Kiai Danial, NUKO dan RSNU


Oleh: Fahroji

Kiai Danial atau ada pula yang menyapa Abah Danial dengan nama lengkap KH Mohammad Danial Royyan, tanpa terasa sudah satu tahun meninggalkan keluarga dan warga NU di Kendal. Haul perdananya yang baru saja usai digelar 6 Oktober 2025, diisi dengan serangkaian kegiatan. Gelaran haul itu seakan telah mengingatkan kembali tentang figur Kiai Danial dan jasa-jasanya.

Banyak peninggalan Kiai Danial semasa hidupnya di antaranya Majelis Taklim Tasfirul Afkar di rumahnya Tamangede, Gemuh. Sebagai kiai yang alim, Kiai Danial juga meninggalkan beberapa karya tulis baik yang berbahasa Arab seperti kitab Haqiqotu Ahlussunnah wal Jama'ah maupun yang bahasa Indonesia.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah Mangkang Kulon, Semarang, KH Hadlor Ihsan saat hadir dalam haul tersebut sebagaimana dikutip dari website ini mengatakan, KH. Mohammad Danial termasuk orang alim dan paham dirinya alim sehingga mengajarkan ilmunya, bahkan menulis beberapa kitab.

Sementara terkait jasa dan peninggalannya selama Kiai Danial memimpin PCNU Kendal dua periode sebagai ketua dan satu periode sebagai Rais Syuriyah ada dua, yakni menerbitkan website resmi PCNU Kendal yang kemudian hari diberi nama NU Kendal Online (NUKO) dan perintisan pendirian Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kendal yang belakangan sedang mendapat serangan gencar dari warganet terkait penggunaan dana hibah.

Banyak pihak menyebut Kiai Danial tidak hanya figur kiai namun juga politikus dan penulis produktif. Pendek kata, orang mengkategorikan Kiai Danial sebagai sosok multi talenta.

Dalam buku Mengenang KH Mohammad Danial Royan terbitan PC Lesbumi Kendal, Januari 2025. Para penulis buku antologi itu memberikan kesaksian tentang figur Kiai Danial. Alfabian Yulando melihat Kiai Danial sebagai kiai yang memiliki ketajaman intuisi. Laela Maghfiroh bahkan mengibaratkan Kiai Danial sebagai permata Pantura Kendal yang sulit tertandingi. Mas Mantri menyebut Kiai Danial sebagai Kiai Logaritma. Sedangkan Misbahul Munir merasakan Kiai Danial sebagai kiai yang trengginas.

Dosen sastra UNDIP, Moh. Muzakka merasa perlu untuk menulis Gurindam untuk kiai atas kapundut-nya Kiai Danial. Begitu juga dengan Muhammad Irhamni Sabil melihat Kiai Danial sebagai sosok kiai egaliter multi dimensi. Penulis buku Manusia Kalang, Muslichin mengakui Kiai Danial sebagai Kiai yang humoris dan melek digital. Siti Ni'mallatif juga demikian, mengakui Kiai Danial sebagai Kiai Influencer. Sedangkan Subhan Abidin lebih merasakan ketawadukan Kiai Danial.

Risma Nailul Muna memberikan validasi Kiai Danial sebagai sosok ulama produktif, penggagas dan pelayan umat. Jejak produktifitas Kiai Danial bisa dilacak dalam karya tulisnya berupa buku atau kitab baik yang berbahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Di samping itu tulisan artikel keislamannya juga banyak dimuat di website PCNU Kendal, NUKO.

Website PCNU Kendal sendiri lahir tidak lepas dari perhatian serius Kiai Danial saat awal menjabat ketua PCNU Kendal pada periode pertama 2012 - 2017. Kendati pemikiran awal kebutuhan media online untuk mengcounter faham radikal yang bertebaran di jagat maya ini sudah muncul dan menjadi keputusan Konferensi Cabang NU Kendal di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu 2012, namun dengan kepedulian Kiai Danial, program itu bisa menjadi skala prioritas dan terealisasi.

Kesadaran Kiai Danial tentang pentingnya sebuah media online untuk mengimbangi faham radikal di internet saat itu dan untuk mensosialisasikan program serta menyuarakan kebijakan NU dalam merespon dinamika tingkat lokal Kendal, nampaknya telah menguatkan tekad Kiai Danial bahwa PCNU Kendal harus punya media sendiri yang diharapkan bisa menjadi corong dan alat komunikasi kepada warga NU Kendal.

Keberadaan Media Online PCNU Kendal ini di kemudian hari menjadi alat yang efektif untuk mensosialisasikan program besar pendirian Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) mulai tahap pembebasan lahan, dan dimulainya pembangunan hingga sekarang.

Dinamika dalam proses pembangunan RSNU pasti terjadi, baik pro dan kontra terhadap program tersebut. Meski berjalan agak lambat, namun pembangunan RSNU Kendal tetap menunjukkan progresnya. Perhatian dan dukungan Pemda Kendal sejak Bupati Dico M Ganinduto mengucurkan hibah 8 milyar serasa menjadi darah segar yang memulihkan asa.

Pengurus PBNU KH Maskuri Malik dalam kesempatan hadir di Kendal memberikan komentar atas dana hibah itu. Menurutnya, dana hibah tidak semata-mata bernilai bantuan, namun NU Kendal ada hak atas redistribusi (penyaluran kembali) sebagai kompensasi kewajiban membayar pajak dan retribusi lainnya yang dibayarkan warga NU di Kendal.

Melihat progres pembangunan RSNU yang terus meningkat, tak pelak telah membuat gerah sebagian pihak yang kurang respek sehingga mencoba mengusik melalui pintu masuk dana hibah. Di media sosial, serangan dan komentar miring terhadap RSNU belakangan dirasa memang terus meningkat. Namun demikian, hal tersebut tentu tidak perlu membuat kita berkecil hati. Justru sebaliknya, menjadi cambuk untuk meningkatkan diri.

Dalam moment haul perdana Kiai Danial ini, kita berdoa semoga NUKO terus berbenah diri dan RSNU segera jadi.


Penulis adalah Penasehat NUKO

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close