Empat Tahun Dico di Kendal


Oleh: Fahroji

Bupati Kendal Dico M Ganinduto sebagaimana diberitakan NU Kendal Online (07/10/2024) memenuhi janjinya menyumbangkan gajinya sebagai Bupati Kendal selama 2 tahun sebesar 100 juta rupiah untuk Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kendal.

Sepekan sebelumnya, saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskecab) 2 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal, dirinya berujar akan menyumbang100 juta rupiah dari gajinya sebagai Bupati selama dua tahun. Sumbangan Dico itu dinilai Ketua PCNU Kendal KH Mukh Mustamsikin sebagai bukti dedikasi yang tinggi terhadap NU Kendal. Apalagi Dico sebagai orang nomor 1 di Kendal juga telah mengeluarkan kebijakan yang menunjukan keberpihakannya pada program NU Kendal seperti hibah 8 miliar untuk RSNU Kendal, hibah 1 miliar untuk Gedung Pergerakan Ansor Kendal dan seterusnya.

Sumbangan pribadi setelah langkahnya terhenti dalam pencalonan Bupati, satu sisi menunjukkan keikhlasan Dico dalam beramal untuk RSNU. Karena tentu tidak ada kepentingan untuk Pilkada Kendal. Ini agak beda dengan perilaku politisi umumnya yang sering menghilang setelah langkah politisnya kandas. Janji-janjinya biasanya tinggal janji.

Melihat progres pembangunan RSNU Kendal yang selama dua periode kepemimpinan KH Muhammad Danial Royyan di PCNU Kendal baru berhasil pembebasan lahan RSNU dan pada periode ini di bawah kepemimpinan Ketua PCNU Kendal KH Mukh Mustamsikin memcoba bangkit memulai pembangunan fisik dengan memanfaatkan bantuan hibah 8 miliar.

Sampai disini, kehadiran Dico sebagai Bupati di Kendal menurut hemat saya sebenarnya masih sangat dibutuhkan untuk mengawal keberlanjutan pembangunan RSNU Kendal. Turunnya hibah tersebut tentu tidak lepas dari koordinasi dan hubungan yang baik antara PCNU Kendal dan Bupati Kendal saat ini.

Hubungan baik PCNU dan Bupati Kendal saat ini sempat dilontarkan Dico secara berkelakar saat menyapa para calon Bupati dan Wakil Bupati yang hadir di Muskercab 2 PCNU Kendal belum lama ini. Dico kala itu dengan nada guyon menyebut dirinya dan Kiai Mustamsikin sebagai pasangan keempat.

Namun harapan keberlanjutan hubungan baik yang selama ini terjalin (Dico - Mustamsikin) dengan kapasitasnya masing-masing, untuk saat ini dipastikan tidak bisa terwujud. Kegagalan Dico saat pendaftaran sebagai calon Bupati Kendal di KPU Kendal nampaknya menjadi batas pengabdiannya untuk masyarakat Kendal pada umumnya dan warga NU Kendal khususnya.

Kebersamaan Dico dengan masyarakat Kendal saat ini hanya akan berumur 4 tahun. Masa 4 tahun itu merupakan perpendekan masa bakti para kepala daerah di seluruh Indonesia yang lazimnya 5 tahun. Pemangkasan masa bakti itu sebagai dampak dari kebijakan penataan siklus Pemilu di Indonesia sehingga ada Pilkada Serentak.

Meski hanya 4 tahun di Kendal, Dico sebagaimana diungkapkan Kiai Mustamsikin telah menujukkan dedikasinya yang tinggi kepada NU Kendal dan lainnya. Tentu Allah SWT punya rencana terbaik untuk Dico yang masih muda di masa mendatang.

Barangkali saja Dico akan dikirim oleh Allah untuk memberikan keberkahan di daerah lain. Atau ekspektasinya untuk menjadi kepala daerah untuk wilayah yang lebih luas bakal terwujud di masa mendatang. Atau bahkan ingin kembali ke Kendal seperti yang dilakukan mantan Bupati Kendal Mirna Annisa. Semua serba mungkin. Semoga dengan bantuan pribadinya untuk RSNU Kendal menjadi akhir yang baik (husnul khatimah) bagi Dico dalam mengakhiri masa tugasnnya sebagai Bupati Kendal periode ini.


Penulis adalah Penasehat NU Kendal Online tinggal di Sukorejo.

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close