Majelis Alumni IPNU-IPPNU sebagai Wadah Alternatif Berkhidmah


Oleh: Fahroji

Usai menggelar kegiatan Silaturahmi Majelis Alumni PAC IPNU Sukorejo. Saya dikirimi pesan pribadi (japri) oleh mantan ketua PAC Fatayat NU yang juga mantan Ketua PAC IPPNU Sukorejo, Kodriyah. "Bismillah, semoga alumni IPPNU juga segera terwujud, nyuwun pandongane nggih".

Kodriyah mengaku sudah mengiventarisir alumni IPPNU Sukorejo dan mengumpulkannya dalam group WhatsApp. Rencana dalam waktu dekat akan segera berkumpul membentuk pengurus. Diharapkan dengan terbentuknya Majelis Alumni IPPNU dapat menjadi wadah silaturahmi alumni IPPNU yang lama tidak ketemu dan menjadi media 'Ngumpulke Balung pisah'.

Tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan bernostalgia para alumni, Majelis Alumni (MA) juga diharapkan bisa menjadi alternatif berkhidmah bagi alumni yang tidak terserap di NU maupun Badan Otonom. Pemikiran ini muncul melihat rendahnya angka alumni IPNU-IPPNU yang terserap di kepengurusan NU maupun Banom di Sukorejo.

Hal ini diakui oleh Ketua PAC GP Ansor Sukorejo, Budi Irwanto. Menurut Budi yang juga mantan ketua PAC IPNU Sukorejo, di kepengurusan PAC Ansor Sukorejo periode ini, hanya bisa memasukkan sekitar 4 alumni IPNU. Oleh karena itu, ia setuju dan mendukung kehadiran Majelis Alumni PAC IPNU Sukorejo.

Kondisi yang sama juga dialami Alumni IPPNU Sukorejo. Selain Kodriyah yang berhasil menjabat ketua PAC Fatayat NU Sukorejo dua periode, belakangan baru muncul nama Ida Alimatun Hidayat yang menjabat ketua Muslimat NU Sukorejo. Ida yang juga mantan ketua PAC IPPNU Sukorejo meneruskan Hj. Niken Larasati karena terpilih menjadi ketua dalam Konfercab Muslimat NU Kendal. Lantas dimana alumni IPPNU yang lain?

Pendiri yang juga mantan ketua pertama PAC IPNU Sukorejo, Ahmad Jupri ikut memberikan data. Sesungguhnya PAC IPPNU Sukorejo juga banyak melahirkan kader. Barisan para mantan ketua PAC IPPNU Sukorejo yang sudah senior bisa disebut seperti Mas'udah, Umi Masruroh, Anik Suharni, Wahmi, Ida Alimatun, Indah Supriyati, Inayati Rukhama, Kodriyah dan seterusnya. Namun mereka banyak yang tidak kelihatan pasca Konferancab IPPNU pada periode masing-masing dan tidak kunjung muncul baik di Fatayat NU maupun Muslimat NU, kecuali dua nama tersebut di atas.

Tidak hanya di Sukorejo, di daerah lain hal serupa juga terjadi. Mengutip berita NU Online (24/10/2011) berjudul Pembentukan Majelis Alumni IPNU-IPPNU Batang. Ketua Presidium Cabang Majelis Alumni IPNU Batang, M Arif Rahman mengatakan, "Latar belakang pembentukan Majelis Alumni ini tidak lepas dari realita bahwa banyak alumni IPNU-IPPNU yang tidak 'terserap' di kepengurusan struktural NU dan Banomnya. Diharapkan dengan adanya Majelis Alumni dapat menjadi wadah bagi kader-kader yang terserak."

Oleh karenanya, rencana membentuk Majelis Alumni IPPNU Sukorejo sesungguhnya bukan hal baru. Lebih tepatnya tertunda. Sekitar tahun 2010 saat mengadakan halalbihalal bersama alumni PAC IPNU-IPPNU Sukorejo di MTs NU 13 Arrahmat yang menghadirkan ketua Presidium Cabang Majelis Alumni IPNU Kendal, H. Mohammad Bisri (almarhum), keinginan untuk membentuk Majelis Alumni IPPNU Sukorejo sudah ada, hanya saja saat itu situasinya belum memungkinkan. Waktu itu baru Majelis Alumni IPNU Sukorejo yang berhasil dibentuk.

Melihat realitas dan latar belakang di atas, keinginan membentuk Majelis Alumni PAC IPPNU Sukorejo yang diinisiasi oleh Kodriyah nampaknya bukan sekadar latah mengikuti Majelis Alumni IPNU. Namun hasil pembacaan situasi yang berlanjut pada kebutuhan alumni untuk mengkonsolidasi diri.

Yang perlu dipahami, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Sukorejo tidak hadir sebagai kompetitor Banom NU. Masih mengutip dari sumber yang sama, mantan ketua PC IPNU Batang Ahmad Munir Malik menegaskan: "Majelis Alumni tidak dimaksudkan untuk menjadi tandingan bagi Banom NU. Diharapkan justru bisa bersinergi dengan Banom NU."


Penulis adalah Ketua Majelis Alumni PAC IPNU Sukorejo

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close