ia akan menjawab, agama saya adalah NU, syariat Islam, panutannya kyai".
Jawaban sebagaimana di atas menunjukkan begitu kentalnya NU di mata mereka, dan demikian baiknya persahabatan mereka dengan NU sebagai organisasi serta kesetiaannya kepada sang kyai.
Anekdot itu tidak sekedar ungkapan pendek yang kosong dari nuansa dan paradigma. Tetapi paling tidak merajut beberapa komitmen hati antara mereka dengan NU.
Pertama, NU memiliki basis yang tidak terbantahkan di kalangan bawah, artinya gerakan dan keberadaanya mendapat simpatik masyarakat akar rumput.
Kedua, para kyai atau ulama dapat dipastikan adalah penganut suni yang fanatik. Orang Madura miniatur kaum suni yang rata-rata sangat patuh sama guru dan kyainya.
Ketiga, ikatan emosional keagamaan mereka sangat inheren dengan nuansa sunni ciri ajaran NU yang fundamental.
Buku ini ditulis oleh KH. A. Busyairi Harits, seorang ulama yang pernah berguru kepada Almaghfurlah KH. Ahmad Shiddiq salah satu murid cerdas pendiri NU, Hadlaratus syaikh KH. Hasyim Asy'ari. Oleh karena itu sebagian besar pembahasan yang ada dalam buku ini banyak diilhami oleh pemahaman keagamaan NU yang ia peroleh ketika menjadi santri di pondok pesantren As-Shiddiqi Jember. Sehingga ke -NU-annya mengalir cair dan hidup menjadi dirinya.
Buku ini enak dan perlu dibaca. Karena jika dicerna dengan baik, niscaya akan terkuak Islam NU yang sebenarnya. Disarikan dari buku Islam NU. Anda tertarik membaca ? wa 082135050118 (Fahroji).