Nahdlatul Ulama hingga kini masih saja menarik perhatian masyarakat, terutama kalangan ilmuwan, politisi dan juga wartawan. Mereka seolah berebut tempat paling depan agar bisa melihat potret diri NU yang sebenarnya. Karenanya, wajar jika Profesor Anderson (meminjam Zamarkhsyari Dhofier dalam Tradisi Pesantren) pernah sedikit gusar. Katanya, sedikit sekali kaum akademisi yang mengetahui tentang NU, belum ada disertasi doktor yang pernah ditulis mengenai NU. Dan dia meragukan apakah akan segera ada disertasi itu. Padahal, kata guru besar ilmu politik Cornell University Amerika Serikat, NU merupakan salah satu kekuatan sosial, kultural, keagamaan dan politik yang sangat berpengaruh di Indonesia selama bertahun-tahun. Agaknya sang Profesor paham betul terhadap buku-buku yang kini banyak beredar yang telah mengupas NU secara panjang lebar. Paham, dalam arti bahwa buku-buku dimaksud sedikit banyak ditulis berdasarkan cerita orang lain, hingga tanpa disadari terdapat uraian-uraian yang cenderung mengecilkan peran dan pengaruh NU. Buku ini berusaha memahami 'potret diri NU' sebagai organisasi sosial keagamaan yang menganut paham ahlussunnah wal jamaah dengan cara menelusuri jejak, memahami sistem nilai, mengamati sejarah pertumbuhan dan perkembangannya serta melihat perubahan - perubahan yang terjadi dalam tubuh NU. Pada bab III buku ini digambarkan sosok NU yang gampang berubah bentuk dari jamiyah menjadi partai politik dan berubah ke jamiyah lagi. Bagaimana pula tingkah laku politik NU semasa Orde Lama maupun Orde Baru. Terutama mengenai keluarnya NU dari Masyumi, semua dikupas dan dijawab penulis dalam bab ini. Sementara dalam bab IV menggambarkan betapa sulitnya NU mengembalikan diri ke dalam bentuk asal. Politik praktis ternyata telah banyak madharat ketimbang manfaat bagi kehidupan NU. Sehingga NU perlu menebus dengan harga mahal untuk bisa kembali ke bentuk asalnya. Itupun belum bisa sepenuhnya, sekalipun sudah ditempuh dengan berbagai konflik intern antar Tanfidziyah dan Syuriyah yang sekaligus menandai merosotnya tata nilai di lingkungan NU. Dalam bab terakhir, buku ini mengupas "pilar-pilar kekuatan NU yang hingga kini masih tetap kokoh. Buku ini diangkat dari hasil penelitian yang cukup memakan waktu, sehingga nilai obyektifitasnya cukup dapat diandalkan berdasarkan kenyataan-kenyataan yang diamati oleh seorang peneliti. "Apa yang ditulis Saudara Choirul Anam merupakan BABON tentang Nahdlatul Ulama. Dan saya merasa buku ini perlu dibaca oleh warga NU agar lebih mengetahui motivasi berdirinya NU sejak lahir, tumbuh dan berkembang hingga kini," (KH. M. Yusuf Hasyim) Data Buku Judul : Pertumbuhan & Perkembangan NU Penulis : Khoirul Anam Tebal : 422 halaman + lampiran Info : 081388618077
Informasi Lainnya
Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...
Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...
Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...
Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...
Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...
Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...
Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat
Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...