
Polemik soal nasab Sadah Ba'alawi pernah ramai menghiasi jagad media sosial pada medio sekitar bulan Mei 2023 lalu. Polemik itu bermula dari tulisan Imaduddin al Bantani yang membatalkan nasab Sadah Ba'alawi (keturunan Sayyid Alawi bin Ahmad bin Isa al Muhajir Hadramaut). Melalui media sosial banyak kalangan kemudian memberi tanggapan atas tulisan tersebut.
Buku ini ditulis oleh Nanal Ainal Fauz yang merupakan alumnus STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Imam Syafi' i Cianjur. Beberapa bab dalam buku ini ditulis saat penulis berkesempatan mengikuti program Dauroh Ngaji 40 hari di Darul Mustofa Tarim Hadramaut Yaman pada bulan Juli 2021. Namun karena kesibukan dan lain hal penulisan saat di Tarkim sempat terhenti.
Baru setelah pulang ke tanah air dan polemik soal nasab Sadah Ba'alawi menjadi ramai penulis semangat lagi mengorek - ngorek data dari kitab-kitab Ulama Nusantara yang berkaitan dengan Sadah Ba'alawi untuk melanjut tulisannya.
Bab 1 sampai dengan bab 5 ditulisnya saat ia masih berada di Tarim Hadramaut Yaman. Sementara bab 6 sampai selesai ditulis setelah pulang ke tanah air. Di Kota Pati tempat tinggal nampaknya penulis menyelesaikan bukunya, meskipun ada beberapa bab ditulis saat ia berada di luar kota seperti Semarang, Demak, Kudus dan Cianjur.
Dalam buku ini penulis sengaja tidak menulis argumen tersambungnya nasab Ba'alawi kepada Rasulullah SAW. Baginya itu sudah diijma' para Ulama. Melalui bukunya penulis ingin masyarakat Indonesia mengetahui betapa erat hubungan ulama kita dengan ulama Yaman. Hubungan itu sudah terjalin berabad -abad lalu. Para kiai yang kata mereka "Ulama Pribumi" sangat takdhim kepada Sadah Ba'alawi. Demikian juga sebaliknya. Jangan sampai hanya karena isu "receh" merusak hubungan yang berabad-abad dibangun para leluhur.
Judul buku : Fakta Sejarah Hubungan Ulama Nusantara dan Sadah Ba'alawi
Penulis : Nanal Ainal Fauz
Penerbit : Turats Ulama Nusantara Zawiyah Huffadh