Bagaimana aku bisa mengenalimu?
Bila terhadap diriku sendiripun aku belum bisa mengenalinya
Aku yang senantiasa dan terus saja mengadukan tentang semua hal ihwalku, bahkan sendal jepit yang hilangpun kepadamu
Bukankah kau telah mengetahuinya, sebelum aku mengadukannya?
Karena aku yang belum menjadi aku yang sejatinya
Sehingga aku belum mampu mengakui pengaduan sebagai bukti kehinaanku
Bagaimana aku bisa mencintaimu?
Bila aku masih saja memperlakukanmu sebagai rekanan kerja
Aku yang senantiasa menuntut kompensasi yang aku maui
Terhadap apapun yang telah aku kerjakan
Bukankah cinta mesti berkorban?.
Karena aku yang belum menjadi aku sejatinya
Sehingga belum mampu berserah diri dan mempercayai kehendakmu
Lalu…….
Kapan kita mesti bersatu?.
Wong Gunung