Mengenang Gus Alam: Kiprah dan Perjuangan, Ulama dan Politisi


Oleh: Syamsul Ma'arif

Siang itu, Selasa 6 Mei 2025 ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan Kaliwungu hingga Brangsong. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indoensia untuk mengantar jenazah KH Alamudin Dimyati Rois ke tempat peristirahatan terakhirnya di kompleks Pondok Pesantren Al-Fadllu 2. Gus Alam dimakamkan di samping makam KH Dimyati Rois, ayahandanya.

Sejumlah tokoh turut hadir pada upacara pemakaman tokoh yang biasa disapa Gus Alam itu. Diantaranya Wakil KH. Ma’ruf Amin, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, mantan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, Bupati Kendal Dyah Kartika permanasari, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi, mantan Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Gus Miftah, Bupati Tegal Agus Riyanto, Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, dan masih banyak tokoh lainnya.

Jenazah Gus Alam tiba di kompleks Pondok Pesantren Al-Fadllu 2 pukul 17.35 Wib setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu. Jenazah kemudian disalatkan untuk kedua kalinya di masjid Pondok Pesantren Al-Fadllu 2.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Gus Alam sempat dirawat selama lima hari di RS Budi Rahayu Kota Pekalongan akibat kecelakaan berat yang dialaminya pada 2 Mei 2025 di Tol Pemalang.

Gus Alam memiliki nama lengkap Alamuddin Dimyati Rais, putra kedua KH Dimyati Rois, ulama besar dan karismatik yang merupakan pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu Wal Fadhilah Kaliwungu, Kendal.

Gus Alam lahir di Kaliwungu, Kabupaten Kendal pada 26 Desember 1980. Sebagai seorang putra kiai yang memiliki pesantren besar, kultur dan tradisi pesantren yang identik dengan kitab kuning dan barokah mewarnai tumbuh kembang Gus Alam dari kecil hingga dewasa.

Gus Alam juga mengenyam pendidikan formal hingga merampungkan pendidikan kesarjanaannya di UNDIP Semarang. Gus Alam adalah alumnus tahun 2003 jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNDIP Semarang.

Setelah lulus dari UNDIP, Gus Alam menempuh perjuangannya di jalur politik. Gus Alam terjun ke dunia politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Perjalanan politik Gus Alam terbilang mulus dan selalu dipercaya oleh masyarakat sampai sekarang. Terbukti Gus Alam terpilih sebagai anggota DPR RI hingga empat kali, yaitu periode 2009-2014, 2014-2019, 2019-2024, dan 2024-2029.

Setelah sukses sebagai politisi, Gus Alam tidak lupa dengan asal usulnya dari keluarga dan tradisi pesantren. Pada 26 Juni 2017, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1438 Hijriah, atas izin dan restu Mbah Dim, Gus Alam mendirikan Pondok Pesantren Al-Fadllu 2 yang berlokasi di Desa Sidorejo, Brangsong berjarak 4,6 km dari Pondok Pesantren Al-Fadllu Wal Fadhilah yang berlokasi di Jagalan, Kutoharjo, Kaliwungu. Di samping sebagai pendiri, Gus Alam juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu Wal Fadhilah.

Pada tahun 2023, ketika baru berusia 6 tahun, pesantren Al-Fadllu 2 telah memiliki 780 santri dengan rincian 550 santri putra dan 230 santri putri. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, baik alumni dari pesantren Al-Fadllu Wal Fadhilah Jagalan atau masyarakat pada umumnya.

Berbeda dengan Pondok Pesantren Al-Fadllu Wal Fadhilah Jagalan yang berbasis pesantren salaf, Pondok Pesantren Al-Fadllu 2 berbasis salaf semi modern dengan mendirikan sekolah formal berupa SMP dan SMA. Hal ini dilakukan agar santri tidak hanya cakap penguasaan ilmu agama tapi juga cakap dalam ilmu umum, sehingga lulusan Pondok Pesantren Al-Fadllu 2 dapat meneruskan ke perguruan tinggi untuk berkiprah dan berkarir di berbagai bidang.

Kita semua berharap, semoga sepeninggal Gus Alam, Pondok Pesantren Al-Fadllu 2 tetap berjalan agar cita-cita dan perjuangan Gus Alam tidak terputus dan banyak yang meneruskan.

Penulis adalah Bagian Artikel NU Kendal Online

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close