Sulitnya Mengenalimu

...

Bagaimana aku bisa mengenalimu?
Bila terhadap diriku sendiripun aku belum bisa mengenalinya
Aku yang senantiasa dan terus saja mengadukan tentang semua hal ihwalku, bahkan sendal jepit yang hilangpun kepadamu

Bukankah kau telah mengetahuinya, sebelum aku mengadukannya?
Karena aku yang belum menjadi aku yang sejatinya
Sehingga aku belum mampu mengakui pengaduan sebagai bukti kehinaanku

Bagaimana aku bisa mencintaimu?
Bila aku masih saja memperlakukanmu sebagai rekanan kerja
Aku yang senantiasa menuntut kompensasi yang aku maui
Terhadap apapun yang telah aku kerjakan

Bukankah cinta mesti berkorban?.
Karena aku yang belum menjadi aku sejatinya
Sehingga belum mampu berserah diri dan mempercayai kehendakmu

Lalu…….
Kapan kita mesti bersatu?.

Wong Gunung

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close